
"Ah aku sudah tidak sabar melihat ekspresi Abian, dia pasti sangat senang". Ucap Berli yang kini hendak pergi ke tempat ia bekerja. Tak lupa ia membungkus bolu yang ia buat tadi malam serapih mungkin. Karena ini adalah kejutan untuk Abian. Ia langsung bergegas pergi ke tempat nya bekerja
"Selamat pagi cantik". Ucap David yang hangat menyapa Berli yang kini baru sampai di pabrik
"Selamat pagi Pak David". Ucap Berli sambil tersenyum
"Apa yang kamu bawa hmm?". Ucap David sambil tersenyum
"Ah ini, aku buatkan bolu untuk Abian pak". Ucap Berli. Sebenarnya ia takut membuat David sakit hati, namun ia harus tetap jujur
"Tapi untuk apa?". Tanya David yang kini raut wajah nya menjadi muram
"Hari ini Abian berulang tahun pak, aku ingin membalas hadiah nya tahun lalu". Ucap Berli sambil tersenyum
"Kamu yang buat sendiri?". Tanya David penuh selidik
"Iyaa pak, karena saya tidak sempat membeli, makannya sepulang bekerja saya langsung buatkan". Balas Berli kaku
"Saya ingin kamu membuat untuk saya". Pinta David
"Ah iya pak, lain kali saya akan buatkan". Ucap Berli bingung harus menjawab apa
"Kalau begitu saya pamit ya pak, saya harus melanjutkan pekerjaan kemarin". Pamit Berli sambil berlalu pergi
David hanya menatap punggung Berli yang berlalu pergi, ia menahan banyak kecemburuan di hatinya.
__ADS_1
Entah kenapa hari ini waktu bergulir sangat cepat. Sekarang sudah memasuki waktu makan siang, yang artinya setiap karyawan bebas dari pekerjaan saat waktu itu di mulai
"Ah aku harus memberikan ini kepada Abian sekarang". Ucap Berli yang bergegas untuk menemui Abian di tempat nya bekerja. Tak lupa ia membawa kejutan yang di buatnya tadi malam
"Abiaannn". Teriak Berli memanggil Abian yang tak jauh dari ruangan tempat Berli bekerja
"Abiaann tunggu". Ucap Berli sambil menarik lengan Abian yang hendak pergi
"Untuk apa kau memanggilku!". Ucap Abian bernada tinggi membuat Berli terkejut
"Maaf mengganggumu Abian, aku hanya ingin tahu kenapa kamu menjadi seperti ini?. Tolong katakan apa salahku". Ucap Berli lembut
"Berhenti menggangguku!". Ucap Abian penuh penekanan
"Tapi kenapa?". Tanya Berli, mata nya kini sudah berkaca kaca karena Abian tidak seperti yang Berli kenal
Berli yang tidak percaya dengan apa yang Abian katakan, kini tangisan nya benar benar membuncah. Ia tidak menyangka bahwa Abian akan menuduhnya sehina itu
"Biannn". Ucap Berli menjatuhkan kue bolu yang ia buat semalaman. Dengan tangisan nya yang benar benar meluap, ia hanya menggelengkan kepalanya sambil menangis dan berlari untuk mengeluarkan segala kesedihan nya
'Brugg'. Satu tinjuan keras mengenai wajah Abian. Ia tak lain adalah Felix, yang baru saja datang dan langsung di suguhkan dengan pemandangan Berli sedang di tuduh sekotor itu oleh Abian. Felix yang tidak bisa menahan diri, seketika langsung melampiaskannya. Abian tersungkur ke lantai tempat nya berpijak tanpa melakukan perlawanan
"Bahkan rasa sakitmu tidak akan pernah sebanding dengan rasa sakit wanita yang kau sebut jal*ng itu. Lihat, betapa baik nya dia mau memberikan kejutan untuk pria bren*sek sepertimu!". Ucap Felix penuh kemarahan, ia melihat kue yang tergeletak di lantai dengan ucapan di atasnya. Abian tak kalah terkejut melihat benda yang Berli bawa, ternyata itu adalah kejutan untuk nya.
"Menjauh lah darinya, jangan dekati dia jika kau hanya ingin menyakitinya. Kau tidak mencintainya, kau hanya terobsesi untuk memilikinya. Sekali kau katakan sesuatu yang menyakitinya walaupun sedetik. Aku bahkan tidak akan memgampunimu detik itu juga". Ucap Felix yang kini membawa Abian ke hadapannya . Ia menarik kerah baju Abian yang tidak berdaya karena tinjuan nya tadi
__ADS_1
......................
Berli yang kini berada di taman belakang pabrik, ia menangis dengan nangisan yang begitu meluap. Ia benar benar tidak menyangka bahwa Abian akan tega berkata demikian
"Tidak perlu menangisi ba***gan itu". Suara itu tiba tiba terdengar di telinga Berli. Suara yang beberapa hari ini ia rindukan, kini terdengar jelas di telinganya
"Kau?". Ucap Berli yang tersadar dan langsung menyeka air matanya
"Aku mendengar semuanya, bahkan aku sudah memberikan pelajaran kepadanya". Ucap Felix yang langsung duduk di samping Berli
"A... Apa yang kau lakukan?, jangan sakiti dia". Ucap Berli khawatir
"Bahkan saat dia menyakitimu lebih dari yang dia rasakan?". Ucap Felix penuh penekanan
"Mungkin dia hanya salah faham tentangku, itu biasa terjadi bukan". Ucap Berli yang berusaha kuat
"Bahkan saat dia menuduhmu sekotor itu?". Ucap Felix menatap Berli. Berli hanya terdiam sambil menunduk merasakan sakit di hatinya
"Bahkan pria seperti dia tidak pantas untuk mendapat kejutan walau hanya secuil dari wanita manapun". Ucap Felix penuh amarah.
"Terimakasih". Ucap Berli dengan isakan nya
"Aku akan selalu ada untukmu". Ucap Felix sambil menyimpan tangan nya di pundak Berli. Ia berhasil mengejutkan Berli. Berli hanya menatap lekat pria yang ada di samping nya ini. Ia benar benar tidak menyangka Felix akan berkata demikian
......................
__ADS_1
"Apa yang aku lalukan kepadamu Berli, bahkan aku tidak pantas mendapat maaf darimu". Ucap Abian yang kini berada di tempat nya bekerja. Ia membawa bolu yang Berli buat untuknya dan membaca kartu ucapan itu. Hatinya benar benar terenyuh saat mengingat perkataan menyakitkannya tadi kepada Berli. Abian benar benar tidak menyangka bahwa Berli akan memperlakukan nya sebaik ini meskipun selama beberapa hari ini ia sudah menyakitinya. Tanpa terasa air mata Abian menitik di ujung matanya. Ia benar benar menyesal dengan perbuatannya kepada Berli