DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 44 - Haus


__ADS_3

"Bi, sepertinya saya sudah baikan. Saya ingin mencoba berjalan". Ucap Bu Inez yang kini berada di teras belakang rumahnya dengan duduk menggunakan kursi roda. Ia kini di temani asisten rumah tangganya yang tak lain adalah Bi Esin


"Tapi apa ibu yakin?". Ucap Bi Esin. Pasal nya ia khawatir dengan keadaan majikan nya yang belum terlalu pulih ini


"Coba saja dulu bi, ayo bantu saya". Ucap Bu Inez penuh semangat


Akhirnya Bu Inez di bantu berdiri oleh Bi Esin. Dengan langkah tertatih Bu Inez perlahan melangkahkan kaki nya berusaha untuk pulih.


"Ah, saya tidak kuat bi. Bantu saya kembali duduk di kursi roda". Pinta Bu Inez yang merasakan lemas meskipun hanya baru berjalan beberapa langkah saja. Ia memang belum begitu pulih, sehingga untuk berjalan saja harus penuh dengan kesabaran


"Baik bu, lain kali saja ibu berjalan nya jika ibu sudah benar benar pulih. Saya takut ibu terjatuh". Ucap Bi Esin penuh kecemasan


"Saya merasa tidak berguna bi. Untuk berjalan saja saya tak mampu". Ucap Bu Inez yang kini matanya berkaca kaca merenungi nasibnya


"Ibu tenang saja, ini kan hanya sementara. Ibu pasti akan kembali seperti sediakala, beberapa hari lagi ibu pasti akan pulih". Ucap Bi Esin mencoba menenangkan


"Iyaa bi, terimakasih ya". Ucap Bu Inez yang kembali bersemangat


"Baiklah, ibu tunggu disini sebentar ya. Saya akan ke dapur untuk mengambil air untuk ibu". Ucap Bi Esin berpamitan kepada Bu Inez untung mengambil air minum. Bu Inez menjawab dengan anggukannya


Seketika setelah Bi Esin berlalu pergi Bu Inez terjatuh dari kursi rodanya. Seseorang mendorong kursi roda nya dengan begitu keras sampai Bu Inez jatuh tersungkur kesakitan

__ADS_1


'Bruggg'. Suara itu berasal dari tempat Bu Inez terjatuh. Ia terjatuh dan kepalanya mengeluarkan darah karena mengenai batu di taman rumahnya


......................


"Apa masih jauh?". Tanya Felix yang kini berada di perjalanan menuju tempat tujuan Berli selanjutnya. Ia memang masih setia mengantar Berli sampai tujuan, meskipun ia tidak tahu kemana sekarang Berli akan pergi


"Ini masih lumayan jauh. Apa kau ingin beristirahat sebentar?, disana ada warung, kita bisa menepi sebentar". Ucap Berli. Ia memang merasa lelah dengan perjalanan nya. Jarak panti asuhan ke rumah paman nya memang lah jauh, ia bersyukur Felix mau mengantarnya pergi. Jika tidak, ia harus beberapa kali naik turun angkutan umum untuk sampai ke rumah paman dan bibinya itu.


"Baiklah". Ucap Felix yang langsung menepikan motor nya


"Kau mau minum apa?". Tanya Berli yang kini sedang berada warung yang ia tuju. Ia hendak membeli minum untuk Felix


"Terserah". Jawab Felix singkat. Berli sedikit kesal dengan kelakuannya. Tapi sepertinya Berli memang sudah mengerti dengan sikap Felix


"Terimakasih". Ucap Felix sambil meneguk minuman pemberian Berli. Ia meneguknya sampai tandas. Berli hanya terkekeh melihat nya kehausan


"Untuk apa kau melihatku seperti itu?". Ucap Felix yang menyadari bahwa Berli sedang memperhatikannya


"Apa kau kehausan?, bagaimana bisa aku tidak menyadari itu hahahah. Maafkan aku". Ucap Berli sambil tertawa mengingat dirinya yang begitu lupa bahwa sedari tadi ia tidak memberikan Felix minum


"Tidak". Ucap Felix sambil menyimpan botol itu di meja

__ADS_1


"Sudahlah, tidak perlu gengsi begitu hahaha". Ucap Berli sambil kembali tertawa


"hm". Geram Felix menjaga image nya. Ternyata Berli sudah sadar kalau Felix kehausan


......................


"Kemana kita sekarang?". Tanya Neel yang kini mereka tengah berada di sebuah resto yang menyediakan masakan jepang. Mereka memang sudah menyelesaikan makan siang nya, karena sedari tadi mereka memang sudah sampai


"Kemana menurut kakak?". Tanya Adelard tersenyum manis kepada kakak nya. Ia hanya ingin membuat kakak nya melupakan sejenak kesedihan yang ada pada dirinya


"Entah". Ucap Lathesia dengan nada malas. Sedari tadi ia memang hanya terdiam dengan pikiran yang entah apa yang membuatnya terbebani


"Ayolah kakak cantik, jangan bersedih terus". Ucap Romi bermaksud untuk menghibur Lathesia


"Awas kau kalau berani menggoda kakak ku hahah". Ucap Adelard


"Kita pulang Rio". Ucap Lathesia dengan wajah murung nya


"Tapi kenapa?, kita bahkan belum ke tempat wisata kan?, bahkan berkeliling kota saja belum". Ucap Adelard yang tidak mengerti kenapa kakak nya tergesa gesa ingin pulang


"Sebaiknya kau antar kakak mu pulang terlebih dahulu Rio". Sahut Neel yang begitu mengerti dengan keadaan Lathesia. Romi hanya terdiam mendengarkan percakapan di antara mereka.

__ADS_1


"Baiklah, kalian tunggu aku disini. Aku akan kembali". Ucap Adelard yang begegas pergi menyusul kakak nya yang mendahului nya keluar dari ruangan itu


__ADS_2