
"Kemana kakakmu?. Apa ia sudah pergi?". Ucap Bu Inez. saat ia tak melihat keberadaan Felix di ruang makan.
"Kakak pergi sejak tadi ma. Aku pikir ia akan menemui Kak Berli". Balas Romi.
Bu Inez terkejut. "Sepagi itu?. Apa yang akan mereka lakukan?"
Romi menggeleng. "Aku tidak tahu. Mungkin mereka akan sarapan bersama. Sudahlah ma".
Bu Inez terdiam, tak suka.
"Ah iya, Prianka. Kau mau tambah lauk nya?". Ucap Romi mengalihkan suasana.
Prianka menggeleng. "Tidak Rom. Ini sudah cukup".
'Kemana mereka akan pergi?. Gadis itu membawa pengaruh buruk pada putraku'. Bu Inez membatin.
......................
"Felix, tempat apa ini?". Berli bingung saat Felix tiba-tiba menghentikan mobil nya si sebuah basement.
Felix tertawa kecil. "Kau akan tahu nanti". Sementara Berli masih bingung, tempat apa yang akan mereka kunjungi.
Felix turun dari mobil, dan menghampiri pintu mobil tempat Berli duduk. Ia hendak membukakan pintu untuk Berli. Namun di dalam, pandangan Berli masih sibuk mengitari lingkungan sekitar. Sampai tak sadar, Felix sudah membukakan pintu untuk nya.
Felix tersenyum manis sambil mengulurkan tangan kanan nya. "Ayo nona, kau harus turun".
Berli tersentak. "Ah iya". Ia menerima uluran tangan Felix
Felix menuntun nya berjalan ke sebuah lift. Mereka mulai menaiki lift untuk bisa mencapai lantai atas gedung.
"Felix, kita akan pergi kemana?". Berli masih bingung.
"Sebentar lagi kita sampai".
Hanya menghabiskan waktu beberapa menit di dalam lift, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
"Sudah sampai".
Berli membelalak tak percaya. Felix membawa nya ke tempat desainer gaun pengantin yang cukup terkenal. Selama ini, Berli hanya tahu hasil karya desainer ini, tanpa pernah datang langsung ke tempat nya.
__ADS_1
Berli terkesima. "Apakah aku bermimpi?". Ia terus saja mengedarkan pandangan nya ke sekitar. Begitu banyak gaun cantik hasil karya desainer tersebut.
Felix tertawa kecil sembari mencubit pipi Berli. "Rasakan, apa kau bermimpi?".
Berli terkagum-kagum. "Felix, ini luar biasa".
"Sudahlah, ayo.. Kita masuk".
"Selamat datang, tuan dan nyonya.. Silahkan masuk". Sapa seorang petugas yang berjaga di depan pintu masuk
Felix tersenyum dan mengangguk, sembari menggandeng tangan.
Berli masih hanyut dalam kebahagiaan. "Felix, aku tidak terpikir.. Kita akan datang kesini secepat mungkin".
Felix tersenyum. "Aku ingin semua nya siap. Jadi, kita akan membuat gaun pengantin jauh jauh hari".
Berli tak henti nya tersenyum. Hari ini adalah hari yang sangat berkesan untuk nya. Felix selalu memperlakukan nya seperti ratu.
"Selamat datang Tuan Felix, silahkan duduk". Ucap seorang wanita sambil mengulurkan tangan nya. Ia adalah desainer yang akan merancang gaun pernikahan mereka.
"Terimakasih nona Zaynap".
Felix dan Berli duduk di tempat yang sudah di siapkan. Mereka hendak mendesain gaun sesuai pilihan Berli.
"Saya Berli, senang bertemu deganmu".
"Nona Zaynap, aku ingin kau membuatkan gaun pengantin untuk calon istriku. Buatkan desain yang ia inginkan". Ucap Felix sambil tersenyum ke arah Berli.
Berli tersipu malu.
"Kami akan membuatkan yang terbaik Tuan. Nona Berli, silahkan di lihat-lihat. Mungkin ada desain yang kau inginkan disini". Ucap desainer sembari memberikan buku katalog berisi gambar desain gaun pengantin.
Berli menerima nya, dan mulai melihat lihat. "Aku sampai bingung, semua desain mu begitu bagus Nona Zaynap".
Desainer tersebut tersenyum. "Terimakasih nona".
Setelah melihat-lihat buku katalog, Berli justru terpanah dengan sebuah gaun yang di pajang tak jauh dari tempat duduk nya.
"Nona Zaynap, bolehkah aku melihat gaun itu?".
__ADS_1
Seketika Felix mengarahkan pandangan ke arah yang Berli maksud.
"Tentu saja Nona. Dengan senang hati, mari.. Akan aku tunjukkan".
Mereka berjalan ke arah gaun itu di pajang
Gaun bertangan panjang, yang terlihat simple tetapi elegant. Berli menyukai model gaun tersebut. Gaun itu terkesan sederhana dan tak terlalu mencolok, tapi membuat orang-orang jatuh cinta melihat desain nya.
"Felix, ini bagus kan?". Ucap Berli sembari memegang gaun tersebut. Ia tersenyum ke arah Felix.
"Tentu saja sayang. Kau ingin model itu?".
"Pilihan yang bagus Nona Berli. Gaun itu sangat cocok denganmu. Itu hanya contoh, tetapi kami akan membuatkan nya jika kau mau. Apa kau ingin mencoba nya terlebih dahulu?".
Berli semakin semangat. "Iya, aku ingin mencoba nya".
Desainer itupun mengarahkan Berli ke kamar ganti. Felix hanya tersenyum melihat wanita nya bahagia. Ia menunggu Berli keluar dengan gaun yang di pilihnya.
Tak berselang lama, Berli keluar dengan gaun putih yang cantik itu. Warna yang putih, aksen payet yang tertata dengan rapi, desain sederhana namun tetap elegant dan mewah. Membuat Berli terlihat sangat memukau.
"Felix, apakah ini cocok denganku?". Ucap Berli ragu.
Felix begitu terkesima dengan pemandangan di depan nya. Ia tak berhenti menatap Berli yang terlihat sangat cantik, saat bahkan belum memakai riasan pengantin.
"Felix?". Ucap Berli kembali, saat Felix sama sekali tak mendengar ucapan nya.
"Sangat cantik". Felix tak henti nya menatap Berli. Ia mulai berjalan mendekat ke arah Berli
Berli kembali tersipu. "Felix, jangan menatapku seperti itu. Aku malu". Ia menutup wajah dengan kedua tangan nya.
Felix berbisik. "Kau cantik sayang, itu sangat cocok denganmu."
Berli menengok nengok gaun yang melekat di badan nya sambil tersenyum. "Kalau begitu, aku ingin yang model ini saja".
Setelah beberapa lama mendesain gaun Berli, akhirnya mereka mulai memilih tuxedo untuk Felix.
Berli memilihkan tuxedo yang berwarna putih, dan senada dengan model gaun Berli. Mereka sama sama mengenakan nya. Seperti Felix, Berli juga terkesima dengan ketampanan Felix.
"Kau sangat tampan".
__ADS_1
"Tentu saja". Ucap Felix sembari mengedipkan sebelah mata nya.
Mereka tersenyum bahagia. Tak lupa, mereka juga mengabadikan moment ini, karena moment ini hanya akan terjadi satu kali dalam hidup mereka.