DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 20 - Curiga


__ADS_3

"hari ini aku benar benar lelah, huh tapi besok harus kembali bekerja, rasanya aku ingin tidur saja seharian, tapi tidak bisa". Ucap seorang gadis pada dirinya sendiri karena sudah lelah menjalani hari ini. Namun besok ia harus kembali menjalankan aktivitas nya seperti biasa. Ia adalah Berli yang kini tengah beristirahat di kamar sederhana kesayangannya. Pikirannya saat ini tertuju pada sosok Felix, ia benar benar bahagia saat mengingat hal yang sudah ia lalui hari ini, hatinya benar benar berbunga bunga. Rasanya rasa lelah itu sama sekali tidak ada apa apa nya di banding rasa bahagia nya hari ini.


........


"aku sudah melakukannya kak, aku benar benar puas saat melihat ia memakan makanan yang sudah ku tambahkan racun di dalam nya". Ujar seorang pemuda kepada kakaknya. Ia sangat puas karena kini langkah keji nya berjalan mulus sesuai yang ia inginkan.


"bagus, kau memang adikku yang terbaik. Terus dekati mereka dan pantau terus keadaan nya. Kita akan menjalankan langkah selanjutnya setelah ini". Balas sang kakak kepada adiknya. Senyuman menyeringai penuh kepuasan itu terlukis sempurna di wajah nya


.......


"ma, bangun ma..... Mama kenapa?". Ucap Romi yang berusaha menyadarkan ibu nya. Ia menempatkan ibu nya di pangkuan nya, ia benar benar khawatir kenapa ibu nya yang tiba tiba tak sadarkan diri.


"romi, siapakan mobil sekarang!!. Kita harus bawa ibu ke rumah sakit ayo!!". Ucap Felix kepada adik nya. Ia benar benar panik. Sherly, Adelard dan Bi Esin yang tak lain adalah asisten rumah tangga Bu Inez pun ikut panik dan membantu. Sedangkan sejak tadi Neel dan Jovanka sama sekali tidak terlihat, entah kemana pergi nya mereka berdua.


Mereka pun bergegas pergi ke rumah sakit untuk memberikan pertolongan kepada Bu Inez. Bu Inez sama sekali tidak terbangun selama perjalanan. Ia sama sekali tidak sadarkan diri. Felix yang kini sedang berusaha menyadarkan wanita yang ada di pangkuannya benar benar khawatir pada keadaan nya. Sementara di kursi depan mobil di isi oleh Sherly dan Romi yang menyetir dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Adelard menyusul menggunakan motor sport merah miliknya


"kenapa tante bisa seperti itu?apa mungkin tante sakit?". Ujar Sherly dengan suara panik nya


"aku tidak tahu, tadi mama baik baik saja. Mama tidak terlihat seperti orang sakit, bahkan sebelumnya mama tidak pernah seperti ini". Jawab Felix yang berada di kursi belakang mobil dengan suara panik nya


"apa jangan jangan tante keracunan makanan?". Tanya sherly kembali

__ADS_1


Deggg,,,


pertanyaan sherly membuat pikiran Romi tertuju pada ancaman ancaman yang selalu ia dapatkan dari orang misterius itu. Namun siapa orang misterius itu? Kenapa ia bisa meracuni ibunya bahkan saat di rumah nya sendiri


"tidak mungkin, bi esin bekerja di rumah sudah bertahun tahun. Tidak mungkin gara gara makanan yang di buat bi esin. Buktinya kita baik baik saja dan hanya ibu yang terdampak". Jawab Felix logis. Karena memang sebelumnya kejadian ini tidak pernah terjadi. Felix benar benar bingung atas kejadian yang menimpa ibunya


"apa mungkin ada yang sengaja menuangkan racun ke makanan tante?". Tanya Sherly penuh curiga, entah kecurigaan nya itu di tujukan pada siapa.


"tapi siapa? bahkan kita hanya mengundang orang terdekat dan sama sekali tidak ada orang asing. Selain Jovanka". Jawab Felix bingung namun seolah menemukan jawaban setelah mengingat Jovanka. Jovanka memang masih terbilang orang asing di keluarga nya.


Mata Romi membelalak saat mendengar pernyataan Felix. Apakah mungkin Jovanka yang melakukan hal sekeji itu pada ibunya? apa ini ada hubungannya dengan ancaman itu? pikiran Romi benar benar kacau. Ia takut setelah ini hal yang semakin parah akan terjadi pada keluarganya. Romi hanya terdiam memikirkan siapa dalang di balik semua ini.


"tapi kak, saat kejadian tante terjadi. Aku sama sekali ga liat satu temen Romi sama Jovanka. Kemana mereka?". Ucap Sherly seolah pikiran nya sudah menerawang siapa dalang di balik kejadian ini.


"t-tidak kak, lagi pula tidak mungkin teman teman ku melakukan itu. Kami berteman sejak dulu, kakak juga tahu itu kan? dan bahkan mereka sangat akrab dengan mama, ini sama sekali tidak mungkin jika kedua teman ku yang melakukan nya". Jawab Romi gugup saat mendapat pertanyaan itu dari kakak nya. Pasalnya, kedua temannya itu memang sudah sangat akrab dengan keluarga Romi bahkan ibu nya.


Akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Tanpa menunggu lama, Felix langsung memangku ibu nya yang sama sekali tidak sadarkan diri itu ke ruang UGD, di sana ibu nya mendapatkan perawatan. Felix, Sherly, Adelard, dan Romi masih setia menunggu di depan pintu ruangan dimana Bu Inez mendapat perawatan. Mereka benar benar khawatir akan keadaan Bu Inez. Namun sejak tadi Romi hanya diam melamun memikirkan kejadian yang baru saja menimpa ibu nya.


POV ROMI :


Aku benar benar bahagia, karena malam ini teman teman ku akan berkunjung ke rumah ku setelah sekian lama. Teman yang selalu ada untuk ku, yang selalu ada untuk membantuku saat dalam keadaan susah maupun senang. Entah sejak kapan aku mengenal mereka, bahkan aku lupa kapan pertama kali kami bertemu. Yang jelas aku sudah sangat lama mengenal mereka. Mereka sudah seperti keluargaku sendiri. Keluarga kecil ku yang hanya terdiri dari aku, kakak, dan ibu, seolah bertambah karena kehadiran mereka. Ayah meninggal sebelum aku di lahirkan. Aku hanya bisa memandang foto nya yang terpajang indah di rumah ku. Namun aku tidak merasa kesepian, karena aku memiliki teman baik yang benar benar selalu ada seperti Adelard Rio Dewanta dan Neel Kautsar Fataq.

__ADS_1


Aku setia menunggu kedatangan mereka di rumah ku, aku berpikir apakah mungkin mereka tidak akan datang?. Ah aku akan sangat kecewa jika itu terjadi. Namun saat kegelisahan ku menjadi, seorang wanita menyapaku dengan suara khas ke bule an nya. Ternyata dia adalah calon kakak ipar ku. Sepertinya dia sudah sangat dekat dengan ibuku. Karena dia bilang, dia sudah mengetahui ku dari cerita ibuku. Dia sangat baik dan sepertinya memang tipe orang yang ramah.


Aku sangat senang ketika ternyata orang yang ku tunggu sejak tadi sudah hadir di depan ku. Adelard dan Fataq sudah berada di ambang pintu rumahku. Aku yang masih terdiam di sisi calon kakak iparku langsung membalas pelukan Adelard dan Fataq yang baru datang ke rumahku. Dengan senang hati aku mengenalkan calon kakak iparku kepada mereka karena memang ia masih berada di sisiku.


Aku mulai menyantap hidangan yang ibu ku siapkan bersama bi esin. Aku melihat kebahagiaan dalam raut wajah ibuku karena malam ini rumah nya tidak sepi seperti biasanya. Semua orang menyelesaikan makan malam nya dan ibu masih baik baik saja. Aku berbincang dengan Adelard dan Sherly karena memang hanya mereka yang ada di sana. Aku tidak tahu kemana calon kakak iparku itu pergi, bahkan kakak ku saja tidak mempedulikan nya, apalagi aku "pikirku". Namun aku tahu kemana Fataq pergi, tadi ia memang izin kepadaku untuk ke kamar kecil. Aku mendengar kakak hendak pergi ke kamarnya dan di hentikan oleh ibuku.


Namun betapa terkejutnya aku saat melihat ibuku tiba tiba tergeletak di lantai. Ibu tiba tiba tidak sadarkan diri, padahal sebelumnya keadaan nya baik baik saja. Aku benar benar panik, lalu aku membaringkan ibuku di pangkuan ku. Aku berusaha menyadarkan nya, namun aku sama sekali tidak mendapat respon dari ibuku. Sampai akhirnya aku menyiapkan mobil untuk membawa ibuku ke rumah sakit. Sherly ikut bersama mobilku, Kak Felix membaringakan ibuku di pangkuannya di jok belakang. Sedangkan Adelard ikut menyusul dengan motor pribadi milik nya. Sejak tadi aku tidak melihat Fataq dan calon kakak iparku. Entah kemana perginya mereka berdua, bahkan saat kejadian ini terjadi pun mungkin mereka tidak mengetahuinya.


Aku terkejut saat mendengar penuturan saudara perempuanku Sherly, pemikiran nya seperti sama denganku. Ia bertanya kemana Perginya Fataq dan Jovanka. Aku mulai curiga dengan mereka. Namun aku menghapus kecurigaan ku pada Fataq karena ia tidak mungkin melakukan hal sekeji ini. Namun jika Jovanka, itu bisa saja karena ia adalah orang asing. Sepanjang perjalanan aku terdiam karena pikiran ku terus berputar memikirkan siapa dalang di balik semua ini. Apa mungkin yang di katakan sherly benar?. Apa mungkin ini ada hubungan nya dengan ancaman yang tidak berhenti datang itu?. Ah pikiran ku benar benar kalut.


Sampai pertanyaan kakak ku mengejutkan ku, apa mungkin kakak mulai curiga kepada ku karena aku menyembunyikan masalah ku?. Aku tidak akan memberitahu keluargaku sebelum aku tahu siapa dalang di balik semua ini. Sampai akhirnya tiba di rumah sakit, aku sama sekali tidak melihat keberadaan Neel dan Jovanka. Apa mungkin mereka pelakunya? Ah pikiran ku benar benar kacau.


VISUAL ROMI FISWANATA ALSHAR



INI LOHHHH VISUAL ROMI 🤗🤗🤗


wahhh ganteng ga tuh? ga kalah ganteng yaa sama kakak nya 🤣


Jadi team mana nih?

__ADS_1


Team Felix Atau Team Romi? 😋😋


TERUS DUKUNG KARYA KU DENGAN LIKE AND VOTE KALIAN YAA 🤗🤗


__ADS_2