DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 86 - Pemakaman


__ADS_3

"Bukankah itu Felix?, untuk apa dia disini bersama wanita so alim itu?, aku harus mencari tahu". Ucap Sherly yang melihat keberadaan Felix dan Berli di tempatnya bekerja.


Ia datang memang hanya untuk mengambil barang nya yang tertinggal saat masih mengawasi pabrik ini. Namun betapa terkejutnya ia saat melihat saudaranya tengah bersama wanita yang di bencinya itu


"Permisi, Bu Sherly. Sedang apa?". Ucap seorang pria yang mengejutkan Sherly


"Aditya....? tidak... Aku hanya datang untuk mengambil barangku. Tidak ada yang lain". Ucap Sherly terbata. Ia gugup saat melihat Aditya menyadari keberadaan nya yang sedang mengintip


"Lalu kenapa Bu Sherly mengintip kak Berli?, apa ada sesuatu?". Tanya Aditya


"Kau jangan ikut campur urusan ku ya Aditya!". Ucap Sherly tegas dan berlalu pergi. Ia takut Aditya akan menanyakan hal lain nya lagi


'Aneh sekali. Apa aku harus memberitahu kak Berli?, iya. Aku harus memberitahu nya sebelum kak Berli terkena masalah lagi. Bu Sherly pasti melihat Kak Berli sedang bersama pria itu'. Batin Aditya dan langsung bergegas menemui Berli


......................


"Aku tidak pernah menyangka ayah akan pergi secepat ini. Aku masih membutuhkan mu Ayah". Ucap Prianka sambil memeluk jenazah ayahnya yang hendak di semayamkan


"Nak, kau yang kuat sayang..... Kita tidak bisa melawan takdir". Ucap Bu Inez menenangkan Prianka


"Bahkan ayah lah yang ku miliki satu satu saat ini. Tapi kenapa ayah juga meninggalkan aku..". Ucap Prianka menangis histeris

__ADS_1


"Prianka, kau jangan seperti itu, iklaskan ayah mu, agar dia tenang". Ucap Romi menengkan Prianka


"Ayahhh..... ". Ucap Prianka yang melepas ayah nya untuk di semayamkan.


"Adelard, bukankah kemanapun kita pergi, pada akhirnya akan berakhir di tempat itu juga?". Ucap Neel yang melihat momen haru di depan nya. pandangan nya mengarah pada liang lahat yang berada di depan nya


"Iya, kemana lagi kita akan pergi". Jawab Adelard sambil menatap nanar pemakaman itu. Tanpa terasa air matanya menetes


"Kau menangis?". Tanya Neel yang baru saja melihat kejadian itu. Neel bahkan baru pertama kali melihat Adelard menangis


"Tidak". Ucap Adelard sambil menyeka air matanya yang hampir menetes.


......................


"Ah, Aditya... Ada apa?". Jawab Berli. Sontak ia langsung berdiri


"Kak, sepertinya barusan Bu Sherly datang. Ia melihat kesini, maksud ku.... Sepertinya sejak tadi Bu Sherly memperhatikan kakak. Aku hanya takut kakak terkena masalah karena tadi kakak sedang mengobrol". Ucap Aditya menjelaskan


'Untuk apa Sherly tiba tiba datang. Ah dasar pengacau'. Batin Felix


"Apa?, jadi Bu Sherly datang?. Aku harus bagaimana ini". Ucap Berli cemas

__ADS_1


"Kau tenang saja, biar aku yang menjelaskan kepadanya nanti". Sahut Felix menenangkan Berli


"Tapi Bu Sherly pasti tidak akan mendengarkan mu. Dan aku pasti akan di hukum". Ucap Berli cemas


"Tidak... Ayo, duduklah". Ucap Felix berusaha menenangakan Berli


'Aku lah bos mu Berli, seharusnya kau tidak perlu takut kepada Sherly'. Batin Felix sambil menatap wajah Berli yang di penuhi kecemasan


"Baiklah kak, itu saja. Aku harus kembali bekerja, maaf mengganggu kalian.. Sampai nanti". Ucap Aditya berpamitan dan berlalu pergi


"Baiklah, terimakasih Aditya". Jawab Berli sambil tersenyum


"Sudah kau jangan khawatir tentang Sherly. Maksud ku... Bu Sherly". Ucap Felix yang hampir membongkar rahasianya


"Baiklah, tetapi kau harus membantuku jika aku di marahi bos ku". Ucap Berli mengerucutkan bibirnya


"Tentu saja". Jawab Felix sambil tersenyum tipis


'Sherly benar benar akan membuatku kesulitan. Sebelum dia mengatakan nya pada ibuku terkait kedekatan ku dengan Berli, aku harus berbicara dengan nya lebih dahulu'. Batin Felix kesal


"Berli, aku harus kembali ke tempatku. Aku harap kau tidak akan lupa untuk malam ini, dan kau harus menungguku sepulang nanti. Jangan coba untuk kabur". Ucap Felix yang hendak mendatangi Sherly

__ADS_1


"Baiklah, terimakasih sudah membantuku". Jawab Berli tersenyum ramah


"Hm". Ucap Felix dan berlalu pergi


__ADS_2