DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 31 - Kecemasan David


__ADS_3

Matahari mulai naik, dan waktu mulai menunjukan saatnya makan siang


"Huh aku lembur hari ini". Ucap Berli yang kini benar benar lelah


"Lian". Panggil seorang pria yang tak lain adalah David


"Ah iyaa pak?". Tanya Berli bingung


"Apa kamu lupa akan makan siang bersamaku?. Hayoo lohh". Ucap David sambil tersenyum


"Ah iyaa pak, maaf hehe". Jawab Berli. Bagaimana ia bisa lupa bahwa akan makan siang bersama David hari ini


"Baik, ayo". Ucap David mengajak Berli ke kantin.


~Di kantin


"Lian, aku minta maaf aku tidak ada saat kamu membutuhkan pertolongan". Ujar David di tengah kegiatannya yaitu makan siang


"Maksud bapak?". Tanya Berli bingung


"Masalah kemarin. Untung Aditya memberitahuku, jika tidak mungkin sampai kapanpun aku tidak akan tahu. Betul begitu?". Tanya David penuh selidik. Ia tahu persis bagaimana Berli, ia tidak akan merepotkan orang lain dengan mengeluhkan masalahnya.


"Ah itu, bukan apa apa pak. Pintunya terkunci sendiri, mungkin pintu nya sudah rusak atau macet". Ucap Berli tenang, karena ia tidak mengetahui yang sebenarnya


"Aku tahu siapa yang melakukan itu Lian". Ucap David membuat Berli terkejut


"Maksud bapak, ada yang sengaja menunci saya di gudang?". Tanya Berli terkejut mendengar penuturan David

__ADS_1


"Iyaa, aku melihatnya di cctv. Tapi tenang saja, aku akan memberikan pelajaran kepada orang itu". Ujar David penuh kekesalan. Sontak Berli kembali terkejut mendengarnya


"Ah tidak tidak pak, tidak usah. Mungkin saja dia tidak tahu ada saya di dalam makannya dia menguncinya. Biar saja, lagi pula dia pasti tidak sengaja". Ujar Berli tidak ingin David menghukum orang itu karena kemungkinan itu bisa saja terjadi


"Tapi aku rasa itu buk". Ucap David namun langsung di sahut Berli


"Tidak pak, dia pasti tidak sengaja. Sudah pak, lupakan saja". Ujar Berli pelan menjelaskan kepada David sebelum hal itu terjadi


"Aku sangat kagum kepadamu, kamu sangat baik". Ujar David sambil tersenyum kagum kepada Berli. Berli hanya membalasnya dengan senyuman.


Lagi lagi sejak tadi Abian melihat kedekatan mereka. Baru saja tadi pagi ia di suguhkan pemandangan Berli bersama Aditya, sekarang ia menikmati pemandangan yang membuat matanya runyam, David dan Berli. Ia benar benar panas melihat kedekatan mereka.


......................


"Tante, maaf ya Jovan baru bisa datang sekarang". Ucap Jovanka yang baru saja menapak kan kakinya di rumah Bu Inez


"Felixx sayang... Sini nakk". Teriak Bu Inez memanggil Felix di kamar sebelah


"Iyaa ma?". Ucap Felix yang bergegas datang ke kamar ibunya. Namun seketika senyuman nya menghilang saat melihat Jovanka ada disana


"Mama ingin sekali makan dimsum yang di ujung jalan sana, kamu mau kan belikan untuk mama?". Tanya Bu Inez kepada Felix


"Apapun untuk mama". Jawab Felix


"Tapi sayang, kamu pergi dengan Jovanka ya. Sekalian biar Jovan tau tempat makanan enak disini, iya kan sayang?". Pinta Bu Inez kepada Felix dan langsung bertanya kepada Jovanka


"Hehe iyaa tan". Ucap Jovan kegirangan

__ADS_1


"Tidak perlu, dia bisa jalan jalan sendiri kan". Ketus Felix dingin


"Sesekali dia berkeliling pakai motor kan sayang, ayolahh". Ucap Bu Inez penuh permintaan kepada Felix


"Terserah". Ucap Felix sambil berlalu pergi. Jovanka yang percaya diri langsung bergegas menyusul Felix untuk ikut


"Jovan jalan ya tante.. Dahhh". Ucap Jovanka berpamitan kepada Bu inez. Bu Inez tersenyum bahagia melihatnya.


"Felix, apa sebaiknya kita naik mobil saja?. Hari ini panas nya sangat terik". Rengek Jovanka yang tidak ingin kepanasan saat Felix hendak mengambil motor nya


"Jika kau takut kepanasan diam saja di rumah". Ujar Felix singkat


"Hmm ya sudahh ayooo ayoo". Ucap Jovanka sambil bergegas menaiki motor Felix


......................


"Romi, Rio, sepertinya aku harus pulang. Aku masih ada urusan". Ujar Neel yang hendak berpamitan pulang


"Ayolah Bro, kita baru bertemu kembali setelah beberapa saat. Tinggal lah beberapa jam lagi". Ucap Adelard menghentikan Neel


"Tidak, aku masih ada urusan. Aku pasti akan kembali jika sudah selesai. Oh iya, besok aku akan kembali ke kampus, kita akan bertemu lagi". Ucap Neel menjelaskan


"Baiklah baiklah, teman ku ini sepertinya sudah menjadi pria yang sibuk hahaha. Pergilah, apapun itu semoga berjalan dengan lancar oke?". Sahut Romi yang membiarkan sahabat nya pergi. Meskipun kecurigaan masih tersimpan di hatinya, namun ia tetap menyembunyikan nya


"Baiklah, salam kepada tante ya Rom. Semoga cepat sembuh, maaf aku tidak bisa menemuinya lagi. Assalamualaikum". Pamit Neel kembali dan langsung merangkul Adelard dan Romi bergantian


"Beres Bro, hati hati di jalan. Waalaikumsalam". Jawab Adelard dan Romi

__ADS_1


__ADS_2