
"Nak, kau sudah bersiap saja sayang?". Ucap Bu Inez yang melihat anaknya sudah rapi pagi ini
"Iya ma, bukankah mama akan memberikan tanggung jawab pabrik kepada Felix?, tentu Felix harus bertanggung jawab". Jawab Felix lembut
"Mama memang tidak salah mempercayakan nya padamu nak". Ucap Bu Inez mengelus pundak Felix
"Mama sudah sembuh?, aku baru sadar ternyata mama sudah bisa berjalan kesini". Ucap Felix yang baru saja menyadari ibunya sudah bisa berjalan ke kamarnya
"Iya sayang, mama lupa. Seharusnya ini kejutan haha. Mama sudah pulih nak, mungkin nanti siang mama sudah bisa jalan jalan haha". Jawab Bu Inez
"Ish, mama jangan pergi kemana mana dulu. Aku takut terjadi sesuatu saat di jalan, untuk beberapa hari ini mama harus tetap di rumah ya". Ucap Felix perhatian
"Baiklah, karena anak mama yang tampan yang meminta, mama akan lakukan". Ucap Bu Inez tersenyum
"Eeeehhh?, jam tangan baru kah ini?". Tanya Bu Inez saat melihat jam tangan yang baru Felix beli kemarin melingkar sempurna di pergelangan tangannya.
"Iya, bagaimana menurut mama?, bagus tidak?". Ucap Felix tersenyum
"Ini bagus, tapi kenapa mama baru tahu kau suka berbelanja?. Setahu mama kau itu sangat cuek, jika mama tidak belikan, kau pasti akan malas untuk membelinya. Coba beri mama alasan kenapa kau berubah hm?". Tanya Bu Inez tersenyum penuh selidik.
"Jam tangan ini sepasang ma". Jawab Felix sambil tersenyum memegang benda bulat itu
"Apa pasangan nya dengan Jovanka?". Ucap Bu Inez penuh harap
__ADS_1
"Maaf ma.. Sudah Felix katakan beberapa kali, Felix mempunyai pilihan Felix sendiri". Jawab Felix pelan. Ia tidak ingin melukai perasaan ibunya
"Tapi siapa nak?. Jovanka lebih baik dari gadis manapun. Cobalah kau lebih mengenal nya, mama kenal orangtua nya. Mama tahu persis didikan yang di berikan orangtua nya. Terlebih Jovanka itu gadis yang berpendidikan, itu tidak akan salah nak". Bantah Bu Inez
"Tapi apakah aku harus menjalani seluruh hidupku dengan wanita yang sama sekali tidak aku cintai?. Felix mohon ma, beri Felix kesempatan untuk menunjukkan bahwa masih ada gadis yang jauh lebih baik dari Jovanka. Felix akan membawa nya untuk menjadi menantu mama". Ucap Felix mengelus lembut pipi Ibunya. Ia menjelaskan nya dengan sangat hati hati
"Baiklah, terserah kau saja". Ucap Bu Inez memalingkan wajah nya ke sembarang arah
"Baiklah, kalau begitu Felix pamit pergi ya ma. Oh iya, dimana Om bram?". Ucap Felix sambil mengecup pundak tangan ibunya
"Om mu pasti belum bangun. Biarkan saja, mungkin dia lelah karena perjalanan nya kemarin". Jawab Bu Inez
"Baiklah, Felix pamit ma. Assalamualaikum". Ucap Felix sambil berlalu pergi
......................
"Ini sudah pagi, tetapi kenapa ayah belum pulang juga?, semalam ayah bilang hanya pergi dua atau tiga jam saja. Kenapa sampai pagi ini belum pulang juga". Ucap Prianka yang mencari keberadaan ayahnya, namun tak kunjung ada rumahnya
"Ma, Romi pamit ya... ". Ucap Romi yang sudah bersiap
"Anak anak mama yang tampan ternyata sudah bersiap juga ya". Ucap Bu Inez tersenyum
"Iya ma hari ini Romi akan menjemput Prianka". Jawab Romi semangat
__ADS_1
"Kalian sudah kembali bersama?". Tanya Bu Inez semangat
"Tidak, tapi mama doakan saja semoga Romi bisa mendapatkan nya lagi". Jawab Romi mengerlingkan sebelah matanya
"Tentu saja sayang. Pergilah". Ucap Bu Inez
"Assalamualaikum". Ucap Romi menyalami tangan ibunya
"Waalaikumsalam". Balas Bu Inez
......................
"Sejak kapan kau disini?". Tanya Berli yang terkejut saat melihat Felix tiba tiba sudah ada di halaman rumahnya
"Baguslah, ternyata kau tidak terlambat lagi haha". Jawab Felix terekekeh
"Felix, aku sudah banyak merepotkan mu. Besok besok kau tidak perlu mengantar jemputku lagi, aku bisa sendiri". Ucap Berli pelan. Ia merasa selalu merepotkan Felix
"Apa aku selalu meminta uang ganti kepadamu?, tidak kan?, terserah aku saja". Balas Felix dingin
"Tapi ak... ". Ucap Berli dan langsung di potong oleh Felix
"Naiklah". Ucap Felix tegas
__ADS_1
"Baik". Jawab Berli pelan dan langsung menaiki motor Felix