DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 151 - Penyesalan Kartika


__ADS_3

"Apa yang kau pikirkan Rom?". Tanya Adelard yang kini berada di kampus tempatnya menimba ilmu. Sejak tadi Romi memang sudah sampai di tempat itu


"Adelard. Aku tidak mengerti, ancaman itu datang lagi. Tadi malam.. Aku benar benar tidak mengerti apa yang akan terjadi pada ibuku. Tadi saat waktu sarapan, ibuku pergi dengan tergesa gesa. Tidak biasanya ia seperti itu. Aku tidak tahu kemana ia akan pergi". Ucap Romi yang pikiran nya masih melayang memikirkan ibunya


"Kau harus berpikir positif. Mungkin saja ibumu hanya ingin menemui teman nya. Dan mungkin saja ancaman itu di kirim oleh tangan tangan jahil. Bukankah sudah lama ancaman itu hilang? Aku pikir tidak akan terjadi apa apa Rom". Ucap Adelard menenangkan Romi


"Kau benar. Tidak seharusnya aku berpikir terlalu jauh. Lagipula ancaman itu benar benar tidak berdasar". Ucap Romi yang kembali dari lamunan nya


"Apa Prianka tahu semua ini?". Tanya Adelard


"Tidak. Dan jangan memberitahunya. Aku takut ia cemas". Ucap Romi

__ADS_1


"Kau tenang saja. Ini rahasia kita kan". Ucap Adelard


"Aku rasa aku tidak melihat Neel hari ini. Apa ia tidak akan datang?". Tanya Romi yang merasa kurang, karena satu sahabatnya tidak ada bersamanya


"Aku lupa memberitahumu. Semalam Neel mengirim pesan singkat padaku, ia tidak akan datang hari ini. Ia bilang ada urusan keluarga". Jawab Adelard


"Tidak biasanya Neel ikut dalam urusan keluarga. Maksudku.. Kau tahu kan? Neel tidak akan datang ke acara yang ia anggap kurang penting. Seperti yang kita tahu.. Neel tidak pernah mau ikut dalam perkumpulan ataupun urusan keluarga besarnya, dan lebih mementingkan untuk datang ke kampus. Tetapi mengapa hari ini berbeda?". Romu merasa aneh dengan apa yang ia dengar dari Adelard


"Kau benar. Tetapi mungkin kali ini urusan nya benar benar penting dan serius. Kita akan menanyakan ini padanya nanti". Ucap Adelard


......................

__ADS_1


"Suamimu kabur dan membawa surat hak asuh itu? Apa yang kau katakan Kartika? Apa kau dengan suami mu sudah tidak waras?Hidupku di pertaruhkan disini!". Ucap Bu Inez penuh penekanan.


"Aku tidak tahu mengapa Indra melakukan itu. Aku bahkan tidak tahu kapan Indra pergi nyonya". Ucap Bu Kartika penuh cemas


"Kalian berdua sama saja. Kalian ingin menghancurkan hidupku hah? Bahkan sebelum semua itu terjadi, kau yang akan hancur terlebih dahulu kartika!". Ucap Bu Inez penuh ancaman


"Apa kau tahu Inez? Betapa aku sudah sangat berkorban untukmu? Aku sudah berdosa karenamu! semua karena ke egoisanmu! . Aku dan suamiku sama sama harus menanggung dosa yang kau buat!. Lalu hari ini kau datang dan menyalahkan semuanya pada kami? Apa selama ini yang kami lakukan padamu hanyalah sia sia?. Mengapa kau menyalahkan kami hah? Mengapa tidak bertanya pada dirimu sendiri mengapa kau bisa melakukan semua ini pada kami? Pertama kau mengingkari janjimu. Kau akan membuat kami aman. Tetapi apa? Kami selalu saja di kambing hitamkan untuk menanggung kasus.mu. Setiap kau berurusan dengan hukum, kau selalu saja mengatasnamakan kami. Kau tahu? Aku benar benar lelah. Kau lihat? Aku sudah mengorbankan mereka demi menuruti semua keinginanmu!!".


Kini Bu Kartika sudah hilang kesabaran. Ia memaki Bu Inez tanpa segan sedikitpun seperti sebelumnya. Ia mengatakan semua sambil menunjuk foto keluarga kecil yang berada di dalam bingkai itu. Foto itu seperti sudah usang di makan usia.


"Ini tidak bisa di percaya. Aku benar benar kecewa padamu kartika!". Ucap Bu Inez sambil berlalu pergi begitu saja.

__ADS_1


Bu Kartika merasa rapuh serapuh rapuhnya dan menyesali perbuatan nya di masalalu


"Seharusnya aku tidak melakukan ini. Maafkan aku.. ". Ucap Bu Kartika menangis sambil menatap wajah setiap insan yang berada di dalam foto itu


__ADS_2