DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 140 - Harus Memilih


__ADS_3

"Felix. Kau membuatku terkejut. Kenapa kau bisa ada disini?". Ucap Berli yang terkejut saat tengah membalikan badannya. Di belakang nya seorang pria sudah menunggunya


"Mengganggumu". Jawab Felix dingin sambil tersenyum


"Aku sedang bekerja. Lain kali saja kita bicara. Jika bosku melihat, aku pasti akan di marahi lagi". Ucap Berli cemas. Saat ini ia memang tengah mengerjakan pekerjaan nya. Ia hanya takut Bu Inez tiba tiba datang. Felix hanya terkekeh mendengar ketakutan Berli


"Tidak. Bosmu tidak ada sekarang". Ucap Felix ringan


"Tetap saja". Ucap Berli sambil melanjutkan pekerjaan nya


"Lalu bagaimana denganku?". Tanya Felix yang membuat Berli tertegung


"Kapan kau akan membalas perasaanku?". Tambah Felix. Malam itu Berli memang belum memberikan jawaban apapun. Pikirannya masih bimbang antara memilih David atau Felix


"Felix.. aku.. ". Ucap Berli terbata


"Wanita itu bukan kekasihku. Kau sudah salah faham. Ibuku menjodohkanku dengan nya. Tetapi aku sama sekali tidak menyukainya". Ucap Felix yang tahu persis apa yang membuat Berli gusar. Kelihatannya Berli masih meragukan perasaan Felix


"Aku belum bisa memberikan jawaban apapun sekarang. Maafkan aku Felix". Jawab Berli pelan

__ADS_1


"Bukankah kau mengatakan bahwa kau juga mencintaiku?". Tanya Felix


Tanpa disadari sejak tadi David mendengar percakapan mereka di ambang pintu. Tentu semua yang tertangkap oleh pendengaran nya membuat semua harapan pupus begitu saja.


"Ekhmm". David menggumam membuat mereka langsung menolehbke sumber suara


"Pak David?". Berli membelalak


"Aku pikir ini bukan saatnya untuk membahas masalah pribadi. Biarkan dia bekerja". Ucap David yang berusaha meredam api cemburu di hatinya. Ia berusaha untuk profesional. Meskipun ia tidak bermaksud menegur


"Aku pikir ini bukan saatnya mengganggu. Biarkan kami bicara". Jawab Felix yang seketika membuat David skak mat


'Apa yang harus aku lakukan'. Berli membatin. Ia mengerutkan alisnya pertanda bingung


"Dia sainganku?". Tanya Felix dengan aura nya yang begitu berbeda seperti sebelumnya


"Beri aku waktu. Aku mohon Felix". Ucap Berli penuh permohonan


"Kau harus tentukan semua nya secepatnya. Jangan menerima karena iba. Karena aku tidak menyukai itu". Ucap Felix sambil berlalu meninggalkan Berli

__ADS_1


"Huhhh". Berli menghela nafas berat


......................


'Apa Berli akan memilihnya daripada aku?. Apa Berli benar benar mencintainya?'. David membatin dengan posisi putus asa sambil menatap keluar jendela kantor nya


"Pak?". Ucap seorang pria yang membuyarkan lamunan David


"Aditya. Sejak kapan kau berada disini?". Tanya David yang tersadar dari lamunan nya. Ternyata sejak tadi Aditya sudah berada di belakang nya dan memanggilnya berulang kali. Namun karena lamunan David, ia sama sekali tidak menyadari keberadaan Aditua


"Saya memanggil bapak beberapa kali. Sepertinya bapak sedang kesulitan. Ada yang bisa saya bantu? Apa semua baik baik saja?". Tanya Aditya penuh empati


"Semua baik baik saja. Hanya masalah pribadi. Oh ya, ada apa memanggilku?". Tanya David


"Saya hanya ingin bertanya mengenai masalah kemarin. Apa upaya kita mempertahankan perusahaan ini dari kehancuran? Apa bapak sudah membicarakan hal ini lebih lanjut kepada Bu Inez?". Tanya Aditya


"Untung kau mengingatkan. Bodoh, aku benar benar bodoh. Aku bahkan lupa akan masalah yang kita hadapi sekarang. Terimakasih Aditya, kau sudah mengingatkanku. Hari ini aku akan menemui Bu Inez lagi". Ucap David menepis pundak Aditya penuh apresiasi


"Bukan apa apa. Ini sudah menjadi tugasku". Balas Aditya tersenyum

__ADS_1


__ADS_2