
"Bagus lah, anda tepat waktu. Naik, aku akan mengantarmu". Suara Felix yang tiba tiba berada di depan Berli yang tengah berdiri di ujung jalan. Berli memang sudah keluar pabrik saat itu, ia hendak menunggu angkutan umum. Ia kira Felix tidak akan benar benar datang, tapi Felix datang dengan motor matic yang ia bawa. Jaket hitam dan celana katun formal, serta helm, sarung tangan, dan masker yang ia kenakan sama sekali tidak mengubah penampilan gagah nya. Mata semua orang tertuju padanya meskipun wajah nya tertutup masker. Meskipun menggunakan motor matic biasa ia terkesan sempurna dengan perawakan gagah nya.
huaa gimana kalo pake moge coba, pasti gabakal pada ngedipp😅😅
"Ehh kamu". Ucap Berli yang terkejut ternyata Felix benar benar datang
"Naik, aku akan mengantarmu". Ucap Felix dingin
"Ahh tidak usah, aku bisa pulang sendiri". Tolak Berli
"Aku bilang naik!!". Ucap Felix dengan sedikit menaikan nada bicara nya
Berli tidak bisa menolak, jujur ia pun merasa aman saat berada dekat Felix. Tetapi ia masih berpikir logis, bagaimana ia bisa menyukai orang yang baru di kenalnya.
"Ani ayo pulang bersamaku". Tiba tiba suara itu terdengar saat Berli hendak menaiki motor matic milik Felix, ia adalah Abian yang datang dengan moge hitam nya. Ia terlihat gagah saat menaiki kendaraan itu. Panggilan Abian membuat Berli menghentikan langkah nya untuk menaiki motor Felix.
"Hmm Bian maaf.. Tapi dia sudah duluan akan mengantarku pulang". Ucap Berli tidak mau menyinggung kedua nya.
"Cepat, aku tidak suka menunggu". Tiba tiba suara Felix terdengar dengan nada kesal
"Aku akan mengantarnya, dasar pengacau. Tak ada puas puas nya mengganggu". Umpat Bian kesal pada Felix
"Siapa cepat dia dapat". Ketus Felix dingin
"Ga tau malu lu, main serobot punya orang". Kesal Abian
__ADS_1
"Terserah". Jawab Felix singkat
"Sudah sudah, aku naik angkot saja ". Ucap Berli yang bingung dengan kedua pria di depannya.
"Aku akan mengantarmu!!". Kedua pria itu mengatakan kalimat yang sama bersama sama. Berli hanya terkekeh mendengar itu
"Aku yang duluan, naiklah cepat!!". Ucap Felix penuh penekanan
"Ya sudah, aku akan tetap mengantarmu. Meskipun kamu dengannya, tapi aku harus memastikan kamu sampai rumah dengan selamat. Bisa jadi orang ini ada niat jahat padamu". Ucap Abian kepada Felix kesal
"Free". Respon Felix dingin
Akhirnya Berli memutuskan untuk menaiki motor Felix, karena memang Felix yang duluan ingin mengantarnya. Meskipun begitu, Bian tetap menguntitnya dari belakang. Seolah di kawal, dengan wajah kesal Bian melaju di belakang motor Felix. Berli hanya terkekeh melihat kelakuan mereka berdua
......................
Di tempat lain..
"Tante......". Terdengar suara teriakan seorang wanita di sebuah rumah mewah
"Apa sihh sherly, datang datang bukan salam malah teriak". Ujar Bu Inez kepada Sherly
"Tan... Sherly mau kelola pabrik lagi, di rumah bosan, sherly janji gabakal mengulangi kesalahan lagii". Rengek Sherly kepada Bu Inez. Sekarang Sherly memang sedang berada di rumah Bu Inez.
"Sudahlah sherly, kamu ikut bekerja di perusahaan om Pram saja, lagi pula di sana sepertinya sedang membutuhkan karyawan hahha". Ucap Bu Inez meledek Sherly
__ADS_1
"Gamau tannn....mau jadi atasan gitu lohh, ya kali jadi karyawan biasa". Ketus Sherly sambil memasang raut wajah kesal
Tiba tiba wanita cantik datang ke tempat dimana Sherly dan Bu Inez berbincang. Ia tak lain adalah Jovanka. Iya, sejak tadi ia tidak pulang, ia masih menunggu Felix pulang. Ia benar benar ingin bertemu dengan Felix.
"Haii..". Sapa Jovan kepada Sherly sambil melambaikan tangannya
"Haii". Balas lambaian tangan Sherly sambil tersenyum bingung
"Sher, ini calon mantu tante, gimana cantik ga?". Tanya Bu Inez memperkenalkan Jovanka pada Sherly sambil merangkul pundak Jovan.
"Haii aku Sherly..". Ucap Sherly memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan
"Salam kenal, aku Jovanka Aletta". Sambil tersenyum. Jovan memang ramah dengan suara khas ke bule bule an nya. Ia terlihat manis dan cantik. Meskipun memang pakaian yang ia kenakan kadang membuat sedikit aset nya terekspos. Karena memang ia sudah lama berada di luar negeri sehingga kebudayaan nya pun ia ikuti. Jovanka memang persatuan dari Indonesia dan Autralia. Jadi wajar, hidung mancung, badan elok dan tinggi memang membuatnya terlihat sempurna. Siapapun pasti terpukau oleh nya, tapi entah bagaimana nanti saat Felix melihatnya. Apa akan terpukau seperti kebanyakan? lihat saja nanti
"Nama yang cantik, sama seperti orang nya, wahh ini calon buat Felix tante? ". Ucap Sherly tersenyum
"Ya iyaa lah, Romi mana bisa di carikan jodoh, dia sibuk dengan teman teman nya terus. Malah jarang pulang, dia lebih betah di kost an nya". Ujar Bu Inez
"Iyaa juga sih, aku juga udah lama ga ketemu Romi" Ucap Sherly
"Hmm tante, apa Felix masih lama? ". Tanya Jovan yang sudah mulai bosan menunggu Felix yang tak kunjung pulang
"Ahh sebentar lagi pulang sayang, kamu yang sabar ya. Ngobrol ngobrol saja dulu dengan sherly biar ga bosan. oke?" ucap Bu Inez menenangkan Jovan
"Hmm iyaa tan". Jawab Jovan
__ADS_1