DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 206 - Yakin


__ADS_3

'Apakah pria yang sekarang sedang disampingku ini akan menjadi imam ku kelak?. Apa kami akan di takdirkan untuk bersama?. Apa semua harapan dan cita-cita cinta kami akan terwujud?. Ya Allah dia pria yang baik. Aku sangat bersyukur memilikinya. Lancarkan semua niat baik kami. Semoga kelak, dia akan menjadi teman hidupku untuk selamanya. Dan jika kami tidak di takdirkan untuk bersama, berikan kelapangan hati kepada kami berdua. Berikan dia kebahagiaan yang seharusnya. Tapi Ya Allah, apakah aku akan siap jika harus hidup tanpa nya?. Aku mohon berikan kemudahan untuk kami berdua'. Berli membatin.


Ia masih berada disana. Ia masih setia menemani Felix yang terlelap. Ia menatap lekat setiap inchi wajah tampan itu. Rasanya, ia kembali ragu untuk benar-benar yakin terhadap akhir cinta mereka. Mengingat, ujian yang mereka hadapi mungkin tidaklah mudah.


......................


"Ada apa ini?". Bu Delli terheran saat tiba tiba mobil yang ia kendarai mogok di tengah jalan.


"Mobil nya mogok. Apa mama tidak pernah membawanya ke bengkel?". Ketus Jovanka kesal


"Diam kau. Benar benar tidak berguna". Kesal Bu Delli sambil berusaha menghidupi mobilnya. Namun tak kunjung hidup.


"Sudahlah, daripada membuang waktu, lebih baik kita membawanya ke bengkel. Di depan ada bengkel. Kita bawa saja mobilnya kesana". Ucap Jovanka. Yang sudah tidak sabar lagi berada disana. Karena memang Jovanka melihat bengkel yang tak jauh dari tempat itu.

__ADS_1


"Ide bagus, ayo. Bantu mama mendorong mobil". Ucap Bu Delli dalam keadaan mencari solusi


"Aku? Mendorong mobil?. Tidak ma, please". Jovanka membantah tak terima


"Lalu siapa lagi?. Kau tega membiarkan mama mendorong mobil sendirian sementara kau hanya duduk manis disini?. Cepat, jangan banyak berpikir. Ingat berapa harta yang akan kita dapat jika hari ini berhasil". Ucap Bu Delli penuh penekanan.


"Ya sudahlah". Jovanka keluar mobil dan membanting pintu. Ia terpaksa mendorong mobil dari belakang. Panas terik mendominasi. Membuat hatinya semakin panas di makan emosi.


"Ahh.. Akhirnya sampai". Ucap Jovanka yang langsung duduk sembarangan di kursi bengkel.


"Mama lelah sekali Jovan". Ucap Bu Delli terengah-engah.


"Permisi, ada yang bisa saya bantu?". Seorang montir menghampiri mereka.

__ADS_1


"Tentu saja. Mobilku mogok. Tolong perbaiki segera". Ucap Bu Delli terengah-engah.


"Ma. Lebih baik kita pergi ke restoran itu saja. Sambil menunggu mobilnya di perbaiki, lebih baik kita mengisi perut terlebih dahulu. Lagipula, bagaimana jika ada yang melihat kita duduk disini? Sangat sangat tidak level". Ucap Jovanka ketus. Kebetulan, di sebrang bengkel itu ada sebuah restoran yang cukup mewah untuk di datangi kalangan Jovanka.


"Ya sudah, ayo. Mama juga haus". Ucap Bu Delli setuju. Merekapun bergegas untuk mendatangi restoran itu.


......................


"Saya sudah sampai di restoran ini pak. Tetapi saya tidak melihat anda. Apa anda sudah sampai di lokasi?". Ucap Ozcan kepada seseorang di sebrang telepon.


"Ya, saya sudah disini. Di pojok kanan restoran. Saya bahkan bisa melihat anda di ambang pintu". Balas rekan kerja Ozcan


"Ohh disitu rupanya. Baiklah". Akhrinya Ozcan menyadari keberadaan rekan kerjanya itu. Dan langsung bergegas untuk menghampirinya.

__ADS_1


__ADS_2