DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 82 - Ada Apa Dengan Adelard


__ADS_3

Tok... Tok... Tok.. "Assalamualaikum".


Neel mengetuk pintu rumah Adelard


"Neel?, masuklah nak". Ucap Bu Yuni yang membukakan pintu untuk Neel


"Apa Adelard ada di rumah tante?". Ucap Neel sambil menyalami tangan Bu Yuni


"Ada sayang, masuklah". Ucap Bu Yuni mempersilahkan Neel masuk


"Adelard.... Neel datang nak... ". Teriak Bu Yuni memanggil Adelard. Bu Yuni bergegas ke dapur untuk mengambil air. Sementara Neel menunggu di sofa


"Neel, kau datang?". Ucap Adelard yang menuju turun dari tangga


"Iya Adelard. Kau kemana saja? Kenapa tidak ke kampus hari ini?". Tanya Neel


"Tidak, aku mengalami sedikit masalah semalam. Itu saja". Ucap Adelard menyembunyikan masalah nya


"Apa kau tahu Adelard, ayah Prianka meninggal dunia. Aku kesini untuk mengabarimu. Sebaiknya kita segera pergi melayat, Adelard". Ucap Neel menjelaskan


Jlebbbb,,,, perkataan Neel membuat Adelard gusar.


'Apa itu salahku?, ya tuhan....Bagaimana nasib ku'. Batin Adelard


"Adelard kau kenapa?". Ucap Neel yang melihat wajah gusar Adelard


"Tidak, tidak... Ah iya, sampai mana tadi?". Ucap Adelard yang membuat Neel terheran


"Apa maksud mu Adelard?, tadi aku bilang ayah Prianka sudah tiada. Kau sedang memikirkan apa?". Jawab Neel tegas

__ADS_1


"Ah iya, aku segera bersiap. Kita akan melayat". Ucap Adelard dan langsung bergegas untuk bersiap


"Nak.. Kalian mau kemana?". Ucap Bu Yuni yang baru saja datang dengan segelas air minum di tangan nya


"Kami akan melayat tante, ayah Prianka teman kami meninggal dunia". Jawab Neel


"Inallilahiwainailaihirojiun.... Tante turut berdua cita nak, sampaikan bela sungkawa tante untuknya, maaf tante tidak bisa melayat". Ucap Bu Yuni


"Baik tante". Jawab Neel


"Apa Adelard akan ikut?, memang nya dia sudah baikan?". Ucap Bu Yuni yang hampir saja memberitahukan rahasia Adelard


"Memang nya Adelard kenapa tante?, apa dia sakit?". Ucap Neel terkejut


"Iya, semalam dia ke.. ". Ucap Bu Yuni terpotong oleh Adelard


"Neel ayo. Kita bisa terlambat". Ucap Adelard yang langsung memotong pembicaraan ibunya


""Nak, kau belum meminum air mu". Teriak Bu Yuni melihat kepergian Neel dan Adelard


"Kami buru buru ma". Jawab Adelard yang langkah nya tergesa gesa.


"Adelard, ada apa denganmu?, kenapa terburu buru seperti ini?". Ucap Neel heran saat hendak menaiki mobil milik Adelard


"Tentu. Ayah Prianka meninggal". Ucap Adelard yang tak bisa menyembunyikan kegusaran di wajah nya


"Lantas kenapa sikap mu seperti itu Adelard? Kenapa kau seperti ketakutan?". Ucap Neel


"Apa yang katakan Fataq? Aku tidak ada masalah dengan siapapun. Aku tidak bersalah kau tahu?". Jawab Adelard tegas

__ADS_1


"Apa yang kau katakan Adelard?, aku bahkan tidak mengatakan apapun yang kau katakan". Ucap Neel bingung dengan sikap Adelard.


"Sudahlah. Ayo". Ucap Adelard bingung dan langsung mengalihkan pembicaraan nya


'Apa yang terjadi pada Adelard?, kenapa sikap nya berubah saat aku memberitahukan kabar duka ini'. Batin Neel


'Adelard bodoh, bahkan kau tidak bisa menjaga sikapmu'. Batin Adelard


"Ma, kemana Adelard?". Ucap Pak Yudi


"Dia pergi melayat, tapi entah kenapa ia sangat tergesa gesa". Jawab Bu Yuni


......................


"Hai... Abian...". Sapa Berli yang sedang berjalan di koridor tempatnya bekerja, namun tak sengaja bertemu dengan Abian


"Hai Berli.. ". Jawab Abian tersenyum tipis


"Abian, kenapa kau tidak makan siang?, aku tidak melihatmu di kantin tadi? ". Tanya Berli


"Aku sangat banyak sekali pekerjaan. Jadi aku mengulur waktu makan siangku". Jawab Abian


"Apa kau perlu bantuan Abian?, aku akan membantumu". Ucap Berli


"Tidak perlu Berli, itu bukan tugasmu. Ayo.. Kembalilah bekerja. Atau kau akan di pecat nanti". Ucap Abian tersenyum


"Haha, baiklah.. Kalau kau membutuhkan bantuan, jangan segan segan untuk memanggilku oke?". Ucap Berli sambil berlalu pergi


"Baik". Jawab Abian tersenyum

__ADS_1


'Aku masih ingat jelas saat kau meminta bantuan kepada ku, namun aku sama sekali tidak membantu mu Berli. Sekarang dengan sengaja, kau menawarkan diri untuk membantu ku, padahal kau juga memiliki banyak sekali pekerjaan. Dan kau sempat sekali membuat kejutan untuk ku, tetapi balasan apa yang aku berikan kepada mu? Rasa sakit. Wanita baik sepertimu sangat berhak bahagia. Dan tentu bukan denganku. Semoga kau selalu bahagia Berli....'. Batin Abian menatap kepergian Berli.


__ADS_2