DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 52 - Luka Di Hati


__ADS_3

"Nak, darimana saja kau kemarin hmm?". Tanya Bu Yuni yang tak lain adalah ibunda Adelard dan Lathesia. Kini mereka tengah berada di meja makan untuk sarapan


"Aku hanya sedikit berlibur dengan teman teman ku ma". Jawab Adelard sambil tersenyum


"Teman atau pacar hm?". Sahut sang ayah yang tak lain adalah Pak Yudi


"Tidak ayah, aku pergi bersama Fataq dan Romi. Itu saja". Jawab Adelard meyakinkan sambil melahap makanan yang ada di depan nya.


Saat mereka berbincang dengan begitu dekatnya, Lathesia hanya duduk terdiam dengan makanan yang sama sekali tak di sentuhnya. Ia hanya melamun tanpa menghiraukan apapun yang ada di sekitarnya


"Kak". Ucap Adelard membuyarkan lamunan Lathesia


"Hm?". Tanya Lathesia yang masih dalam lamunan nya


"Ayo,di makan sarapannya". Ucap Pak Yudi yang tak kuasa melihat keadaan putri nya saat ini


"Aku belum ingin sarapan ayah". Jawab Lathesia murung


"Cantik, ayo di makan sayang. Apa mau mama suapi?". Sahut Bu Yuni sambil menghampiri Lathesia


"Lathesia ke kamar sebentar ya ma". Ucap Lathesia sambil berlalu pergi ke kamar nya


"Bagaimana ini yah?. Keadaan putri kita semakin hari malah semakin memburuk. Ia benar benar tidak bisa melupakan masalah nya". Ucap Bu Yuni sambil menangis


"Ayah akan berusaha mengembalikan Lathesia yang dulu mah". Ucap Pak Yudi meyakinkan


"Iya ma, Rio akan berusaha menghibur kakak. Dan akan membantu kakak bangkit". Ucap Adelard yang tak tega dengan tangisan ibunya.


......................

__ADS_1


"Bagaimana keadaan tante?, apa sudah baikan?". Tanya Jovanka yang kini sudah berada di ruangan Bu Inez


"Iya sayang, nanti siang tante akan pulang. Iya kan Felix?". Ucap Bu Inez yang mengalihkan pandangan nya ke arah Felix yang sedang asyik menatap keluar jendela


"Tentu". Jawab Felix singkat, mood nya memang selalu buruk saat bertemu dengan Jovanka


"Syukurlah, aku berdoa semalaman untuk kesehatan tante. Ternyata doa ku terkabul". Ucap Jovanka semangat


'Pembodohan'. Batin Felix yang geli mendengar perkataan Jovanka


"Terimakasih sayang". Ucap Bu Inez sambil menyapu lembut dagu Jovanka


"Mama?. Apa sudah sehat?". Tanya Romi yang baru saja terbangun dari tidurnya. Dan ia terkejut melihat keberadaan Jovanka


"Kak Jovanka?". Ucap Romi terkejut


"Sudah sayang". Ucap Bu Inez sambil tersenyum


"Maka dari itu, jangan tidur terlalu nyenyak". Sahut Felix


"Haha, aku sangat lelah sekali kemarin kak". Jawab Romi dan langsung bergegas masuk ke kamar mandi.


Memang ruangan Bu Inez saat ini adalah ruangan VIP, tentu saja fasilitas nya sangat memadai sehingga Romi merasa tidur di kamar nya


......................


"Sekali lagi terimakasih banyak pak". Ucap Berli yang kini sudah sampai di tempat nya bekerja


"Bukan apa apa Lian, ayo masuk. Semangat yaa". Ucap David sambil tersenyum ramah menyemangati Berli.

__ADS_1


"Iya pak, assalamualaikum". Pamit Berli dan langsung bergegas masuk ke dalam pabrik


"Aku akan menunggumu Berli, kau wanita yang istimewa". Ucap David sambil menatap kepergian Berli


"Berli?". Ucap Abian yang berpapasan di koridor pabrik.


"Permisi". Ucap Berli hendak pergi namun di tahan oleh Abian


"Tunggu Berli, aku mohon. Bukakan pintu maaf untukku". Ucap Abian penuh permohonan


"Aku harus bekerja Abian, beri aku jalan". Ucap Berli mengalihkan pembicaraan


"Apa kau tidak akan pernah memaafkan aku Berli?". Tanya Abian penuh penyesalan


"Luka di fisik akan mudah di sembuhkan, tapi luka di hati butuh banyak waktu untuk menyembuhkan nya". Ucap Berli sambil memalingkan pandangan nya ke arah lain. Mata nya mulai berkaca kaca


"Aku tidak akan pernah berhenti sebelum kau memaafkan aku Berli". Ucap Abian penuh permohonan


"Permisi". Ucap Berli yang mendapat celah untuk pergi dan langsung berlalu meninggalkan Abian.


'Maafkan aku Abian, luka yang kau beri sangatlah mendalam. Aku belum bisa sepenuhnya memaafkan mu dan menerima mu sebagai teman baik ku lagi'. Batin Berli. Ia merasakan setitik air mata yang menetes di pipi nya dan langsung menghapusnya. Ia berusaha melupakan perasaan nya dan langsung bergegas untuk mengerjakan pekerjaan nya yang menumpuk


......................


"Neel sepertinya aku tidak bisa ke kampus hari ini, ibuku baru saja akan pulang ke rumah. Kemarin ia kembali di larikan ke rumah sakit. Jadi sepertinya hari ini aku akan izin untuk tidak ke kampus"


"Baiklah Rom, biar aku yang mengurus masalah itu. Apa yang terjadi pada tante Inez?. Apa semua baik baik saja?, aku akan kesana setelah mata kuliah selesai nanti". Jawab Neel di sebrang telepon


"Tidak apa apa Neel, hanya ada sedikit masalah. Sebelumnya terimakasih banyak". Jawab Romi

__ADS_1


"Santai saja Rom, baik aku tutup telpon nya ya". Ucap Neel dan langsung menutup telpon nya


"Oke". Jawab Romi


__ADS_2