
"Selamat bekerja tuan putri". Ucap Felix saat Berli menapakkan kaki di tempat nya bekerja
"Baiklah tuan, terimakasih..". Berli terkekeh
"Pergilah, aku akan menemuimu setelah jam istirahat nanti". Ucap Felix penuh kehangatan
"Aku menunggumu. Dahh.. ". Ucap Berli melambaikan tangan. Ia melenggang menuju tempatnya bekerja
Felix tersenyum menatap kepergian kekasihnya itu. Tak berselang lama, ia menyusul untuk masuk ke tempatnya bekerja. Tanpa mereka sadari, sejak tadi sepasang mata memperhatikan kebersamaan mereka berdua
"Sudah kuduga, mereka memang berhubungan"
......................
"Lathesia?". Ucap Bu Inez yang tak percaya dengan tamu yang datang pagi ini.
"Tante Inez.. Apa kabar? ". Lathesia berhambur ke dalam pelukan Bu Inez. Dengan segan, Bu Inez membalasnya.
"Aku baik baik saja. Oh ya, ada apa, kenapa kau datang kemari?". Ucap Bu Inez yang perasaan nya masih campur aduk
__ADS_1
"Sebenarnya, aku ingin sekali menemui Felix. Apakah Tante mengizinkan aku untuk menemuinya?". Lathesia segan
"Ya, tentu saja. Tetapi aku tidak tahu apakah Felix akan merespon seperti yang kau harapkan". Jawab Bu Inez sambil menepuk pundak Lathesia untuk memberi dukungan
"Tidak apa. Aku tidak berharap banyak, cukup Felix menerimaku menjadi teman baik saja, aku sudah bersyukur". Ucap Lathesia menghibur dirinya
"Sayangnya Felix sudah berangkat ke perusahaan. Kau bisa datang kesana jika kau mau. Tante doakan semoga kalian bisa kembali bersama". Ucap Bu Inez penuh harap
"Begitu ya. Kalau begitu aku akan pergi kesana siang nanti Tan. Terimakasih atas doanya". Ucap Lathesia sedikit kecewa.
"Baiklah". Bu Inez tersenyum tipis
"Kenapa buru-buru Nak? Kau bisa bersantai disini terlebih dahulu". Bu Inez mencoba menahan Lathesia
"Mungkin lain kali saja aku datang lagi, sebenarnya aku masih ada urusan. Jadi, aku akan menemui Felix nanti siang. Dan maaf tante, aku tidak bisa berlama lama disini". Ucap Lathesia dengan nada menyesal
"Begitu ya, baiklah. Semoga semua berjalan lancar ya sayang". Ucap Bu Inez penuh senyuman
"Baiklah. Sampai nanti tan". Lathesia mencium pipi kiri dan. kanan Bu Inez
__ADS_1
"Dahh... ". Bu Inez melambaikan tangan nya sambil tersenyum
"Yahh.. Felix tidak ada disini". Gumam Lathesia kecewa. Ia hendak melenggang untuk menaiki mobilnya kembali namun langkahnya terhenti saat ia tak sengaja menabrak seseorang didepan nya
Brukk,,
"Maafkan aku, aku.. Kau?". Sherly membelalak saat tubuhnya menabrak Lathesia
"Sherly, apa kabar?". Ucap Lathesia manis
"Aku baik baik saja. Tapi untuk apa kau datang kemari?. Maksudku, apa Felix tahu?". Ucap Sherly heran. Pasalnya, Felix tidak mungkin akan menerimanya kembali
"Sebenarnya aku berniat untuk menemui Felix, tetapi Tante Inez bilang, ia sudah berangkat. Jadi aku akan menemui Felix siang nanti". Jawab Lathesia
"Oh begitu". Gumam Sherly, namun pikirannya masih bingung. Ia tak mengerti apa yang harus ia lakukan. Sebenarnya ia berniat untuk mengadukan hubungan Felix dengan Berli kepada Ibunya, namun ia kembali berpikir setelah melihat Lathesia. Ia pikir, Lathesia akan kembali bersama Felix
"Ah, kalau begitu aku pamit ya Sherly. Sampai nanti.. ". Pamit Lathesia sambil melenggang
"Baiklah". Gumam Sherly yang pikirannya masih berputar.
__ADS_1
"Apa wanita itu akan kembali bersama Felix?. Jadi, yang aku lihat tadi?. Apa itu hanya kebetulan saja?. Ah sudahlah". Gumam Sherly menatap bingung kepergian Lathesia. Segera ia melanggangkan kakinya untuk masuk ke rumah Bu Inez