
"Kita sudah sampai. Ayo". Ucap David tersenyum saat mobilnya sudah berada di basement rumah sakit itu
"Ah iya pak". Jawab Berli sambil bergegas untuk turun
"Silahkan tuan putri". Ucap David yang tiba tiba saja membukakan pintu mobil yang hendak di buka oleh Berli. Berli bahkan tidak menyadari sejak kapan David berada di sampingnya
"Terimakasih pak. Padahal tidak perlu repot repot, saya bisa sendiri". Ucap Berli tersenyum kaku
"Tidak apa. Aku senang melakukannya". Jawab David ramah. Berli hanya tersenyum malu mendapat perlakuan manis David
......................
"Prianka sayang, terimakasih". Ucap Bu Inez penuh kasih sayang. Mereka kini sudah tiba di kediaman Bu Inez
"Tidak apa tante. Sudah, sekarang tante istirahat. Besok Romi pasti akan siuman". Ucap Prianka yang berusaha menghibur Bu Inez, meskipun tersimpan ribuan kecemasan di hatinya
"Iya sayang". Ucap Bu Inez tersenyum lebar
"Sepertinya aku harus pulang. Hari juga sudah mulai petang". Ucap Prianka yang hendak berpamitan
__ADS_1
"Ah tunggu. Prianka sayang, boleh kita bicara sebentar?". Ucap Bu Inez yang membuat Prianka mengurungkan niatnya
"Tentu saja tante. Ada apa?". Jawab Prianka
"Apa kau masih mencintai Romi nak?". Tanya Bu Inez yang membuat jantung Prianka berdegup kencang
"M..Maksud tante?". Jawab Prianka yang perasaan nya tak karuan
"Jujur saja sayang, ayo. Tante yakin Romi juga masih mencintaimu". Ucap Bu Inez sambil mengelus lembut dagu Prianka
"Maka aku pun begitu. Tapi Romi pria yang baik, bisa saja di luar sana Romi mencintai wanita yang lebih baik dariku". Ucap Prianka menundukan kepalanya
"Apa itu benar?". Tanya Prianka penuh harap
"Hmm.. Kau sangat serasi dengan Romi". Ucap Bu Inez kembali membuat hati Prianka tak karuan
Seketika Prianka langsung berhambur ke pelukan Bu Inez dan berkata
"Aku akan menunggu sampai Romi sadarkan diri. Aku benar benar tidak sabar. Aku juga merindukan nya".
__ADS_1
"Tentu saja sayang. Romi akan selalu ada untukmu". Balas Bu Inez
Mereka berdua larut dalam pelukan penuh harap. Hati yang cemas kini berubah menjadi hati yang penuh harap dan cinta. Mereka saling berpelukan seperti layaknya ibu dan anak
......................
"Apa ruangannya masih jauh?". Tanya David saat mereka sudah memasuki lorong rumah sakit
"Tidak pak, sebentar lagi kita akan segera sampai". Jawab Berli
Tiba tiba datang segerombolan suster yang sedang membawa pasien kecelakaan berlumuran darah. Kondisi pasien itu benar benar mengenaskan. Mereka lewat tepat di samping tempat Berli menapakkan kaki. Seketika dengan refleks Berli langsung menggenggam erat lengan David dan membenamkan wajahnya di sana
"Astagfirullahaladzim.. aaaa". Ucap Berli yang begitu kaget dengan pemandangan yang baru saja di lihatnya. David yang sama sama terkejut dengan pemandangan di depannya, kini berubah menjadi hati bahagia saat merasakan kedekatannya dengan Berli
"Ah.. pak, maaf saya tidak sengaja melakukan itu. Sekali lagi saya minta maaf". Ucap Berli saat menyadari apa yang ia lakukan. Ia benar benar malu pada David. Namun itu benar benar refleks tanpa kesengajaan.
"Tidak apa apa. Aku sama sekali tidak keberatan". Ucap David tersenyum bahagia
Tanpa mereka sadari sepasang mata sedari tadi sudah melihat kebersamaan mereka dari ujung koridor. Benar, sejak tadi Felix sudah melihat kedatangan Berli dan David
__ADS_1