DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 64 - Aku Takut Mengganggu Kebahagiaan mu


__ADS_3

"Bukankah bubur nya enak Rom?". Tanya Prianka kepada Romi saat mereka hendak memakan bubur yang mereka pesan


"Iya, ini sangat enak". Jawab Romi sambil tersenyum


"Apa Neel dan Adelard belum datang?". Tanya Prianka


"Sepertinya mereka masih tidur haha". Jawab Romi tertawa tipis


"Rom, aku sungguh minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan". Ucap Prianka menunduk


"Sudahlah, kemarin kau mengatakan itu. Sekarang mengatakan itu lagi, mau sampai kapan kau meminta maaf". Ucap Romi tersenyum


"Apa kau memaafkan aku Romi?". Tanya Prianka kembali


"Tentu saja". Jawab Romi sambil tersenyum


"Semoga kau menemukan orang yang tepat Romi". Ucap Prianka yang membuat Romi tersentak. Romi membalasnya dengan senyuman


"Kau juga, semoga kau bertemu dengan pasangan yang tepat". Balas Romi. Namun lain di hatinya


'Pasti Romi sudah memiliki wanita yang ia inginkan, tidak mungkin kan dia ingin kembali bersamaku. Seharusnya aku tidak berharap apa apa sekarang'. Batin Prianka


'Sepertinya Prianka tidak ingin kembali bersamaku. Sepertinya aku harus mengurungkan niatku untuk kembali bersamanya'. Romi membantin


Sunyii......


......................


"Terimakasih". Ucap David gengsi. Ia kini berada di sebuah bengkel dengan di temani Felix


"Aku menyesal sudah berdebat denganmu. Jika tahu begini, seharusnya tadi aku langsung saja membawanya". Jawab Felix dingin

__ADS_1


"Baiklah, aku minta maaf". Ucap David yang sebenarnya gengsi mengatakannya


"Ya, semua sudah terjadi". Jawab Felix dingin


"Lalu kenapa kau masih disini?". Ucap David


"Apa kau tidak salah menanyakan hal itu?, motorku ku tinggalkan di rumah Berli demi membantumu. Setidaknya beri aku tumpangan untuk menjemput motorku". Balas Felix ketus


"Oh iya, baiklah aku lupa". Jawab David singkat


"Siapa namamu?, ya.... Aku tahu kita selalu berdebat saat bertemu, entahlah aku lupa siapa namamu". Tambah David yang merasa tertolong oleh Felix


"Kau bukan lupa, tapi aku memang belum pernah mengatakannya padamu". Jawab Felix dingin


"Hahah iyaa mungkin aku lupa". Jawab David tertawa


"Kau itu, pintar pintar bodoh". Ketus Felix kesal


"Aku sudah tahu". Jawab Felix dingin


"Lantas siapa namamu?". Ucap David


"Felix". Jawab Felix dingin


"Ohh, senang berkenalan denganmu". Ucap David tersenyum tipis


"Kau senang karena aku sudah mendorong mobilmu. Kemarin kau menghampiriku untuk memperingatkanku bukan? Haha". Ucap Felix sinis. Ia masih ingat saat David menghampirinya di kantin rumah sakit


"Ya, aku pikir sekarang lebih baik kita bersaing secara sehat". Ucap David


"Akhirnya kau sadar". Balas Felix tersenyum menyeringai

__ADS_1


......................


'Apa mereka sudah datang kesini?, tapi kenapa aku tidak melihatnya sampai sekarang?, bagaimana dengan Felix'. Batin Berli yang tak melihat keberadaan kedua pria itu


"Ani, kau melamun?". Tanya Laura mengejutkan lamunan Berli


"Tidak, aku hanya merasa mungkin Pak David belum sampai kesini". Jawab Berli menyembunyikan perasaannya


"Lalu Felix?, kau tidak memikirkannya juga? Haha". Ucap Laura


"Sudahlah ayo bekerja". Ucap Berli terkekeh menepis lengan Laura


......................


"Saat aku di luar kota, aku ingin sekali menghubungimu. Tetapi aku tidak berani". Ucap Prianka yang kini sudah kembali melanjutkan perjalanannya bersama Romi ke kampus


"Kenapa begitu?". Tanya Romi


"Aku takut kau sudah memiliki kekasih disini. Jadi aku tidak ingin menggaggu". Jawab Prianka segan


"Tidak ada. Aku tidak sempat berpikir kesana haha". Jawab Romi tersenyum tipis


"Kau juga tidak pernah menghubungiku Romi?". Ucap Prianka tersenyum segan


"Aku pun sama sepertimu, aku takut mengganggu kebahagiaanmu". Jawab Romi menunduk


"Ah lihat, apa itu Neel?". Ucap Prianka mengalihkan pembicaraan gundahnya


"Neel". Ucap Romi memanggil pria yang berdiri tak jauh dari tempatnya menapakkan kaki


"Hey Rom". Jawab Neel dan langsung bergegas menghampiri Romi

__ADS_1


__ADS_2