
"Assalamualaikum". Ucap David yang kini berada di ambang pintu kamar Bu Inez.
Lagi lagi ia terkejut karena keberadaan Jovanka. Ia hanya tersenyum menyeringai melihat Jovanka
"Waalaikumsalam". Jawab Bu Inez tersenyum. Jovanka hanya menundukan kepalanya
"David?". Ucap Bu Inez ramah menyambut kedatangan David
"Iya bu, ini saya.. Maaf, saya baru tahu jika ibu belum sehat". Ucap David
"Tidak masalah nak. Silahkan duduk". Ucap Bu Inez mempersilahkan mereka duduk di sofa kamarnya
"Ini asisten mu?". Tanya Bu Inez saat melihat Aditya
"Iya bu, perkenalkan, saya Aditya Arav. Saya asisten Pak David". Jawab Aditya ramah memperkenalkan diri
"Baiklah, semoga pekerjaan mu selalu lancar nak". Ucap Bu Inez kepada Aditya. Aditya hanya mengangguk sambil tersenyum
"Maaf mungkin kami datang di saat yang tidak tepat". Ucap David sambil melirik sekilas ke arah Jovanka
"Tidak masalah nak, ibu sudah baikan. Ada yang ingin kalian bicarakan?". Tanya Bu Inez ramah dan langsung berusaha bangun
"Tidak usah bangun bu, berbaringlah saja". Ucap David yang langsung berhambur membantu Bu Inez kembali berbaring
"Maafkan saya ya nak David, nak Aditya, saya belum bisa bangun". Ucap Bu Inez
__ADS_1
"Tidak masalah bu". Jawab David tersenyum
"Ah iya. Jovan, tolong panggilkan Bi Esin untuk segera membuat air untuk mereka ya". Pinta Bu Inez kepada Jovanka
"Baik tante". Ucap Jovanka berlalu pergi, ia hanya menunduk karena ada David di sana
"Baiklah nak, teruskan... Kau mau bicara apa?". Ucap Bu Inez kepada David
......................
"Tidak mungkin aku masih menyimpan perasaan pada Prianka". Ucap Romi yang sedang asyik menatap dinding kamar nya.
"Tidak ada yang tidak mungkin boy". Sahut seseorang di ambang pintu yang entah sejak kapan ada di sana
"Kakak?". Ucap Romi terkejut lalu terbangun
"Iya kak". Jawab Romi segan
"Tidak apa apa. Bukankah kau masih mencintainya?". Tanya Felix penuh selidik
"Iya kak, tapi..... Entahlah, tidak mungkin aku bisa bersamanya kembali. Dia pasti sudah memiliki kekasih kan?". Ucap Romi pesimis
"Kenapa begitu?, memang nya dia benar benar sudah memiliki pasangan?. Coba kau pastikan terlebih dahulu sebelum memberi kesimpulan"
"Kakak benar. Aku akan mencari tahu dan memperjuangkan nya kembali". Jawab Romi semangat
__ADS_1
"Itu baru adikku". Ucap Felix menepuk pundak Romi
"Bagaimana dengan kakak?". Tanya Romi
"Apa?". Ucap Felix
"Apa kakak sudah memiliki pasangan?". Tanya Romi
"Belum, aku masih memperjuangkan nya". Jawab Felix
"Siapa?". Ucap Romi terkekeh
"Kau ingin tahu saja". Ucap Felix mengacak rambut Romi
......................
"Apa?, bagaimana bisa terjadi nak David?". Ucap Bu Inez terkejut mendengar penuturan David dan Aditya
"Maafkan kami, kami datang dan memberitahu Ibu disaat yang tidak tepat. Tapi ini benar adanya bu". Jawab David segan
"Tetapi menurut saya ini masih bisa di perbaiki bu, jika Ibu mengizinkan, saran saya lebih baik kita mencari kembali pegawai yang lebih bisa di andalkan dalam bidang pemasaran. Kita juga akan mencari dan menarik konsumen yang dulu untuk kembali berlangganan pada perusahaan ibu". Sahut Aditya memberikan pendapatnya
"Aditya benar bu, tapi semua keputusan ada di tangan ibu". Ucap David. Bu Inez terdiam memikirkan apa yang akan di lakukannya
"Saya akan meminta suntikan dana dari perusahaan saya yang di luar kota. mungkin kita juga perlu menambah investasi perusahaan". Jawab Bu Inez
__ADS_1
"Itu lebih baik bu". Jawab David