
"Ini sudah hampir malam. Felix tidak datang menjemputku. Jangankan menjemput, ponsel nya saja tidak bisa di hubungi". Gumam Berli. Ia menatap nanar ke arah jendela, berharap insan yang di tunggu, datang untuk menjemput nya.
"Gaun ini bagus sekali.. ". Ia kembali mengusap lembut gaun pemberian Felix.
Isi paper bag itu memang sudah ia buka. Dan Berli begitu terkesima melihat isi nya, yang tak lain adalah sebuah gaun panjang selutut berwarna cream manis. Tentu pakaian ini akan ia padu padankan dengan celana dan hijab yang senada.
"Apa aku akan pantas mengenakan nya?. Ah tidak, Felix juga belum tentu akan datang menjemputku". Ucap Berli yang masih resah.
......................
"Nak, ada apa ini?. Kau rapi sekali?". Ucap Bu Inez yang heran melihat putra sulung nya sudah mengenakan pakaian rapi dan meminta pembantu nya menyiapkan makan malam.
"Apa mama lupa yang tadi pagi ku katakan?. Aku akan membawa seorang gadis untuk ku kenalkan kepada mama. Mama bersiap saja. Aku akan menjemputnya terlebih dahulu". Ucap Felix sumbringah. Suasana hatinya begitu berbunga-bunga.
__ADS_1
"Tapi nak..?". Ucap Bu Inez yang terpotong karena Felix pergi tergesa-gesa.
"Aku akan segera kembali". Teriak Felix di ambang pintu. Sungguh ia seperti anak kecil yang akan segera membeli permen kesukaan nya.
"Aku jadi penasaran, siapa wanita yang Felix maksud?. Awas saja jika kecurigaanku tentang gadis itu benar". Gumam Bu Inez dengan nada sinis nya. Tentu gadis yang ia benci adalah Berli.
Kringg,, ponsel Bu Inez berbunyi, tanda ada panggilan masuk.
"Iya Lathesia sayang, ada apa?". Ucap Bu Inez saat mengangkat panggilan itu, ternyata Lathesia yang menelpon.
"Tante baik-baik saja sayang. Ada apa?".
"Sebenarnya malam ini aku berencana untuk datang ke rumah tante. Apakah Felix ada di rumah?. Aku ingin menemuinya". Ucap Lathesia di sebrang telepon tanpa segan.
__ADS_1
'Bagaimana aku mengatakan bahwa Felix akan membawa wanita lain ke dalam rumah ini?'. Bu Inez membatin, membuat Lathesia heran.
"Tante Inez?". Ucap Lathesia menyadarkan Bu Inez.
"Ah iya sayang. Begini, sebenarnya tante tidak tahu apakah Felix akan berada di rumah nanti malam atau tidak. Begini saja, bagaimana jika kau tunggu kabar dari tante. Semisal Felix ada, tante akan menelponmu dan baru kau datang kemari. Bagaimana?". Ucap Bu Inez
Bu Inez berkata demikian adalah untuk memastikan apakah wanita yang akan Felix bawa adalah Berli atau bukan. Jika kecurigaan nya benar, maka ia akan mengundang Lathesia untuk datang. Dengan begitu Berli akan merasa risih dan sakit hati. Sementara jika wanita itu bukanlah Berli, ia mungkin akan mengabaikan Lathesia.
"Hmm. Begitu ya. Baiklah, aku akan menunggu kabar baik dari tante". Ucap Lathesia sedikit kecewa. Pasalnya, ia sudah mempersiapkan semuanya.
"Maafkan tante ya sayang.. ". Ucap Bu Inez.
"Tidak apa tante. Kalau begitu, aku tutup telpon nya dulu ya. Sampai nanti". Ucap Lathesia menutup telepon
__ADS_1
"Iya sayang". Balas Bu Inez. Pembicaraan mereka pun berakhir.
"Kita lihat, siapa wanita yang Felix bawa. Jika memang wanita miskin itu yang ia bawa, maka aku akan membuat Lathesia datang. Dengan begitu ia akan merasa tidak pantas hidup bersama anakku". Gumam Bu Inez yang masih kalut.