
"Prianka sayang, kau akan pergi kuliah?. Tapi kenapa sepagi ini nak?". Tanya Pak Ardito yang melihat anaknya sudah rapi
"Iya Ayah, Prianka ingin berjalan jalan saja terlebih dahulu sebelum pergi ke kampus. Jadi Prianka pergi pagi pagi agar banyak waktu". Jawab Prianka sambil tersenyum
"Kau pergi bersama Romi?". Tanya Pak Ardito
"Tidak ayah, Prianka pergi sendiri saja"
"Assalamualaikum". Ucap seseorang mengejutkan anak dan ayah tersebut
"Waalaikusalam, wah kebetulan... Pucuk di cinta ulam pun tiba haha". Ucap Pak Ardito menyambut kedatangan Romi
"Romi?". Ucap Prianka terkejut
"Nak, kau datang untuk menemui Prianka kan?". Tanya Pak Ardito menepis pundak Romi
"Tentu saja om". Ucap Romi tersenyum ke arah Prianka
"Ya sudah, pergilah nak". Ucap Pak Ardito ke arah Prianka
"Tapi kenapa kau tiba tiba datang Rom?". Tanya Prianka yang sebenarnya senang dengan kedatangan Romi
"Entahlah, tiba tiba aku ingin mengajak mu jalan jalan pagi sebelum ke kampus". Jawab Romi tersenyum
"Ternyata kalian sehati ya, ayo.. Pergilah sebelum terlambat". Ucap Pak Ardito bahagia
"Baiklah ayah, Prianka pamit. Assalamualaikum". Ucap Prianka mengecup tangan ayah nya
"Romi pamit om, assalamualaikum". Ucap Romi sambil menyalami tangan Pak Ardito
"Baiklah, jaga Prianka ya nak". Ucap Pak Ardito sambil tersenyum
......................
"Aku harus segera pergi, pasti aku akan terlambat. Huh gara gara aku menonton film semalam jadi aku terlambat bangun". Ucap Berli yang sudah siap untuk pergi ke pabrik.
Ia memang terlambat bangun karena semalam ia begadang. Untung saja pagi ini tidak turun hujan
"Lain kali jika sudah malam tidurlah". Ucap seseorang mengejutkan Berli yang masih mengenakan sepatu di teras
"Felix?". Berli terkejut melihat Felix tiba tiba datang
"Film apa yang kau tonton sampai sampai kesiangan seperti ini?". Tanya Felix
"T..... Tidak". Jawab Berli gugup
"Baiklah, cepat... Kita akan pergi bersama". Ucap Felix dingin
__ADS_1
"Aku b....". Balas Berli, namun ucapannya di potong oleh Felix
"Aku bisa pergi sendiri. Tidak perlu repot repot. Itu kan yang ingin kau katakan?". Ucap Felix terkekeh.
"Ya sudah, aku ikut denganmu". Ucap Berli merasa kalah. Ia mulai melenggangkan kakinya untuk pergi
"Lian?". Ucap seseorang yang lagi lagi membuat Berli terkejut pagi pagi buta
"Pak David?". Berli gugup saat melihat ekspresi David yang menatap kebersamaan nya dengan Felix
"Untuk apa kau berada disini?". Ketus Felix
"Menjemputnya, ayo Berli". Ucap David penuh harap
"Aku yang akan mengantarnya pergi bekerja". Sahut Felix tidak mau kalah
"Kemarin dia pergi bersamaku, berarti sekarang juga dia akan pergi bersamaku". Jawab David
"Apa salahnya jika hari ini dia pergi bersamaku?, aku yang duluan sampai di tempat ini". Ucap Felix
"Aku yang akan menjadi calon suaminya". Ucap David penuh penekanan berharap Felix menyerah
"Hahah apa maksudmu, kau sangat bangga bahkan saat baru akan menjadi calon". Balas Felix terkekeh
Berli yang sudah muak dengan perdebatan pria tampan di depannya, sedari tadi ia menyelinap pergi mendahului. Ia sadar ia sudah terlambat dan tidak ada waktu untuk menunggu mereka. Makannya ia pergi naik angkutan umum tanpa di ketahui mereka berdua.
