DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 56 - Abian Pantas Di Beri Maaf


__ADS_3

"Kenapa kau datang kesini di siang hari begini?, maksud ku.... Aku tidak pernah melihatmu datang pagi pagi". Ucap Berli di tengah makan nya


"Apa aku harus selalu menampakkan diri setiap pagi?". Jawab Felix terkekeh


"Bukan begitu, sudahlah". Jawab Berli sambil mengerucutkan bibirnya


"Kau kehujanan tadi pagi?". Tanya Felix yang sibuk dengan makan nya


"Ti.... tidak, aku.... aku di jemput oleh Pak David tadi". Jawab Berli gugup, entah kenapa ia sangat cemas saat mengatakan hal itu.


Namun apapun yang terjadi, ia harus tetap berkata jujur


"Begitu ya?". Jawab Felix singkat sambil melirik Berli. Sungguh ini di luar dugaan nya.


'Aku kira dia akan marah'. Berli membatin tak lepas dari pandangan Laura di bangku samping nya


"I.. Iya". Jawab Berli gugup


"Kenapa kau begitu cemas?". Tanya Felix dingin. Meskipun hatinya begitu cemburu


"Ti... Tidak. Sudahlah". Jawab Berli dan langsung meneruskan makan nya


"Berli.. ". Suara pria itu tiba tiba menggema di tempat itu


"Abian?". Ucap Berli terkejut melihat Abian ada di depan nya saat ia bersama Felix. Dengan refleks ia langsung berdiri. Entah apa yang akan Abian bicarakan


"Berli, aku hanya ingin meminta maaf padamu". Ucap Abian terbata tak mempedulikan Felix


"Setelah yang kau lakukan, dengan mudah kau meminta maaf?". Sahut Felix dan langsung berdiri


"Aku tahu aku salah, aku ingin menebus kesalahan ku. Tolong maafkan aku Berli". Ucap Abian menyatukan kedua tangan nya


Berli hanya terpaku dengan kedatangan Abian


"Lantas untuk apa kau masih disini?, kau ingin mengatakan hal kotor apalagi padanya?". Ucap Felix yang darah nya mendidih melihat Abian

__ADS_1


"Felix, sudah. Abian, kau duduklah". Sahut Berli baru membuka suara. Ia memilih untuk mengikuti saran dari sahabat nya tadi.


Sementara Laura hanya menyimak dari tempat duduknya saat ini. Ia tidak ingin ikut campur dengan masalah pribadi Berli tanpa diminta


"Kau mau memaafkan aku kan?". Ucap Abian yang kini duduk di depan Berli dan Felix


"Aku memaafkan mu Abian, tapi untuk menjadi teman baik mu seperti dulu, mungkin aku butuh waktu". Jawab Berli menunduk


"Tapi kenapa?". Jawab Abian penuh penyesalan


"Aku butuh waktu Abian, aku harap kau bisa mengerti". Jawab Berli mengalihkan pandangannya ke sembarang arah


"Baiklah, aku mengerti Berli. Terimakasih kau sudah memaafkan aku, aku harap kau bisa menerimaku lagi seiring berjalan nya waktu". Ucap Abian yang mulai melenggangkan kakinya. Namun tertahan oleh Felix


"Tunggu". Ucap Felix membuat langkah Abian terhenti. Abian hanya berhenti tanpa menoleh


"Lidah itu seperti singa, jika kau membiarkan nya lepas, ia akan melukai seseorang. Lain kali pikirkan sebelum berucap". Ucap Felix membuat Abian merasa tertampar


Berli hanya terdiam dengan perasaan nya yang belum benar benar melupakan kesalahan Abian.


-Lidah itu seperti singa, jika kau membiarkannya lepas, ia akan melukai seseorang-


Ali bin Abi Thalib.


......................


"Bagaimana Neel?, kita pergi sekarang?". Tanya Adelard yang kini sudah berada di luar ruangan kampus nya


"Iya, ayo". Jawab Neel.


Mereka berdua pun bergegas pergi untuk mendatangi kediaman Romi. Tentu untuk menjenguk Bu Inez.


"Adelard, Neel Fataq!". Suara itu berhasil mengejutkan mereka berdua. Seketika kedua pria itu membalikan badan nya karena merasa terpanggil


"Prianka?". Neel terkejut

__ADS_1


"Haii... Apa kabar?". Tanya Prianka yang langsung menghampiri mereka berdua


"Kami baik baik saja, bagaimana kabarmu?". Sahut Adelard sambil tersenyum.


Prianka Caliana adalah gadis cantik mantan pemilik hati pemuda tampan yang tak lain adalah Romi Fiswanata Alshar.


Ya, Prianka adalah kekasih Romi pada masanya. Mereka terpaksa mengakhiri hubungan nya karena Prianka harus pindah ke luar kota. Hal itu di sebabkan karena kesalah pahaman saat mereka berhubungan jarak jauh "LDR". Tentu Neel dan Adelard sangat kenal dekat dengan Prianka, mantan kekasih sahabatnya itu.


Pembaca setiaku pernah ga ngalamin LDR?, bisik bisik kuy di kolom komentar😜


"Ya, beginilah... Sekarang aku kembali lagi ke kota ini". Jawab Prianka sambil tersenyum


"Kenapa?, kau merindukan Romi? hahaha". Sahut Neel terkekeh


"Tidak, ayah ku di pindah tugaskan ke kota ini. Ya, aku rindu sekali dengan kota ini.. Disini banyak sekali kenangan. Dan aku akan kembali ke kampus ini". Jawab Prianka semangat sambil mengedarkan pandangan nya ke sekeliling


"Kenangan bersama Romi?". Adelard terkekeh


"Salah satunya itu, tapi... Aku pikir Romi pasti sudah melupakan aku bukan?, tidak masalah... Setiap orang memiliki masalalu yang harus di lupakan". Jawab Prianka tersenyum


"Justru kau salah, sekarang Romi malah sepertinya belum melupakan mu". Jawab Neel tertawa tipis


"Tapi kenapa?". Prianka bingung


"Dia sepertinya tidak bisa menemukan penggantimu". Sahut Adelard terkekeh


"Kau bisa saja, tapi dimana dia sekarang?". Tanya Prianka yang tak menemukan sosok yang ia rindukan


"Dia tidak hadir, ibunya sakit. Kita akan kerumah nya untuk menjenguknya. Kau ingin ikut?". Jawab Adelard


"Begitu ya, aku pikir aku tidak perlu ikut kesana. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika aku tiba tiba datang". Ucap Prianka yang sebenarnya benar benar ingin bertemu Romi


"Tidak masalah, justru ini akan menjadi kejutan bukan?". Sahut Neel sambil menyiku lengan Adelard


"Neel benar, ikutlah dengan kami. Romi juga pasti merindukan mantan nya ini hahaha". Ucap Adelard menggoda Prianka

__ADS_1


Setelah berbincang, akhirnya Prianka memutuskan untuk ikut dengan mereka. Tentu Prianka ingin melepas kerinduan nya pada Romi.


__ADS_2