DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 275 - Naik Pitam


__ADS_3

Berli mengambil paper bag yang tergeletak di lantai, ia menangis sesegukan. Ia membuka satu persatu benda yang ada di dalam nya. Benda itu adalah yang selalu Felix foto kan untuk nya. Di dalam nya, ada boneka, bermacam hijab Turki, beberapa perhiasan khas, bahkan pakaian yang Felix pilihkan untuk nya, semua lengkap.


"Felix.. ". Berli menangis, ia memeluk benda-benda itu. Ia belum siap untuk kehilangan pria yang selalu ada untuknya.


......................


Felix kini sudah sampai di ruangan David yang hanya di huni oleh David dan Aditya.


"Dimana David?". Ucap Felix kepada Aditya.


"Pak David.. ". Aditya bingung, melihat tatapan penuh amarah Felix, yang bahkan ia tak pernah melihat nya.


"Kau mencariku?". Sahut David yang tiba-tiba datang.


Felix hilang kendali, seketika ia melayangkan pukulan keras nya di wajah David, sontak Aditya terkejut dan berusaha melerai.


"Kak Felix, hentikan.. ". Aditya menahan kedua tangan Felix, yang sudah mengeras di landa emosi.


"Apa yang kau lakukan?!". Ucap David heran. Ia menyeka darah yang keluar dari samping bibir nya.


"Kau bertanya padaku?. Apa yang kau lakukan dengan wanitaku!. Kau melakukan hal terhina di dunia ini, David!".


Degg, David tertegung.


"Lihatlah. Kau pasti merencanakan semua ini, kan?!". Felix menunjukkan kembali pesan itu.

__ADS_1


David terkejut. Dugaan nya benar. Ada oknum yang sengaja melakukan ini kepada ia dan Berli.


"Felix, dengarkan aku. Itu di luar kendali ku. Aku tidak pernah melakukan hal apapun padanya. Percayalah padaku. Bahkan Berli yang memintaku datang. Aku datang hanya untuk memenuhi undangan nya".


Deggg, Felix semakin di buat kecewa. Bagaimana bisa, Berli meminta David untuk berkencan dengan nya.


Felix berusaha mencari kesalahan David. "Kau pikir aku percaya?. Ini semua pasti rencana licik mu David!".


"Baiklah, akan aku tunjukkan". David merogoh ponsel nya. Ia memperlihatkan isi pesan yang Berli kirim.


Felix terdiam seribu bahasa. Hati nya hancur sehancur-hancur nya. Ia semakin kecewa kepada Berli.


"Percayalah, mungkin Berli tidak bermaksud untuk berakhir seperti ini. Ini di luar kendali Felix. Aku tiba tiba tak sadarkan diri, dan aku tidak mengerti siapa yang melakukan ini"


"Felix, percayalah.. Aku yakin ada yang menjebak Berli, dan diriku. Aku juga akan melakukan apa yang kau lakukan, jika hal seperti ini terjadi kepadaku. Tetapi Felix, aku mohon.. Kali ini percayalah padaku".


"Kau pikir aku akan mempercayai baj*ngan sepertimu?. Tidak akan pernah!". Felix hendak melenggang. Namun ucapan David membuat nya terhenti


"Aku akan membuktikan bahwa semua ini tidak benar Felix!".


Felix tak peduli, ia melenggang. Dirinya sudah panas, terbawa emosi. Ia ingin berpikir jernih tentang Berli. Namun, saat mendengar kabar bahwa Berli yang meminta David menemui nya, seketika pertahanan itu roboh.


Felix pergi ke ruangan nya. Ia melampiaskan amarah nya disana. Ia menjatuhkan apa saja yang ada di meja. Sikap nya memang selalu tenang, namun amarah nya akan menggebu jika sudah tak terbendung.


Ia merasa hancur sehancur-hancur nya. Tak ada yang bisa ia percaya. Berli berkata demikian, dan David lain berbeda. Felix tak bisa berpikir jernih. Ia hanya melihat realistis video itu. Video yang membuat nya tak percaya bahwa hari ini akan terulang kembali.

__ADS_1


'Bahkan Berli yang memintaku datang. Aku datang hanya untuk memenuhi undangan nya.'


'Aku akan merindukanmu setiap hari. Aku akan selalu menunggumu pulang'. (ucapan Berli saat di bandara)


Kata-kata itu terus terngiang di kepala nya. Ia tak menyangka, bahwa Berli mengambil langkah demikian.


"Penghianat!". Ucap Felix lirih.


......................


Berli menangis tersedu. Entah apa yang akan ia lakukan sekarang. Ia berusaha menelpon Felix namun tak ada jawaban sama sekali. Ia ingin menemui Felix, namun ia sadar bahwa situasi nya masih panas, dan sulit di terima oleh Felix.


Berli menyesal "Felix.. Maafkan aku.. ".


"Seharusnya aku tidak mudah percaya".


"Seharusnya semua tidak seperti ini, saat akan menyambut pernikahan kita.. "


......................


"Berli, maafkan aku.. Aku membuat hubungan kalian berantakan. Felix sangat mencintaimu, tentu ia akan melakukan hal ini". Gumam David. Ia memegang luka memar nya.


"Pak, jangan berkata seperti itu. Aku yakin ada seseorang yang sengaja membuat finah ini, dan memancing emosi Kak Felix. Kita hanya perlu membuktikan bahwa semua itu tidak benar. Aku akan membantu Bapak. Tentu aku juga tidak ingin Kak Berli seperti ini". Sahut Aditya.


"Terimakasih Aditya".

__ADS_1


__ADS_2