DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 147 - Teman Lama


__ADS_3

"Rasanya puas sekali membuatnya tersungkur di depanku". Ucap seorang wanita yang merasa puas dengan apa yang ia lakukan.


Siapa lagi wanita itu jika bukan Jovanka. Dugaan Felix memang benar. Jovanka yang melakukan itu.


Jovanka mengetahui wajah Berli karena Bu Inez menunjukkan semuanya. Jovanka yang geram saat mendengar kabar tentang kedekatan mereka, langsung mengambil langkah cepat melampiaskan amarah nya. Meskipun luka yang ia berikan pada Berli tak seberapa sakitnya, namun ia merasa sedikit puas karena amarah nya sudah tersalurkan. Jovanka berjanji akan menghancurkan apa saja yang menghalagi langkah nya untuk mendapatkan Felix.


"Apa rencana mu sayang?". Tanya Bu Delli tersenyum menyeringai


"Pertama, aku harus menjauhkan wanita itu dari Felix. Setelah itu mungkin jalanku akan mudah". Jawab Jovanka tersenyum penuh arti


"Bagus sayang. Kau memang anak mama yang paling pintar". Puji Bu Delli membanggakan putrinya


......................


"Kak. Kau darimana?". Tanya Romi saat Felix sudah sampai di rumah nya


"Aku baru saja menemui Berli. Aku datang ke rumah nya". Jawab Felix dingin


"Apa mama tahu?". Tanya Romi penuh selidik


"Apa yang kau pikirkan Romi". Jawab Felix. Ia menjawab dengan pertanyaan tanpa jawaban


"Baiklah.. Sebenarnya aku juga ingin menemui kak Berli untuk berterimakasih. Entah mengapa kak Berli belum memenuhi janji pertemuan kami. Apa mungkin dia sibuk?". Ucap Romi


"Mungkin ia belum sempat menemuimu. Apalagi dengan keadaannya sekarang, aku pikir ia tidak akan menemuimu dalam waktu dekat". Ucap Felix membuat Romi heran

__ADS_1


"Apa yang terjadi dengan kak Berli?". Tanya Romi terkejut


"Dia terserempet mobil. Kakinya mengalami cedera kecil. Sebenarnya bukan itu masalahnya. Entah mengapa aku merasa bahwa ini adalah perbuatan Jovanka". Ucap Felix


"Tapi yang kakak pikirkan tidak menutup kemungkinan. Bisa saja itu benar adanya". Ucap Romi


"Aku bahkan tidak akan mengampuninya jika wanita picik itu yang bertanggungjawab atas apa yang terjadi pada Berli". Gumam Felix sambil berlalu pergi ke kamar nya


Romi hanya menatap punggung kakak nya yang berlalu pergi


Ting..


Tiba tiba suara bel berbunyi. Romi yang masih berada disana seketika langsung membukanya. Felix yang berjalan belum jauh dari tempat itupun seketika membalikan tubuh nya


"Assalamualaikum". Ucap Pria itu


"Waalaikumsalam.. ". Jawab Romi yang masih memegang knop pintu


"Ozcan kau.. ". Ucap Felix terharu sambil menghampiri ambang pintu. Kini sahabat karibnya itu mengunjungi rumahnya kembali


"Felix.. Kau semakin tampan". Ucap Ozcan sambil merangkul Felix.


Tersirat wajah bahagia di raut wajah mereka berdua


"Apa ini kak Ozcan? Sungguh?. Kakak semakin tampan dan berwibawa. Aku benar benar merasa pangling". Puji Romi yang membalas rangkulan Ozcan

__ADS_1


"Tentu saja aku tampan, wanita disana cantik cantik. Aku tidak mungkin tidak merubah diriku". Jawab Ozcan tertawa renyah


"Haha kau ini.. Ayo masuk. Romi, tolong minta Bi Esin membuat air untuk tamu kita". Ucap Felix tertawa renyah. Ia menyambut kedatangan sahabatnya dengan bahagia


"Baik kak". Jawab Romi semangat sambil melenggangkan kakinya ke dapur


**


"Kau terlihat begitu mapan. Romi benar, kau benar benar terlihat pangling". Ucap Felix


"Aku tidak merasa banyak berubah dalam hidupku. Aku masih seperti dulu, pemakan simit haha". Jawab Ozcan


(Simit adalah kue kering yang berasal dari Turki)


"Kau ini haha.. Lalu bagaimana dengan perusahaanmu? Kau pasti sudah sukses sekarang". Tanya Felix


"Ya.. Begitulah. Perusahaan ku akhir akhir ini kurang stabil, tetapi aku selalu berusaha untuk optimis. Meskipun terkadang tidak meyakinkan". Jawab Ozcan


"Itu bagus. Kau selalu optimis. Kapan kau datang ke Indonesia?".


"Tadi siang atau sore.. Ya.. Sekitar waktu itu. aku baru sampai".


"Oh ya. Apa kau tahu Felix? Tadi siang aku bertemu dengan wanita yang cantik. Aku pikir aku menyukainya haha.. Tetapi aku lupa meminta nomor ponselnya". Ucap Ozcan bergurau pada Felix. Felix tidak mengetahui bahwa wanita yang sedang di bahas oleh Ozcan adalah Berli


"Apa itu benar? Haha.. Kau selalu saja mengincar wanita cantik. Kau selalu mengoleksinya, lalu kau melupakan mereka begitu saja". Ucap Felix tertawa renyah

__ADS_1


"Haha.. Aku pikir aku menyukainya saja. Tidak lebih..". Ucap Ozcan


Merekapun saling melepas rindu dengan senda gurau. Sahabat yang tidak bertemu bertahun lamanya kini berada di depan mata. Felix seolah sembuh dari gundah yang sedari tadi menghantui pikiran dan hatinya. Hari ini Berli dan Ozcan berhasil mengembalikan mood nya.


__ADS_2