
"Jadi sekarang apa?. Kau tidak akan makan siang gara gara pria bre***ek itu?". Tanya Felix kepada Berli yang sejak tadi hanya terdiam di bangku taman, tanpa ada pergerakan untuk menghabiskan waktu makan siang nya
"Tidak". Ucap Berli sambil menunduk. Hatinya masih sakit mengingat perkataan Abian
"Baiklah, ayo". Ucap Felix sambil menarik pelan tangan Berli
"Kemana?". Tanya Berli yang seketika mengarahkan pandangan nya kepada Felix
"Kau pikir aku tidak lapar?. Setidaknya temani aku makan siang". Ucap Felix dingin namun tentu menyentuh hati Berli yang pilu
"Baiklah". Ucap Berli sambil bergegas pergi mengikuti Felix
......................
"Aku bahkan tidak mengerti, setelah sekian lama kau datang kembali ke hadapanku hahaha". Ucap David yang kini berada di sebuah restoran tak jauh dari tempat nya bekerja.
"Tentu aku disini ada tujuan. Untuk apa jika hanya ingin menemui mu!". Ucap Jovanka dengan nada sinis. David memang di undang Jovanka ke sebuah restoran untuk membicarakan sesuatu, entah itu apa.
"Aku tahu jelas apa tujuan wanita sepertimu". Ucap David dengan sinis
"Jangan gara gara aku memutuskan hubungan dengan mu, kau bisa menganggap ku seperti wanita jal*ng di luar sana". Ucap Jovanka penuh kekesalan
"Baiklah, apa mau mu nyonya Jovanka?". Tanya David sinis sambil meminum secangkir kopi yang ada di depan nya.
......................
"Ma, hari ini Romi tidak akan masuk kampus. Romi temani mama saja disini". Ucap Romi yang kini berada di kamar ibunya. Ia memang memutuskan untuk tidak kuliah hari ini, karena ia sangat mengkhawatirkan keadaan ibunya.
__ADS_1
"Baiklah terimakasih sayang". Ucap Bu Inez sambil tersenyum
"Romi sayang, apa kamu tahu siapa wanita yang menjadi pacar kakak mu sekarang?". Tanya Bu Inez kepada Romi. Ia berpikir mungkin Romi akan mengetahui nya
"Romi tidak tahu ma, setahu Romi kak Felix sepertinya memang sedang berjuang hahaha". Ucap Romi sambil tersenyum
"Mama hanya takut dia tidak mendapatkan wanita yang tepat nak". Ucap Bu Inez penuh kekhawatiran
"Ayolah ma, jangan terlalu di pikirkan. Kak Felix sudah dewasa, Romi yakin pasti kak Felix akan memilih calon yang tepat untuknya". Ucap Romi meyakinkan ibunya
"Sebenarnya mama hanya berharap Felix menerima perjodohan nya dengan Jovanka". Ucap Bu Inez penuh harap
"Tapi kita tidak bisa memaksakan hati seseorang ma. Pernikahan itu bukan untuk sehari dua hari saja, melainkan untuk selamanya. Tentu kak Felix akan menikah dengan wanita pilihan nya". Ucap Romi menjelaskan
"Emm? Sejak kapan anak mama ini menjadi bijak?. Wahh ternyata kamu sudah dewasa sayang hahah". Ucap Bu Inez sambil tersenyum
"Anakmu ini memang sudah dewasa". Ucap Romi sambil terkekeh
......................
"Apa?". Ucap Berli terkejut
"Kau harus makan". Ucap Felix sambil menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Berli. Dengan refleks, Berli membuka mulut nya sedikit
"Dasar bayi besar". Ucap Felix sambil terkekeh
Hati Berli benar benar tak karuan atas sikap Felix kepadanya
__ADS_1
"Sudah aku bisa sendiri, aku malu". Ucap Berli dengan hatinya yang masih sedih tapi juga senang
"Momen ini langka, hanya hari ini. Tidak perlu melawan". Ucap Felix dingin sambil kembali menyodorkan sendok makan ke mulut Berli. Berli yang hatinya benar benar tidak karuan hanya mampu menerima perlakuan Felix.
"Sudahlah, jika pacarmu tahu pasti dia akan marah". Ucap Berli kesal, karena ia mengingat kejadian kemarin saat Felix berboncengan dengan Jovanka
"Siapa pacarku?". Tanya Felix dingin
"Wanita yang kemarin berboncengan denganmu". Ucap Berli penuh yakin
"Kau cemburu?". Tanya Felix penuh selidik. Hatinya terkekeh mendengar perkataan Berli
"T.. Tidak untuk apa". Ucap Berli menahan malu. Seketika pipinya memerah
"Tidak apa apa, dia tidak ada. Aku bisa berselingkuh kan". Ucap Felix sambil terkekeh. Ia memang tengah mengerjai Berli yang menampakan wajah cemburu
"Aku tidak mau menjadi selingkuhan seseorang". Ucap Berli penuh penekanan
"Oh, jadi kau mau menjadi pacarku satu satunya?". Ucap Felix penuh selidik sambil tersenyum tipis
"T..tidakkk, ah sudahlah aku mau makan lagi". Ucap Berli yang entah harus menjawab apa.
"Oh, kau mau di suapiku lagi ya?". Ucap Felix sambil terkekeh
"Aku bisa makan sendiri, sini". Ucap Berli sambil mengambil makanan di tangan Felix
"Eitss". Felix merebut kembali makanan yang hendak di rebut Berli
__ADS_1
"Buka saja mulutmu, tidak perlu repot repot". Ucap Felix yang kembali menyuapi Berli. Hati Berli benar benar tak karuan, jantung nya berdegup kencang. Ia tidak tahu perasaan apa yang ada di hatinya.
Sejak tadi Felix asyik menyuapi Berli, tanpa menghiraukan orang orang di sekitarnya yang memperhatikan ke romantisan mereka berdua