
"Huh rasanya aku senang sekali. Akhirnya aku akan mendapat keuntungan yang lebih banyak. Sebelum aku merayakan nya nanti, lebih baik aku memanjakan diriku terlebih dahulu. Lagipula kuku ku sepertinya sudah tak bening lagi". Ucap Bu Inez yang kini berada di mobil. Mobilnya terparkir tepat di depan salon langganan nya. Ia datang untuk memanjakan dirinya. Ia melakukan perawatan wajah dan tubuh untuk menjaga penampilan nya.
Brugg,, tiba tiba ia menabrak seseorang saat melenggangkan kaki nya untuk masuk ke tempat itu.
"Kau?". Bu Inez terkejut saat mendapati pemandangan yang tak asing baginya itu. Tentu saja ia bertemu dengan mantan calon besan nya yang tak lain adalah Bu Yuni. Ibunda dari Lathesia.
"Inez?". Gumam Bu Yuni
"Bagaimana kabarmu?". Tambah Bu Yuni penuh segan. Namun ia melihat harapan di hadapan nya.
"Aku baik baik saja". Balas Bu Inez dingin.
"Inez, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan. Sebentar saja, aku mohon". Ucap Bu Yuni penuh permintaan.
"Katakan". Ucap Bu Inez sambil menepi
"Inez. Sebenarnya.. Putriku Lathesia, ia masih belum bisa melupakan Felix. Apa kita masih bisa mempersatukan mereka?. Inez, hidup putriku hampa tanpa nya". Ucap Bu Yuni memelas
__ADS_1
"Apa? Setelah putrimu menghancurkan hati putraku kau ingin mereka bersama?. Sulit di percaya". Ucap Bu Inez tersenyum sinis memalingkan wajah
"Sampai sekarang putramu belum juga mempunyai calon kan?. Lagipula apa salahnya jika mereka kembali bersama, dulu mereka saling mencintai bukan?. Tolonglah Inez, buat mereka bersama lagi..". Ucap Bu Yuni kembali memohon
'Tidak ada salahnya aku mempersatukan kembali Felix dan Lathesia. Lagipula sekarang kekayaan orangtua nya sudah melimpah ruah. Mungkin jika Felix tidak dengan Jovanka, ia bisa bersama Lathesia. Ya. Ini juga akan menjadi keuntungan untukku. Aku akan mencoba membujuk Felix'. Bu Inez membatin
Bu Yuni yang bingung dengan perubahan Bu Inez kini berusaha menyadarkan lamunan Bu Inez "Inez? . Kau baik baik saja?".
"Oh ya. Aku akan membicarakan ini dengan Felix. Semoga keberuntungan ada di pihakmu". Ucap Bu Inez sambil berlalu pergi
"Syukurlah. Semoga Felix masih bisa menerima putriku". Gumam Bu Yuni seolah menemukan harapan.
"Aditya apa kau tahu?. Aku merasa bahwa Bu Inez terlalu acuh pada masalah perusahaan. Entah mengapa ia masih bisa tenang saat keuangan perusahaan sedang tidak stabil seperti ini". Ucap David di ruangan nya yang hanya di huni mereka berdua
"Saya juga merasa seperti itu. Apa mungkin karena ia mempunyai anak cabang perusahaan dimana mana sehingga ia tak begitu mengabaikan perusahaan ini?". Balas Aditya yang juga sepemikiran
"Entahlah. Dan aku masih tidak mengerti tentang kejadian ini, mengapa perusahaan ini selalu tidak stabil. Terkadang keuntungan kita melimpah ruah, terkadang kita rugi besar. Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan aku tidak tahu dimana masalah sebenarnya. Ini pertama kalinya". Gumam David penuh pemikiran
__ADS_1
"Apa mungkin ada seseorang yang menyabotase jalan nya perusahaan?. Saya pikir ini tidak akan terjadi begitu saja Pak". Balas Aditya
"Ya. Pasti ada seseorang yang menyabotase data atau bahkan konsumen kita. Yang pasti orang itu adalah orang pintar dan menguasai banyak hal. Kita harus mencari tahu masalah ini Aditya.".
"Tentu saja Pak. Saya akan memeriksa setiap data perusahaan. Juga kapan perusahaan ini mulai mengalami masalah. Semua akan selesai minggu ini. Dan tentang pembobolan dana perusahaan, saya juga akan melacaknya". Ucap Aditya penuh keyakinan. Ia memang menguasai masalah itu.
"Baik. Lakukan yang terbaik menurutmu Aditya. Aku yakin kau mampu". Ucap David tersenyum
.
.
.
.
Siapa nih yang kangen sama kelanjutan kisah nya Felix dan Berli?
__ADS_1
Teruntuk pembaca setia, maaf selama beberapa hari ini ga update. Author hiatus sementara karena kesehatan nya menurun):. Tapi tenang, Berli dan Felix akan selalu update menghiasi hari harimu. Jadi, stay terus ya 😉😉