DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 53 - Penurunan Signifikan


__ADS_3

"Aditya, bagaimana pekerjaan mu yang ku beri kemarin?". Tanya David yang kini berada di tempat nya bekerja


"Aku sudah menyelesaikan nya pak, tapi sepertinya ada penurunan yang sangat signifikan pada penjualan". Jawab Aditya sambil menatap komputer yang ada di depan nya


"Bagaimana bisa?, kenapa mendadak mengalami penurunan?". Ucap David terkejut dan langsung mengecek komputer Aditya


"Begini pak, sepertinya banyak konsumen yang membatalkan pembelian nya pada pabrik kita. Kemarin saja mereka membatalkan setengah dari pesanan mereka. Entah apa yang terjadi pak". Aditya menjelaskan


"Baiklah, aku akan membicarakan ini pada Bu Inez". Jawab David yang pikiran nya benar benar kalut


"Pak, saran ku mungkin kita harus menambah performa kualitas barang dan mungkin kita juga harus menambah tenaga pemasaran yang handal". Aditya memberi saran


"Kau benar juga, sebelum pabrik ini mengalami kebangkrutan kita harus mencegah nya. Terimakasih Aditya, kau benar benar bisa di andalkan". Ucap David sambil menepuk pundak Aditya


"Bukan apa apa pak". Jawab Aditya ramah


......................


'Apa aku bersalah dengan terus mengingat kesedihan ku dan sulit untuk memaafkan Abian?, tetapi aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri, aku memang masih sakit hati oleh nya'. Batin Berli saat ia mengerjakan pekerjaan nya.


"Ani". Ucap seorang wanita mengejutkan Berli


"Laura?". Jawab Berli terkejut melihat sahabatnya ada disini

__ADS_1


"Apa kau merindukan aku?". Tanya Laura sambil memeluk Berli


"Iya". Jawab Berli tersenyum dan membalas pelukan Laura


"Tapi kenapa kau ada disini?". Tanya Berli heran


"Aku sudah mengajukan tentang shift kepada Pak David kemarin, dia bilang aku bisa bekerja kembali sewaktu denganmu. Karena Sherly tidak ada disini". Jawab Laura semangat


"Ahhh aku sangat senang". Jawab Berli yang sangat senang dengan kedatangan sahabatnya.


"Baiklah, ayo kita bekerja. Sebelum kita terkena masalah karena asyik mengobrol hahaha". Ajak Laura


"Hahah baiklah baiklah". Jawab Berli dan langsung kembali bekerja


......................


"Terimakasih sayang, anak mama sangat peduli ya". Jawab Bu Inez bahagia


"Tentu saja, calon suamiku ini memang sangat baik". Ucap Jovanka percaya diri


"Tidak usah berhalusinasi". Ketus Felix tak suka


"Felix, tidak baik seperti itu nak. Kau sangat cocok dengan Jovanka, memang nya apalagi yang kau tunggu?". Sahut Bu Inez

__ADS_1


"Felix akan menentukan sendiri ma". Jawab Felix tanpa melirik sedikitpun kepada Jovanka


'Dasar pria menyebalkan. Bahkan aku harus menurunkan harga diriku demi mendapatkannya'. Batin Jovanka kesal


"Selamat Pagi Bu Inez, tuan, dan nyonya". Ucap seorang perawat ramah. Ia datang untuk mengontrol keadaan Bu Inez


"Selamat pagi sus". Jawab Bu Inez sambil tersenyum


"Bagaimana sarapan nya bu?, apa makanan nya enak?". Ucap perawat sambil mengecek alat infus Bu Inez


"Iya sus, saya sudah baikan. Saya sudah siap untuk pulang". Jawab Bu Inez penuh semangat


"Baiklah, saya periksa dulu ya bu". Ucap suster sambil memeriksa keaadan Bu Inez


"Apa benar benar bisa pulang sekarang sus?". Sahut Felix setelah melihat perawat memeriksanya


"Iya tuan, bahkan jika sudah tidak sabar, setelah sarapan nya selesai Bu Inez bisa pulang. Sepertinya keadaan nya sudah membaik dan Bu Inez pun sepertinya sudah tidak sabar ya". Ucap Perawat sambil tersenyum


"Iya sus". Jawab Bu Inez bahagia


"Felix akan menyelesaikan masalah administrasi nya ma, mama tunggu sebentar ya". Ucap Felix dan langsung bergegas pergi keluar


"Kak, mau kemana?". Tanya Romi yang sedari tadi berada di luar ruangan Bu Inez

__ADS_1


"Aku akan menyelesaikan administrasi. Kau jaga mama di dalam". Jawab Felix dan berlalu pergi.


__ADS_2