DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 221 - Permintaan


__ADS_3

Toktoktok,,


Seseorang mengetuk pintu kamar Romi. Padahal, Felix di dalam masih berbincang dengan adik nya itu.


"Siapa yang mengetuk pintu.. ". Gumam Felix sambil melenggang ke ambang pintu, meskipun ada sedikit perasaan terganggu.


"Kau?". Felix membelalak dan langsung menatap tak suka saat seorang itu tampil di hadapan nya. Terlebih kedatangan nya cukup mengganggu pembicaraan nya dengan Romi.


"Felix, bisa kita bicara sebentar?". Ucap Lathesia lembut penuh permohonan.


"Apa yang ingin kau bicarakan?". Balas Felix dingin.


"Bisa kita bicara di luar?". Pinta Lathesia kembali saat ia melihat keberadaan Romi di dalam.

__ADS_1


Felix mengarahkan pandangan nya ke arah Romi. Mengingat, Romi masih butuh support darinya. Romi hanya mengangguk, tanda setuju. Ia mempersilahkan kakaknya pergi terlebih dahulu untuk memenuhi permintaan Lathesia.


"Apa yang ingin kau bicarakan?". Tanya Felix to the point, saat mereka baru melangkah beberapa meter dari kamar Romi. Rasanya Felix tidak betah jika harus berlama-lama bersama Lathesia.


"Felix, biasakah kau datang ke rumahku akhir pekan nanti?. Aku akan mengadaka makan malam bersama temanku". Ucap Lathesia penuh permintaan.


"Lalu? Untuk apa kau mengajakku?". Balas Felix dingin.


"Kau tahu?. Kami sedang merencanakan double date. Mana mungkin jika temanku datang bersama pasangan nya, sedangkan aku tidak, kan?. Aku mohon..". Pinta Lathesia kembali.


"Tidak, aku hanya ingin denganmu. Denganmu!". Ucap Lathesia menekan pembicaraan di ujung kalimat


"Aku sudah mempunyai pasangan, dan sebentar lagi aku akan melamarnya. Jangan pernah menyimpan harapan apapun kepadaku, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali padamu. Dan ya, pekan depan aku akan pergi bersamanya, tentu bukan deganmu". Balas Felix sambil melenggang pergi meninggalkan Lathesia.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkanmu bersama siapapun juga!". Teriak Lathesia yang sempat membuat langkah Felix terhenti. Namun tanpa menoleh, Felix kembali melenggang dan tidak mempedulikan ucapan Lathesia.


"Aku akan menghancurkan hubunganmu dengan wanita lain selain aku Felix!". Ucap Lathesia mengepal tangan nya erat. Ia bertekad untuk menghancurkan apa saja yang menghalangi langkahnya.


......................


"Setelah sekian lama ia pergi, dan meninggalkan banyak luka, mengapa harus datang lagi?. Bagaimana jika suatu saat nanti Berli akan mengetahui semua ini?. Apa ia akan menerimanya?. Sedangkan Lathesia sangat bersihkeras untuk kembali bersamaku. Jelas aku akan selalu memilih Berli". Gumam Felix yang pikiran nya kalut. Ia hanya menatap ke arah luar jendela kamarnya.


......................


"Aku tidak mengerti, mengapa sekarang omzet perusahaan menjadi semakin kecil?. Mengapa seolah ada seseorang yang menggerogoti aset perusahaan?". Gumam David saat ia melihat grafik peningkatan performa perusahaan yang justru semakin menurun. Sejak tadi ia memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan nya di rumah.


"Tidak, Aditya tidak mungkin. Dia tidak mungkin melakukan ini". Ucap David kembali saat terlintas prasangka buruk kepada Aditya. Namun ia langsung menghapus prasangka itu.

__ADS_1


"Jika seperti ini, bisa bisa akan di adakan PHK massal untuk karyawan. Bagaimana jika Berli terkena dampaknya?". Kembali pikiran David kalut. Ia khawatir Berli akan terkena dampak buruk perusahaan.


"Bu Inez, semoga bisa di hubungi.. ". Ucap David yang segera merogoh benda pipih itu di saku nya. Ia hendak mengubungi Bu Inez untuk mengabari keadaan perusahaan nya ini.


__ADS_2