
"Aku tidak tahu. Semua terjadi begitu saja Laura. Rasanya aku senang sekali.. ". Ucap Berli pada sahabatnya di sebrang telpon. Mereka sepertinya begitu asik berbincang. Berli begitu antusias menceritakan hubungan nya dengan Felix.
"Baguslah.. Akhirnya sahabatku ini memiliki kekasih. Aku turut bahagia.. Dan semoga hubungan kalian selalu terjaga". Balas Laura di sebrang telpon penuh kegembiraan
"Oh ya. Lalu tentang wanita itu?". Tambah Laura yang seketika membuat Berli tertenggang
"Wanita itu ya? Ya.. Begitulah. Sebenarnya Ibunya yang menjodohkan Felix dengan wanita itu. Felix bilang ia tak mencintainya. Aku tidak tahu bagaimana akhirnya". Ucap Berli yang seketika mengubah nada bicaranya menjadi lesu
"Tidak apa. Setelah bertemu denganmu, Ibunya pasti akan menyukaimu dan membatalkan perjodohan itu. Aku benar benar bahagia mengetahui kabar ini". Balas Laura kembali dengan nada sumringah agar Berli tak terbawa suasana
"Baiklah. Terimakasih Laura. Oh ya, dan kapan kau pulang kemari? Aku merindukanmu". Tanya Berli penuh senyuman. Laura memang belum pulang dari rumah kerabatnya di luar kota
"Mungkin beberapa hari lagi aku akan pulang. Lagipula semua sudah selesai. Aku juga sangat merindukan tempat bekerja dan menginap di rumahmu". Ucap Laura di sebrang telpon
__ADS_1
"Baiklah. Lain kali kita mengobrol lagi. Rasanya aku mengantuk sekali". Ucap Berli berpamitan untuk menutup telpon
"Kau ingin tidur atau ingin menelpon kekasih barumu hm?". Goda Laura tertawa renyah
"Ck. Tidak.. ". Berli tersipu malu
"Tidak apa itu wajar. Baiklah sahabatku yang kasmaran, aku tutup telpon nya ya.. Sampai nanti.. Assalamualikum". Ucap Laura menutup telpon
Pembicaraan kedua insan itu kini selesai. Namun Berli yang tadi berniat untuk tidur, malah mengurungkan niatnya karena sejak tadi Felix belum mengabarinya lagi.
......................
"Lalu bagaiman dengan gadis itu? Kau tidak ingin memperkenalkan nya padaku?". Ucap Ozcan berusaha menggoda Felix. Kini mereka berada di kamar milik Felix, karena Ozcan menginap disana malam ini
__ADS_1
"Nanti aku akan memperkenalkan nya padamu. Tenang saja, tidak perlu terburu buru". Jawab Felix tertawa renyah
"Aku tidak sabar untuk melihat siapa wanita yang berhasil menaklukan pria dingin sepertimu". Ucap Ozcan terkekeh
"Yang jelas dia adalah wanita yang baik, dia cantik, dan juga sederhana. Aku menyukai apapun yang ada pada dirinya". Jawab Felix sambil mengarahkan pikiran nya kepada wanita pujaan hatinya itu
"Hm.. Wanita itu benar benar sudah membuat hatimu menjadi lunak ya.. Setahuku sebelumnya kau tidak seperti ini". Ucap Ozcan yang masih aneh dengan sikap Felix saat ini
"Ya. Itulah. Dia sangat istimewa. Berbeda dengan wanita lainnya"..Jawab Felix
"Ck. Jika aku terus bertanya sepertinya kau akan terus menunjukkan sisi bucin mu". Ucap Ozcan tertawa renyah sambil merebahkan dirinya di kasur empuk itu
"Ya sudah. Tidurlah". Ucap Felix sambil menatap ke arah jendela
__ADS_1
"Berli? Aku lupa mengabarinya. Tadinya aku ingin menelponnya, tetapi sekarang mungkin ia sudah tidur. Besok saja aku menelpon nya". Gumam Felix yang seketika teringat niatnya untuk menelpon Berli. Namun ia lupa karena terlalu asik berbincang dengan Ozcan