
"Prianka kemana sayang? Sudah lama mama tidak bertemu dengannya. Semua baik baik saja kan?". Ucap Bu Inez penuh kehangatan di meja makan itu pagi ini. Keluarga kecil tanpa kepala keluarga itu kini tengah menyantap sarapan pagi.
"Prianka sedang ada urusan, Romi akan mengajaknya kemari nanti". Balas Romi tersenyum. Ia tak ingin ibu nya cemas.
"Sampaikan salam rindu mama padanya". Ucap Bu Inez. Romi hanya membalasnya dengan senyuman
"Felix. Bagaimana menurutmu dengan Lathesia?". Ucap Bu Inez bertanya segan.
Seketika Felix melepas sendok yang ia genggam, mood nya hilang begitu saja.
"Apa maksud mama?". Tanya Felix dengan nada datar
"Sayang, jika kau tidak ingin dengan Jovanka. Kau bisa mencoba membuka hati kembali untuk Lathesia bukan?. Daripada kau mencari gadis sembarangan di luar sana". Ucap Bu Inez penuh harap
__ADS_1
"Apa mama sudah tidak bisa melihat kenyataan?. Kenyataan nya adalah, aku baru saja sembuh dari luka yang Lathesia buat. Dan sekarang mama malah mendorongku untuk kembali padanya? Apa yang mama pikirkan". Ucap Felix penuh penekanan sambil beranjak dari tempat duduknya
"Tidak begitu sayang, mama hanya bermaksud untuk memperbaiki hubungan kalian lagi. Jika masih bisa di perbaiki, kenapa tidak?". Ucap Bu Inez enteng
"Mama bisa dengan mudah mengatakan itu semua karena mama tidak pernah berada di posisiku". Ucap Felix sambil berlalu.
"Kak.. ". Romi berteriak menahan Felix namun sama sekali tak di gubris
"Apa yang mama lakukan itu salah? Jelas mama sudah memikirkan semuanya sebelum berucap. Mama hanya ingin yang terbaik untuk anak mama. Apa itu salah?". Balas Bu Inez memanas
"Bukan begitu, tetapi tidak seharusnya mama mendesak Kak Felix dengan pilihan-pilihan mama. Kemarin mama mendesak Kak Felix dengan Jovanka. Sekarang mama justru mendesak Kak Felix untuk kembali bersama wanita yang sudah menghancurkan hidupnya. Apa yang mama pikirkan?". Romi kembali membantah
"Berhenti membantahku Romi!. Aku melakukan semua ini atas kehendakku. Dan semua yang aku lakukan adalah untuk kebaikan putraku. Memangnya kau siapa berani-beraninya membantahku!. Kau hanya.. ". Ucap Bu Inez yang sudaj mendidih. Ia hampir saja mengatakan sebuah rahasia yang ia simpan sejak dulu.
__ADS_1
"Aku hanya siapa?. Apa aku bukan putramu juga?". Ucap Romi penuh selidik
Sementara Bu Inez sudah kehabisan kata untuk membalas. Ia terdiam sejenak untuk kembali memikirkan perkataan nya.
"Aku tidak percaya ini". Ucap Bu Inez sambil berlalu pergi. Ia hanya mengatakan itu dan pergi begitu saja meninggalkan Romi yang terdiam
"Apa yang ingin mama katakan". Gumam Romi yang pikiran nya benar benar kalut.
......................
"Aku tidak percaya ini. Bagaimana pikiran mama bisa sekeruh itu. Apalagi yang mama dapatkan dari semua ini?". Gumam Felix sambil melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Tujuan nya sekarang adalah pergi menjeput kekasih hatinya.
"Apa yang aku lakukan? Aku hampir saja kehilangan segalanya. Aku merasa bersalah pada Romi, Inez bodoh. Lagi lagi kau ceroboh. Lagi lagi kau melakukan ini. Apa putraku akan mengampuniku setelah tahu siapa aku sebenarnya". Ucap Bu Inez menggerutuki dirinya. Ia mengacak apa saja barang yang ada di kamarnya. Ia tak mampu mengendalikan emosinya.
__ADS_1