
"Kak Felix.. ". Ucap Adelard yang menghentikan langkah Felix di koridor rumah sakit itu. Sejak tadi Adelard memang masih berada di rumah sakit tempat Romi di rawat. Namun saat ia melihat Felix hendak keluar ia langsung memanggilnya untuk membicarakan sesuatu.
"Ya?". Ucap Felix sambil menoleh
"Kak. Aku ingin membicarakan sesuatu. Boleh kita duduk?". Ucap Adelard penuh permintaan sambil menunjuk kursi koridor yang tak jauh dari ruangan Romi di rawat
"Apa yang ingin kau bicarakan? Katakan.". Ucap Felix dengan nada dingin nya
"Sebelumnya maaf jika apa yang akan aku katakan ini membuat Kak Felix tersinggung dan tidak nyaman. Aku dengar kemarin kalian bertemu? Maksudku.. Kak Felix dengan kakak ku, Lathesia". Ucap Adelard dengan nada segan.
Memang sebelum Adelard datang ke rumah sakit, ia sudah berbincang dengan kakak perempuan nya terlebih dahulu. Lathesia menceritakan pertemuan nya dengan Felix di rumah sakit. Ia hanya menitipkan permohonan maaf kepada Adelard untuk Felix.
__ADS_1
Degg,, pertanyaan Adelard membuat hati Felix berdesir. Di pikirannya langsung terlintas saat saat Lathesia meninggalkan nya begitu saja.
"Ya. Aku bertemu dengannya. Tanpa sengaja. Dan aku tidak ingin menemuinya lagi". Ucap Felix tegas. Ia berusaha untuk biasa saja menanggapi ucapan Adelard.
"Aku tahu apa yang pernah kakak ku lakukan padamu adalah salah. Aku dan keluarga sama sekali tidak membenarkan hal itu. Tapi untuk saat ini, kakak ku hanya ingin meminta maaf padamu. Aku tahu sebesar apapun penyesalan kakak ku sekarang, tidak akan bisa menghapus jejak masalalu yang pernah ia buat. Tetapi untuk itu, mohon maafkan kesalahan kakak ku Kak". Ucap Adelard penuh permohonan sambil menyatukan kedua tangan nya.
"Adelard.. Suatu saat kau akan mengerti bahwa.. Tidak semua yang kita inginkan di dunia ini akan terwujud. Sama hal nya aku dengan Lathesia saat itu, sekeras apapun aku mempertahakan hubungan itu, jika dia bukan takdirku maka kami tidak akan pernah bisa bersama. Aku akan berusaha memaafkan dan melupakan kesalahan Lathesia, katakan padanya, jangan mengingat hal itu lagi". Ucap Felix. Kali ini ia mengatakannya dengan nada yang teduh. Ia hampir saja melenggangkan kaki untuk pergi, namun kembali tertahan oleh ucapan Adelard
"Apa tidak ada harapan sedikitpun agar kalian kembali di takdirkan untuk bersama?". Tanya Adelard sambil menatap pungguh Felix yang hampir melenggangkan kakinya untuk pergi
......................
__ADS_1
"Maaf tanpa sengaja mama mendengar percakapan kalian tadi". Ucap Bu Yuni saat mendapati putrinya tengah melamun di gazebo rumahnya
"Mama?". Ucap Lathesia yang tersadar dari lamunan nya.
"Maaf jika mama lancang, tadi mama sempat mendengar percakapan mu dengan adikmu. Mama tahu Felix tidak akan semudah itu memaafkan mu, tetapi itu bukan berarti kau harus memikirkan hal itu setiap waktu sayang". Ucap Bu Yuni penuh kelembutan. Sebenarnya ia tidak bermaksud lancang dengan menguping pembicaraan kedua buah hatinya. Namun tanpa sengaja ia memang mendengar semuanya.
"Aku tahu ma, tetapi aku pikir saat ini tidak ada yang lebih baik daripada meminta maaf dalam hidupku. Aku ingin sekali Felix menerima permintaan maafku yang tidak bisa di maafkan ini". Ucap Lathesia sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain
"Lalu jika Felix memaafkanmu?. Apa kau ingin kembali bersamanya nak?". Tanya Bu Yuni yang menahan sesak di hatinya. Ia benar benar tidak tega dengan putrinya yang tak seceria dahulu kala.
"Apa yang mama katakan? Felix tidak akan pernah bisa kembali kepadaku. Felix adalah pria yang baik, tentu ia akan bersama wanita yang baik juga. Bahkan jauh lebih baik". Ucap Lathesia yang tertegung oleh pertanyaan ibunya
__ADS_1
"Tetapi jika kau masih mencintainya.. Mungkin masih ada harapan sayang". Ucap Bu Yuni yang berharap mereka bisa kembali bersama
Lathesia hanya menatap sendu mata ibunya yang begitu mengharapkan Felix kembali bersamanya.