
"Kau mau makan apa?". Tanya Felix yang kini sudah berada di kantin
"Apa saja". Jawab Berli tersenyum
'Kenapa Aditya belum datang juga?, apa ia mencariku di dalam?'. Batin Berli tak lepas dari tatapan Felix
"Kenapa melamun?". Ucap Felix
"Tidak, aku pikir Aditya pasti mencariku. Tadi ia mengajakku makan siang". Jawab Berli gugup
"Ya sudah, kalau kau menunggu orang lain". Ucap Felix dan mulai melenggangkan kakinya untuk pergi. Sedari tadi ia menahan cemburu
"Ah bukan begitu Felix". Ucap Berli sambil memegang erat tangan Felix. Langkahnya terhenti seketika
"Aditya itu aku anggap sebagai adikku. Tidak lebih dari itu, ayo.. Kita akan makan bersama bukan?". Tambah Berli. Ia tidak ingin Felix pergi
"Baiklah". Jawab Felix dan langsung kembali ke semula. Ia begitu bahagia karena ternyata Berli memikirkan nya
'Jangan pergi Felix, aku sangat nyaman saat berada di dekatmu'. Batin Berli sambil tersenyum tipis
......................
"Kenapa hari ini bapak tidak datang?". Ucap Aditya kepada seseorang di sebrang Telpon
" Hari ini aku sakit Aditya, maaf tidak mengabarimu sejak tadi. Kau tidak keberatan kan mengerjakan pekerjaan itu sendiri?". Jawab David di sebrang telpon
__ADS_1
"Tentu tidak pak, saya akan mengerjakan nya hari ini sampai selesai". Balas Aditya
"Baiklah, terimakasih. Maaf aku membuatmu bekerja lembur hari ini". Balas David tidak enak
"Tidak apa apa pak. Yang penting kesehatan mu, jangan pikirkan pekerjaan". Jawab Aditya sambil tersenyum ramah
"Baiklah, terimakasih Aditya". Jawab David di sebrang telpon dan langsung menutup telpon nya
"Baiklah, berarti hari ini aku akan bekerja lembur. Dan aku tidak ada waktu untuk makan siang bersama kak Berli. Sepertinya aku harus memesan makanan dan memakannya sambil bekerja. Huh berarti aku harus segera mengabari kak Berli". Ucap Aditya yang langsung menekan nomor ponsel Berli. Ia takut Berli menunggunya
"Hallo Aditya?". Jawab Berli di sebrang telpon
"Kak aku minta maaf, ternyata pekerjaan ku belum selesai. Jadi sepertinya aku akan meminta di kirimkn makanan dan memakannta disini. Aku tidak bisa makan bersama kakak di kantin. Maaf ya kak". Ucap Aditya
"Ah begitu, tidak apa apa Aditya. Kau kerjakan saja pekerjaan mu, tapi ap kau perlu bantuan?". Balas Berli tak lepas dari tatapan intens Felix
"Baik Aditya". Balas Berli dan menutup telpon nya
"Siapa?". Tanya Felix
"Aditya, dia tidak bisa makan bersama kita karena ia masih banyak pekerjaan". Jawab Berli
"Baguslah". Ucap Felix tersenyum menyeringai
"Apanya yang bagus?". Tanya Berli spontan
__ADS_1
"Tidak ada". Jawab Felix singkat
"Apa pacarmu tidak marah jika tahu kau selalu bersamaku, maksud ku.. Kita, ah entahlah". Tanya Berli bingung menyampaikan maksud nya kepada Felix
"Kenapa harus marah?". Ucap Felix menahan tawa
"Aku pun jika memiliki pacar, aku akan marah saat pacarku selalu bersama wanita lain". Jawab Berli spontan
"Jadi kau tidak marah saat aku berboncengan dengan nya?, bukankah dia wanita lain?". Jawab Felix tersenyum tipis
"Maksud mu?". Tanya Berli bingung
"Dia bukan siapa siapa. Ibuku yang menginginkan nya. Bukan aku". Jawab Felix dengan nada malas nya
"Jadi kau tidak punya pacar?". Tanya Berli
"Ada". Jawab Felix dingin sambil tersenyum tipis
"Siapa?". Tanya Berlu heran. Ia menahan cemburu di hatinya
"Temui dia di depan cermin". Ucap Felix tersenyum menyeringai
'Apa maksud Felix?, jadi dia sudah memiliki kekasih meskipun bukan wanita itu?, apa maksud nya di depan cermin?, cermin mana?, aku benar benar tidak mengerti'. Batin Berli dengan kebingungannya. Ia benar benar tidak bisa mencerna perkataan Felix. Felix hanya tersenyum melihat Berli kebingungan
"Sudahlah, cepat makan makananan mu. Nanti malam kau harus bersiap, aku akan menjemputmu". Ucap Felix yang kembali membuat Berli terkejut
__ADS_1
"Kemana?". Tanya Berli bingung