
Toktoktok,, suara ketukan pintu itu kembali terdengar di rumah kost Berli
"Felix?". Ucap Berli terkejut saat melihat seseorang di ambang pintu. Ada perasaan sedih dan bahagia saat melihatnya. Felix datang dengan pakaian rapi dan wangi. Sangat berbeda dengan malam biasanya.
"Bagaimana? Kau sudah siap?". Ucap Felix tersenyum manis bak menjemput seorang ratu.
"Felix, ku pikir kau tidak akan menjemputku. Jadi, aku belum bersiap-siap. Tetapi aku hanya butuh waktu sebentar. Kau tidak keberatan menunggu ku kan?". Ucap Berli gugup.
"Bahkan menunggu selamanya, akan aku lakukan". Ucap Felix manis.
"Kau ini.. ". Ucap Berli.
"Oh ya. Tentang tadi siang, aku minta maaf jika tidak mengabarimu. Aku ada urusan di luar, dan ponsel ku low bat. Aku minta maaf ya tuan putri". Ucap Felix menundukan kepalanya.
"Felix, kau berlebihan. Tidak apa-apa.. Lagipula Aditya mengantarku pulang. Itu bukan masalah sama sekali". Ucap Berli tersenyum manis.
"Lalu jika malam ini aku tidak jadi menjemputmu, kau akan marah kan?". Ucap Felix menggoda.
__ADS_1
"Hmmm.. Bagaimana menurutmu?". Ucap Berli
"Ya. Kau akan marah, kau pasti tidak sabar ingin bertemu orang tuaku. Ibuku juga tidak sabar ingin melihat calon menantu nya". Ucap Felix menggoda Berli.
"Felix, kau ini.. ". Berli tersenyum karena Felix tidak berhenti menggoda nya.
"Ya sudah, bersiaplah. Aku menunggumu disini". Ucap Felix.
Berli akhirnya masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaian dan sedikit berhias. Ia tidak ingin membuat Felix malu di hadapan keluarga nya.
Tak berselang lama, Berli kembali dengan pakaian yang Felix berikan. Ia memadukan pakaian itu dengan celana dan hijab berwarna senada. Tak lupa ia mengenakan sedikit sentuhan make up di wajahnya. Membuat wajah cantik nya semakin bersinar. Ia mengenakan sedikit parfum yang beraroma manis. Meskipun ia berdandan sederhana, namun apapun yang ia kenakan selalu indah.
Felix bungkam terkesima melihat Berli yang begitu cantik malam ini. Berli memang cantik, tetapi malam ini kecantikan nya sangatlah luar biasa.
"Felix, kau menatapku seperti itu.. Penampilan ku pasti aneh kan?". Ucap Berli. Ia melihat Felix menatap nya begitu lekat.
"Kau sangat cantik sayang". Ucap Felix yang seketika meraih tangan Berli dan mengecup sedikit punggung tangan nya.
__ADS_1
"Felix.. ". Berli terharu. Ia tersenyum menerima perlakuan Felix yang begitu lembut padanya.
"Jika aku terus menatap kecantikan mu, mungkin malam ini akan berakhir percuma. Ayo, kau sudah siap kan?". Ucap Felix yang menggenggam erat tangan Berli dan menuntun nya ke luar untuk segera pergi.
Berli tersenyum, menerima genggaman Felix yang sama sekali tak melepaskan nya
Setibanya di halaman, Berli tak melihat keberadaan motor yang biasa Felix kenakan.
"Dimana motormu?. Kau datang kesini berjalan kaki?". Ucap Berli bingung.
"Berjalan kaki? ide bagus". Ucap Felix terkekeh.
"Felix, aku bertanya sungguh". Ucap Berli yang masih heran. Sementara Felix sama sekali tak melepas genggaman nya.
"Lewat sini nona". Ucap Felix membuka pintu mobil yang ada di samping nya. Tentu membuat Berli semakin heran.
"Felix, ini mobil milik siapa?". Ucap Berli menatap lekat Felix.
__ADS_1
"Masuklah. Biar ku jelaskan". Ucap Felix lembut. Ia membukakan pintu mobil untuk Berli. Berli pun masuk dengan keadaan bingung.