DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 96 - Video Call


__ADS_3

"Nak... Kau darimana saja?". Ucap Bu Inez menghampiri Felix yang baru saja datang. Ia hendak masuk ke kamarnya


"Ehh mama". Ucap Felix menyalami tangan Ibunya


"Kau darimana saja sayang?". Tanya Bu Inez pura pura tak tahu


"Aku hanya keluar mencari angin saja ma. Mama dan Romi, darimana?, kenapa ponsel kalian tidak aktiv?". Tanya Felix


"Ah iya, mama lupa mengabarimu nak. Ayah Prianka meninggal dunia. Jadi sejak siang kami berada di rumah Prianka". Jawab Bu Inez


"Inallilahiwainailaihirojiun.... Kenapa mama tidak memberitahuku?". Felix terkejut


"Iya nak, maafkan mama, tadi mama panik dan segera kesana. Jadi mama tidak ingat denganmu. Tidak apa apa tidak hadir di pemakamannya, kau doakan saja semoga almarhum husnul khotimah ya sayang". Jawab Bu Inez


"Iya ma". Ucap Felix


"Ya sudah, kau istirahat ya sayang. Ini sudah malam". Ucap Bu Inez


"Baik ma. Felix pamit ke kamar". Jawab Felix dan beralu pergi ke kamarnya


'Aku akan menanyakan hal ini besok'. Batin Bu Inez menatap kepergian anaknya.


'Apa Berli sudah tidur?. Kenapa aku jadi merindukannya, padahal kami baru saja bertemu. Apa aku sudah benar benar mencintainya sedalam itu?'. Batin Felix yang kini sudah merebahkan tubuh nya di atas ranjang. Ia sedang asyik menatap langit langit kamarnya


"Apa aku harus menelpon nya?". Ucap Felix sambil meraih ponsel nya di nakas


"Ada apa denganku, kenapa aku jadi tidak bisa tidur seperti ini. Huh mood ku benar benar berantakan". Gumam Berli yang masih berguling guling di atas kasurnya. Sejak tadi ia berusaha tidur, namun tidak bisa.


"Aku harus menelpon nya. Mungkin dia juga belum tidur". Ucap Felix dan langsung menekan nomor ponsel Berli


Ddrrttttt,,, tiba tiba ponsel Berli bergetar.


"Felix..? untuk apa menelpon". Ucap Berli heran


"Iya, ada apa menelponku?". Jawab Berli kepada Felix di sebrang telpon

__ADS_1


"Tidak, aku hanya memastikan kau sudah tidur atau belum. Ternyata belum". Jawab Felix di sebrang telpon


"Iya. Aku tidak bisa tidur". Jawab Berli


"Kenapa?, kau merindukan aku?". Ucap Felix terkekeh di sebrang telpon


"Tidak". Jawab Berli menahan bahagia di hatinya


"Kau tidak perlu menyembunyikannya". Ucap Felix


"Hmm memang tidak". Jawab Berli


"Kau bilang tadi mengantuk?, kenapa tidak tidur hm?". Tanya Felix lembut di sebrang telpon


"Iya, sebentar lagi aku akan tidur". Jawab Berli


"Baiklah. Tapi sebelum itu, ku harus menjawab pertanyaanku". Ucap Felix


"Apa?". Tanya Berli


"Kenapa aku marah? Aku tidak apa apa". Jawab Berli


"Sepertinya kau sedang badmood. Kenapa?". Tanya Felix di sebrang telpon


'Ternyata firasatnya tajam juga'. Batin Berli


"Tidak, kenapa aku harus badmood". Jawab Berli menutupi perasaan nya


"Baiklah, kita lihat. Besok hidung mu pasti akan bertambah panjang karena berbohong". Ucap Felix tertawa renyah di sebrang telpon


"Kau ini". Ucap Berli tersenyum. Seketika mood nya kembali membaik, karena Felix menelpon


"Jadi kau tidak akan mengaku?, kalau begitu kau akan di tahan". Ucap Felix bergurau pada wanita yang di cintainya ini


"Kau ini, sejak kapan bisa menghibur?". Ucap Berli sambil tersenyum

__ADS_1


"Sejak mengenal wanita bawel sepertimu". Jawab Felix tersenyum bahagia


"Jadi menurutmu aku bawel?. Itu karena kau es batu". Ucap Berli sambil mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah, maafkan aku nyonya Berlian". Ucap Felix mencoba menghibur Berli


"Kau bisa memanggilku Berli, tidak perlu Berlian". Ucap Berli yang kembali antusias


"Tidak, aku mau memanggilmu Berlian saja. Aku tidak mau sama seperti orang lain". Ucap Felix tersenyum


"Baiklah, terserah kau saja". Jawab Berli


"Baiklah, aku akan menemanimu tidur". Ucap Felix membuat Berli terkejut


"Apa maksudmu?, aku tidak mau". Ucap Berli terkejut


"Tidak, maksudku kau angkat panggilan video call ku. Agar aku bisa memastikan kau tidur atau belum. Ayo". Ucap Felix yang langsung mengalihkan panggilannya menjadi panggilan video


"Kau ini". Ucap Berli yang kini wajahnya terlihat oleh Felix di sebrang telpon


"Baiklah, nyonya Berlian, sekarang kau harus tidur. Besok kau harus menemuiku di tempat kerja. Ah iya, maaf.... Maksudku.. Kita akan bertemu saat aku menjemputmu besok pagi". Ucap Felix sambil tersenyum


"Baiklah tuan es batu. Aku akan tidur". Ucap Berli sambil tersenyum menatap wajah tampan Felix di layar ponselnya


"Baiklah, jangan matikan call nya. Biar nanti aku yang mematikannya. Sekarang kau tidur. Ayo... Nina bobok ohh nina bobokk.. ". Ucap Felix bergurau


"Felix kau ada ada saja". Ucap Berli tertawa renyah


"Baiklah, sekarang kau tidur. Kau pasti akan memimpikan pergi ke turki". Ucap Felix terkekeh


"Tentu saja, aku akan pergi kesana nanti". Ucap Berli tersenyum percaya diri


"Baiklah, kau tidur saja. Biar aku temani". Ucap Felix


Perlahan Berli yang sedari tadi sulit tidur, kini mulai memejamkan matanya sampai terlelap. Felix sedari tadi menatap intens setiap inchi wajah cantik Berli yang matanya terlelap

__ADS_1


"Kau sungguh Berlian ku". Gumam Felix yang masih asyik menatap wajah cantik itu


__ADS_2