DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 234 - Dimana


__ADS_3

"Jika begini, aku akan bangkrut. Bagaimana bisa semua ini terjadi". Ucap Bu Inez penuh kesal. Ia kini berada di toilet bank itu. Ia meluapkan kekesalan nya disana.


"Anak-anak itu. Pasti mereka yang melakukan nya!. Aku tidak akan diam". Umpat Bu Inez kembali.


......................


'Mengapa semua terjadi begitu beruntun. Kemarin, keuangan perusahaan. Dan yang terjadi hari ini, apa mungkin yang melakukan nya adalah orang yang sama?'. Felix membatin di sebuah ruangan yang ia tempati sekarang, yang tak lain adalah di kantor bank.


"Berli?. Aku lupa mengabarinya. Ia pasti sedang menungguku". Ucap Felix yang tersentak saat mengingat Berli. Segera ia merogoh ponsel di saku nya.


"Low bat?. Bagaimana ini". Ia semakin cemas saat ternyata ponsel nya tidak terisi daya.


......................


'Ternyata Felix tidak menemuiku. Apa mungkin ia sedang sibuk, sampai sampai tidak makan siang denganku?. Semoga saja sepulang nanti dia akan menemuiku'. Berli membatin. Pandangan nya terus mengitari ambang pintu. Kini ia sudah menyelesaikan makan siang bersama David dan Aditya.


"Berli, apa kau tahu?. Sedang beredar rumor tentang pembobolan rekening Bu Inez yang nilai nya tidak sedikit. Aku jadi takut, bagaimana jika Bu Inez bangkrut dan kita semua di PHK". Ucap Vio yang tak lain adalah teman sepekerjaan Berli, entah mengapa tiba-tiba Vio berkata demikian.


"Apa?. Tapi, siapa yang menyebarkan rumor itu?". Berli menggeryit, tidak menyangka.

__ADS_1


"Memang nya kau tidak dengar?. Sepertinya sebagian orang sudah tahu". Ucap Vio.


"Maka dari itu, aku sedang mencari lowongan pekerjaan lain. Sebenarnya aku tidak mau keluar dari tempat ini. Tetapi, aku lebih berjaga jaga. Sebaiknya kau juga begitu, Berli". Tambah Vio memberi saran.


"Begitu ya, baiklah. Terimakasih". Ucap Berli, namun ia masih heran. Ia berniat untuk menceritakan nya pada Felix.


......................


"Aditya, ternyata kabar itu benar. Ada oknum yang membobol rekening Bu Inez". Ucap David yang mata nya masih menatap monitor.


"Apa?. Bagaimana bisa Pak?". Ucap Aditya terkejut.


"Iya pak, aku pun begitu". Balas Aditya.


......................


"Kakak, sedang apa?. Mengapa hari ini rasanya berbeda?". Ucap Adelard yang tengah menggoda sang kakak. Ia melihat lathesia yang setia berada di depan cermin.


"Adelard kau ini. Selalu menggodaku". Ucap Lathesia tersenyum. Namun ia masih menatap bayang dirinya di cermin. Ia merasa istimewa hari ini.

__ADS_1


"Siapa yang akan kakak temui?". Balas Adelard kembali menggoda


"Siapa ya, kau bisa menebaknya?". Balas Lathesia.


"Kak Felix?". Ucap Adelard menebak.


"Tepat sekali.". Ucap Lathesia sumbringah.


"Kalian sudah kembali bersama kak?". Adelard ragu


"Hmm.. Tidak. Tapi aku yakin, kami akan kembali bersama". Ucap Lathesia membuat hatinya senang.


"Baiklah kak, syukurlah. Aku senang mendengarnya. Oh ya, aku pamit untuk kembali ke kampus, oke?". Ucap Adelard kembali berpamitan.


"Ya sudah, hati-hati di jalan ya". Ucap Lathesia tersenyum manis.


Adelard melenggang untuk kembali ke kampus, karena memang masih ada jam pelajaran yang harus di lakukan. Ia pulang sebentar untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.


"Semoga Felix menyukai penampilanku malam ini. Aku jadi tidak sabar. Semoga semua berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun". Gumam Lathesia sambil tersenyum di depan cermin

__ADS_1


__ADS_2