DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 49 - Pembalasan Dendam Lagi


__ADS_3

"Terimakasih Adelard". Ucap Romi yang kini sudah sampai di rumah nya. Ia langsung bergegas keluar dari mobil untuk masuk ke rumah nya


"Baik Rom, jika ada apa apa jangan sungkan meminta bantuan kami". Balas Adelard


"Baiklah terimakasih, kalian hati hati di jalan". Ucap Romi yang melihat Adelard akan pergi. Adelard akan mengantarkan Neel pulang sebelum ia kembali ke rumah nya


"Bi.....". Teriak Romi saat membuka pintu rumah nya yang tidak terkunci. Namun tak ada seorang pun yang menyahut


"Kak Felix........"


"Maaa..... "


"Bi Esinnn... "


"Kemana mereka, kenapa meninggalkan rumah tanpa mengunci pintu". Ucap Romi yang bingung, pikiran nya benar benar kalut dan langsung menelpon Felix


"Halo kak". Ucap Romi berusaha menghubungi Felix


"Romi, datang lah kesini, ke rumah sakit. Mama kembali di larikan ke rumah sakit". Ucap Felix dan langsung menutup telpon nya


"Aku harus segera pergi". Ucap Romi yang panik dan langsung bergegas pergi menggunakan motor sport miliknya


......................


"Kenapa mama bisa seperti ini hm?". Tanya Felix lembut sambil mengelus kepala ibunya. Ia kini sudah berada di tempat ibunya di rawat bersama Bi Esin dan Jovanka


"Mama tidak apa apa sayang". Jawab Bu Inez sambil tersenyum


"Maafkan Jovan tante, hari Jovan tidak menemani tante". Sahut Jovanka

__ADS_1


"Tidak apa apa sayang, terimakasih sudah mengkhawatirkan tante". Jawab Bu Inez ramah


"Dimana Romi?". Tanya Bu Inez yang pandangan nya tak menangkap sosok Romi


"Romi sedang menuju kesini ma, mama istirahat ya". Ucap Felix penuh kasih sayang


"Assalamualaikum". Ucap Romi yang kini sudah berdiri di hadapan ibunya. Dan langsung berhambur ke pelukan ibunya


"Mama kenapa ma?". Tanya Romi khawatir sambil memeluk ibunya


"Mama tidak apa apa sayang, sudahlah". Ucap Bu Inez sambil tersenyum menenangkan Romi


"Andai saja Romi tidak pergi tadi, mungkin ini tidak akan terjadi". Ucap Romi penuh penyesalan


"Tidak apa apa sayang, ini bukan salahmu". Ucap Bu Inez sambil mengelus rambut Romi


"Sudahlah Rom, aku pun bersalah karena meninggalkan mama". Ucap Felix menenangkan Romi. Ia turut merasa bersalah karena tidak ada saat ibunya membutuhkan pertolongan


"Entahlah, mama merasa ada yang mendorong mama dari belakang. Entah itu siapa, tapi mama rasa itu adalah seorang perempuan". Ucap Bu Inez sambil mengingat kembali kejadian tadi


"Perempuan?, siapaa ma?". Tanya Felix penuh penekanan. Pandangan nya tertuju pada Jovanka, Jovanka hanya menunduk melihat tatapan tajam Felix


"Mama tidak tahu nak". Jawab Bu Inez


"Mama terluka?". Tanya Romi cemas


"Sedikit sayang, untung Bi Esin langsung menolong mama". Ucap Bu Inez sambil tersenyum ke arah Bi Esin berdiri


"Bi Esin, aku sangat berterimakasih padamu". Ucap Felix sambil menyatukan kedua tangan nya

__ADS_1


"Sudah kewajiban saya menjaga ibu tuan". Jawab Bi Esin sambil tersenyum


"Tapi siapa wanita itu?". Tanya Romi yang pikiran nya masih benar benar bingung


"Apa bibi melihatnya?". Tanya Felix kepada Bi Esin. Ia sama sekali tak menyimpan kecurigaan kepada Bi Esin karena ia tahu persis bagaimana sikap baik Bi Esin


"Tidak tuan, saat saya menolong ibu, di sana tidak ada siapa siapa". Ucap Bi Esin


Pikiran Romi benar benar kalut, ia takut ancaman itu memang yang menyebabkan ibunya terluka hari ini. Benar saja, tak berselang lama, Romi kembali mendapat pesan misterius itu


'Bagaimana keadaan ibumu?, aku sangat miris saat melihatnya tersungkur di hadapanku. Tapi itu sama sekali bukan apa apa hahaha'.


Pesan itu membuat darah pemuda tampan ini mendidih. Saat mendengar ada notifikasi pesan masuk, Romi memang dengan sigap langsung melihatnya. Ia sudah memiliki firasat bahwa orang misterius itu pasti akan kembali mengirim pesan, dan ternyata benar adanya. Seketika ia langsung menoleh ke arah ibunya


"Kenapa sayang?". Tanya Bu Inez yang melihat kecemasan di mata Romi


"Tidak apa apa ma". Ucap Romi berusaha tenang


"Romi, ayo ikut aku". Ucap Felix yang mengejutkan Romi. Ia mengajak Romi keluar ruangan, entah apa yang akan Felix bicarakan


......................


"Ternyata dia sangat baik". Ucap Berli yang kini sudah berada di kamar nya. Ia Sedang mengingat kejadian kejadian bersama Felix tadi siang.


"Dia memberikan ku nomor ponsel nya". Ucap Berli sambil tersenyum kegirangan


"Ah tapi aku tidak akan menghubunginya, untuk apa. Aku harus terlihat tak tertarik padanya haha aku merasa konyol sekali". Ucap Berli yang masih bergelut dengan hatinya yang berbunga bunga.


Seketika ia mendapat pesan masuk dari seseorang, yang tak lain adalah Abian

__ADS_1


'Aku tahu kesalahan ku memang tidak bisa di maafkan. Tapi aku mohon Berli, maafkan aku. Aku benar benar berharap kita bisa berteman baik seperti dulu lagi. Aku minta maaf yang sebesar besar nya padamu Berli'. Pesan itu di tulis oleh Abian kepada Berli. Tentu pesan itu membuat Berli kembali melow


"Aku tidak tahu Abian". Ucap Berli yang langsung menyimpan ponsel nya di nakas tanpa membalas pesan yang Abian kirimkan. Ia bingung harus menjawab apa, sementara ia belum bisa menerima kembali Abian sebagai teman baik nya


__ADS_2