DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 207 - Berkhianat


__ADS_3

"Apa?. Bagaimana bisa Prianka mengkhianatiku?". Romi membelalak saat ia melihat potret kebersamaan Prianka tengah melakukan acara pernikahan bersama seorang pria yang menjadi musuh bebuyutan nya yang tak lain adalah Bryan Sezkinlar.


Romi mengepal erat tangan nya. Ia begitu marah. Wajahnya memerah, menahan gemuruh di dadanya. Ia langsung naik pitam. Ia membanting apa saja yang ada di samping nya. Tak terkecuali ponsel yang ia gunakan untuk melihat mimpi buruk itu. Ia kecewa, sangat kecewa. Saat wanita yang begitu ia cintai dan hormati kini menjadi milik pria yang tak lain adalah musuhnya.


Lalu bagaimana bisa?. Padahal, Bryan lah yang bertanggungjawab atas kematian ayah Prianka. Bagaimana bisa Prianka menikah dengan pria yang sudah menghabisi nyawa ayahnya?


"Aku harus mendatangi mereka. Ya. Aku akan meminta penjelasan kepada Prianka!". Romi pergi dengan emosi yang masih bergemuruh. Tanpa berpikir panjang, ia mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Untung saja, di postingan itu, Prianka memberikan lokasi dimana acara itu di selenggarakan.


......................


"Kau sudah bangun?". Ucap Berli saat mendapati Felix yang hendak mengambil posisi duduk di kursi.


"Ya, aku tidak bisa tertidur lebih lama di siang hari". Balas Felix.


"Ya sudah, kita makan ya. Aku sudah memasak untukmu. Setelah itu, kau harus minum obat". Ucap Berli lembut.


Felix hanya mengangguk sambil tersenyum tanda setuju. Berli bergegas ke dapur untuk menyiapkan makanan yang akan ia sajikan.


......................


"Lihat, bajuku kotor gara gara mendorong mobil itu. Sial". Jovanka menggerutu saat ia sudah sampai di meja yang ia duduki.


"Sudahlah, jangan banyak mengeluh. Setelah ini, kau bisa membeli baju sebanyak apapun kau mau Bahkan kau bisa membeli toko baju nya sekalipun". Balas Bu Delli


"Ya, jika itu berhasil". Balas Jovanka malas

__ADS_1


"Tentu saja harus berhasil. Pelayan?". Ucap Bu Delli sambil memanggil pelayan untuk memesan makanan.


Di tempat yang sama,


"Bagaimana kabarmu Ozcan? Kau betah tinggal disini?". Ucap rekan kerja Ozcan


"Ya, begitulah. Aku akan kembali ke Turki dalam waktu dekat. Aku masih ada urusan disana". Balas Ozcan.


......................


"Kau suka makanan nya? Maaf ya, aku hanya memasak ini. Kau mau yang mana? Biar aku ambilkan". Tanya Berli penuh senyuman. Ia sudah menyajikan hasil masakan nya di meja untuk di santap. Menu hari ini adalah nugget goreng, sayur bayam, dan tahu tempe goreng. Sangat sederhana.


"Ini sudah lebih dari cukup. Ambilkan apa saja, aku akan memakan nya". Balas Felix lembut


"Baiklah, semoga kau suka ya". Ucap Berli sambil menyajikan nasi dan setiap lauknya di piring Felix.


"Terimakasih". Ucap Felix saat Berli memberikan piring berisi nasi dan lauk yang ia masak itu.


"Ayo, makanlah". Ucap Berli tersenyum


"Masakan mu selalu enak sayang". Ucap Felix membuat Berli tersenyum.


"Oh ya?. Kalau begitu habiskan. Ayo". Ucap Berli. Ia hanya menatap Felix tanpa ikut makan bersamanya.


"Kau tidak makan?". Tanya Felix.

__ADS_1


"Nanti saja, aku belum mood untuk makan makanan berat". Balas Berli


"Oh ya? Sekarang buka mulutmu". Ucap Felix sambil menyodorkan sendok berisi nasi ke arah mulut Berli.


"Tidak sayang, kau makan saja ya". Balas Berli terseyum.


"Satu suapan saja. Ayo". Felix tetap tak mau kalah


"Tidak mau.. ". Berli masih tetap tidak mau. Karena emang ia sedang tidak ingin makan nasi.


"Aku memaksa. Ayo". Ucap Felix sedikit tegas sambil tersenyum


Berli membuka mulutnya. Karena ia tidak bisa membuat Felix menunggu.


"Anak pintar". Felix terkekeh


"Ishh kau ini". Berli merona, tersipu malu.


"Aww". Felix meringis saat menurunkan tangan nya. Pasalnya, memang masih ada luka di lengan kanan nya.


"Kau kenapa? Apa itu sakit?". Berli terkejut dan langsung melihatnya


"Tidak, bukan apa apa". Ucap Felix sambil menahan lengan nya dengan kanan kirinya


"Sini, biar aku yang menyuapimu". Berli langsung menyambar piring yang sempat Felix letakan di atas meja.

__ADS_1


Berli melakukannya dengan penuh perhatian. Ia benar benar selalu ada disaat Felix membutuhkan perhatian nya.


__ADS_2