"Kau hanya bermimpi, bangunlah.... Ini sudah siang". Jawab Felix
"Lian?". Ucap David yang baru sadar jika Berli sudah tidak ada di antara mereka
"Kemana dia?". Ucap Felix
"Ini semua karena kau mengajakku berdebat". Ucap David
Kedua pria tampan itupun bergegas pergi untuk menyusul Berli, berharap Berli belum jauh. Mereka pun menaiki kendaraan nya masing masing dengan tergesa gesa
"Apa yang mereka lakukan, aku sudah terlambat dan masih sempat sempat nya mereka berdebat pagi pagi begini". Gerutu Berli dan langsung menaiki kendaraan umum yang melintas didepannya
"Hei kau!. Mobilku mogok, tolong bantu aku". Ucap David yang baru saja akan menyalakan mobilnya, namun ternyata tak kunjung hidup. Untung saja Felix belum pergi dan masih berusaha menyalakan mesin motornya
"Hahah kau meminta bantuan ku?". Ucap Felix yang langsung turun dari motornya. Ia tertawa mendengar perkataan David
"Apa salah nya kau membantuku?, kau penyebab nya kan". Ucap David sambil turun dari mobilnya
"Apa salahku?, mulutku hanya aku gunakan berdebat denganmu, bukan untuk menggerogoti mesin mobilmu". Jawab Felix
"Baiklah, sekarang bantu aku mendorong mobilku sebelum terlambat". Ucap David tegas
__ADS_1
"Lain kali, kau jangan menggunakan mobil bekas peninggalan kapal titanic". Ucap Felix yang menepis mobil David. Ia dan David lalu mendorong nya
......................
"Romi, kenapa kau ingin mengajakku jalan jalan?, maksudku ini suatu kebetulan kan.....Jadi kita bisa pergi bersama". Ucap Prianka yang kini sedang berjalan jalan dengan sang mantan kekasihnya
"Iya, aku tidak tahu tiba tiba saja aku ingin mengajakmu, dan ternyata kau juga sudah berencana untuk ini". Jawab Romi bahagia
"Lalu kendaraanmu di simpan dimana?". Tanya Prianka
"Aku menyimpan nya di parkiran kampus, dan aku pergi ke rumah mu". Jawab Romi tersenyum. Jarak kampus dan rumah Prianka memanglah dekat, makannya Prianka ingin berjalan jalan sebelum ke kampus
"Baiklah, apa kau sudah sarapan?". Tanya Prianka
"Belum". Jawab Romi
"Apa lebih baik kita sarapan terlebih dahulu?, lihat.. Disana ada penjual bubur". Ucap Prianka yang melihat ada penjual bubur di sebrang
"Boleh". Jawab Romi sambil tersenyum
Mereka berdua pun segera pergi ke tempat yang ingin mereka tuju
......................
"Berli, kau datang sendiri?". Tanya Laura yang kini menyambut kedatangan Berli. Berli memang sudah sampai di tempatnya bekerja
"Iya Laa, aku tahu aku terlambat. Ha dasar pria pria itu membuatku kesulitan pagi pagi buta". Ucap Berli yang nafas nya terengah engah karena Berlari dari simpang jalan
"Siapa? ". Laura heran
"Pak David dan Felix, mereka malah berdebat di rumahku". Ucap Berli kesal
"Hahah aku mengerti, ayo.. Minumlah dulu, lalu bekerja oke?". Ucap Laura sambil memberikan Berli minum
......................
"Sampai kapan kita mendorongnya? Bahkan motor ku tertinggal disana". Ucap Felix yang masih setia membantu David. Mereka mendorong mobilnya untuk mencari bengkel terdekat
"Kau lihat ke kiri dan kanan mu, semoga saja ada bengkel di sekitar sini". Ucap David yang sudah lelah karena mendorong mobilnya
"Apa aku bersiap pagi pagi hanya untuk mendorong mobilmu?". Protes Felix
"Lagipula apa kau tidak suka mengontrol keadaan mobilmu?, kau bergaya saja seperti pejabat tapi mobilmu mogok". Tambah Felix yang mulai lelah
"Aku tidak sempat, sudahlah bantu saja". Ucap David yang terengah engah
"Lihat, di sana ada bengkel". Ucap Felix yang melihat ada bengkel tak jauh dari tempatnya mendorong mobil
__ADS_1
"Baiklah, ayo.. Sedikit lagi kita sampai". Ucap David yang kembali bersemangat mendorong mobilnya