DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 117 - Pengacara


__ADS_3

"Apa aku harus menjenguk adik Felix setelah ini? Sebenarnya aku ingin sekali mengetahui keadaannya. Tapi jika aku kesana.... Apa aku akan tahan saat melihat Felix bersama wanita itu? Bagaimana jika wanita itu ada bersama Felix saat ini? Ah Berli.... Tapi, tidak seharusnya aku memikirkan hal yang belum pasti. Ya, yang pasti aku akan menjenguk adik Felix. Itu saja, anggap saja tidak ada yang lain selain itu". Gumam Berli yang masih bergelut dengan pekerjaannya


"Hai liann". Sapa seorang pria yang tak lain adalah David


"Pak David". Jawab Berli dengan senyuman


"Bagaimana kabarmu? Kau pergi sendiri tadi? Aku menjemputmu tetapi kau sudah pergi". Ucap David penuh senyuman


"Jadi bapak ke rumahku tadi pagi? Maaf pak, aku tidak tahu". Jawab Berli


"Tidak masalah.... Oh iya, apa sepulang nanti kau ada acara? Sebenarnya aku ingin mengajakmu ke suatu tempat". Ajak David


"Hmm mohon maaf pak, tapi sepertinya aku tidak bisa, aku akan pergi menjenguk adik Felix. Kemarin ia mengalami kecelakaan, dan sekarang ia berada di rumah sakit". Jawab Berli sungkan


"Begitu ya? Apa aku boleh ikut?". Tanya David yang sama sekali tak ingin melewatkan waktu dengan Berli


"Hmm itu.... ". Berli gugup dan bingung

__ADS_1


"Tidak masalah, sepulang nanti tunggu aku di luar ya". Ucap David sambil berlalu pergi. Lagi lagi ia tak memberi kesempatan Berli untuk menolak


"Huh.... Pak David". Gumam Berli sambil menggeleng menghela nafas kasar


......................


"Tante Inez". Ucap Prianka sambil berhambur ke pelukan Bu Inez. Ia menangis sejadi jadinya


"Kau yang sabar sayang". Ucap Bu Inez yang ikut menangis dan berusaha menenangkan Prianka yang baru saja datang dengan tangisnya


"Bagaimana dengan Romi tante? Romi akan sembuh kan?". Tanya Prianka khawatir sambil menyeka air matanya


"Kenapa tante tidak mengabariku? Apa aku begitu asing untuk di beritahu?". Tanya Prianka penuh iba


"Tidak seperti itu sayang, tante khawatit kau bersedih. Karena baru saja kemarin kau berduka nak, tante tidak ingin menambah lukamu". Jawab Bu Inez lembut sambil membelai rambut Prianka


"Prianka takut terjadi sesuatu pada Romi tante". Ucap Prianka yang sontak kembali memeluk Bu Inez

__ADS_1


'Artinya Prianka masih menyimpan hati kepada Romi. Apa mereka sudah kembali bersama? Semoga saja itu terjadi.'. Gumam Bu Inez dalam hati


"Ma, Felix akan keluar sebentar. Jika ada apa apa hubungi saja Felix". Ucap Felix sambil berlalu pergi untuk menenangkan pikirannya


"Iya sayang". Jawab Bu Inez yang masih menenangkan Prianka di pelukannya


......................


"Syukurlah pengacara itu cepat datang. Jika tidak mungkin kita akan berada dalam masalah besar". Ucap Neel yang baru saja keluar dari tempat dimana orang yang bersalah di tahan.


Dimana lagi jika bukan di kantor polisi. Mereka berdua kini berada di teras menuju keluar dari tempat itu. Memang sejak tadi masalah itu sudah selesai di bantu oleh pengacara pribadi Adelard, kini masalah itu benar benar di usut tuntas


"Aku benar benar tidak akan pernah mengampuni Bryan!". Tegas Adelard


"Yang terpenting sekarang adalah masalahmu sudah selesai, itu saja. Masalah Bryan, aku yakin dia akan mendapat balasan dari setiap perbuatannya. Percayalah". Ujar Neel penuh kebijaksanaan


"Aku tidak mengerti mengapa kau bisa sebijak ini menghadapi situasi sekarang". Ucap Adelard tersenyum tipis

__ADS_1


"Bukan apa apa. Oh ya, apa sebaiknya kita menemui Romi? Aku pikir kita harus membicarakan masalah ini padanya. Bagaimanapun masalah Romi bersangkutan dengan Bryan kan". Ucap Neel


"Iya, kau benar. Kita harus ke rumahnya sekarang". Jawab Adelard sambil bergegas pergi


__ADS_2