DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 102 - Menunggu Informasi


__ADS_3

"Kak Berli.. Ayo". Ucap Aditya yang kini sudah berada di tempat Berli bekerja. Saat ini memang sudah memasuki jam makan siang


"Ah iya, Ayo...". Ucap Berli tersenyum


'Tumben sekali Felix tidak datang. Ah apa yang kau pikirkan Berli. Seharusnya kau tidak meningatnya lagi'. Batin Berli. Ia merasa ada yang hilang hari ini


FLASHBACK ON :


"Aditya, hari ini kau temani Berli makan siang. Kau tanyakan apa masalah yang ia pikirkan. Sementara aku akan menunggu informasi darimu. Karena jika aku ikut, Berli akan enggan menceritakan masalahnya. Aku harap kau bisa membantuku Aditya". Ucap Felix


"Baik Pak, saya akan melakukan sesuai perintah Bapak". Jawab Aditya tersenyum ramah


"Aditya, kau tidak perlu memanggilku Bapak. Aku lebih suka kau memanggilku kakak". Ucap Felix tersenyum tipis


"Apa itu tidak..... Menurut saya itu tidak sopan untuk seorang bos". Jawab Aditya sungkan


"Tidak apa, bukan masalah buatku". Jawab Felix tersenyum ramah

__ADS_1


"Baiklah kak". Balas Aditya


FLASHBACK OFF


"Ada apa kak? Kakak terlihat murung? Apa kakak sedang menunggu seseorang? ". Ucap Aditya membuyarkan lamunan Berli


"Tidak Aditya, ayo..". Ucap Berli kembali tersenyum


'Aku mengerti apa yang ada di pikiran kak Berli sekarang'. Batin Aditya


"Apa Aditya akan berhasil?, aku yakin Berli menyembunyikan sesuatu, dan itu pasti berkaitan denganku. Apa Berli sudah mencintaiku? Apa yang ada di pikirannya?". Gumam Felix yang masih terduduk di ruangan pribadinya


'Felix, kini aku sudah kembal ke kota ini. Bagaimana kabarmu sekarang? Aku yakin kau sudah bahagia dengan wanita yang tepat. Kau pantas mendapatkan yang terbaik. Jika di takdirkan untuk bertemu kembali, aku hanya ingin meminta maaf padamu untuk kesalahanku yang tidak mungkin bisa di maafkan. Felix, aku merindukan mu. Aku sangat sangat menyesal'. Batin Lathesia sambil menatap nanar ke arah jendela mobil.


Ia kini berada di mobil milik ibunya, karena hari ini ibu dan anak itu akan pergi ke sebuah Mall


"Sayang?, apa yang kau pikirkan nak?". Tanya Bu Yuni di tengah kegiatan menyetirnya

__ADS_1


"Tidak ma, Lathesia hanya tiba tiba ingat Felix saja. Apa Felix akan memaafkan Lathesia jika Lathesia meminta maaf?". Jawab Lathesia


"Tentu dia akan memaafkan mu sayang. Jika kau bertemu dengannya, kau bisa meminta maaf kepadanya. Sampai saat ini mama berharap Felix akan kembali bersama mu". Jawab Bu Yuni tersenyum membuat Lathesia kembali bersemangat


"Apa itu mungkin ma?". Tanya Lathesia


"Ya, jika kalian di takdirkan untuk bersama, berapa lamapun kalian berpisah, sejauh apapun jarak yang memisahkan, kalian akan tetap di pertemukan". Balas Bu Yuni penuh senyuman


"Baiklah ma. Lathesia akan mencobanya". Jawab Lathesia tersenyum dan kembali bersemangat


"Bukankah itu tante Inez?". Gumam Lathesia saat memgarahkan pandangan nya ke jendela mobil. Kebetulan mobil nya sedang melintas tepat di depan rumah sakit


'Apa jika aku kembali mendatangi rumahnya, mereka akan memaafkan aku?'. Batin Lathesia


"Sayang, ada apa lagi? Apa yang kau pikirkan hm?". Tanya Bu Yuni


"Tidak ada ma". Jawab Lathesia tersenyum

__ADS_1


"Aku harus segera pulang sebelum ada yang melihatku disini. Ternyata masalah itu masih berlanjut bahkan sampai anakku tumbuh dewasa. Ya Allah apa ini adalah balasan dari semua dosa dosaku?". Gumam Bu Inez yang kini sudah berada di dalam mobilnya. Saat ini ia bergegas untuk pulang dengan pikiran nya yang benar benar kalut


__ADS_2