DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 162 - Kabar


__ADS_3

"Apa Berli berangkat bekerja hari ini? Mengapa ia tak membalas chatt ku". Gumam Felix saat tak mendapat balasan dari Berli. Sebenarnya ia berniat untuk menjemput jika Berli akan bekerja hari ini.


"Ada apa? Kau terlihat risau". Tanya Ozcan saat melihat Felix seperti kebingungan di ambang pintu


"Tidak ada. Oh ya Ozcan, kau berangkat sekarang?". Tanya Felix yang melihat sahabatnya sudah rapih


"Iya. Ayo. Kita berangkat bersama sampai simpang jalan". Ucap Ozcan mengajak Felix menaiki mobil pribadi nya


"Aku pikir kau akan menginap lagi. Mengapa terburu buru?". Tanya Felix


"Aku masih harus menemui kerabatku dan ya.. Urusan lain nya. Tetapi kau tenang saja, aku akan datang lagi nanti". Jawab Ozcan tersenyum


"Baiklah kalau begitu. Oh ya, dan sepertinya aku tidak bisa berangkat bersamamu, aku harus menjemput seseorang". Ucap Felix yang sebenarnya masih menunggu kabar dari Berli


"Aku mengerti. Dasar, aku bodoh sekali mengajak orang yang sedang kasmaran". Ozcan terkekeh


"Ck. Kau ini..". Desis Felix


"Baiklah. Nanti kita bertemu lagi. Aku juga sudah berpamitan pada Ibumu. Sampai nanti orang kasmaran, selamat bercinta haha". Ucap Ozcan tertawa menggoda Felix sambil berlalu pergi


"Kau ini.. ". Gumam Felix terkekeh

__ADS_1


......................


"Ayo masuk nyonya.. ". Ucap Berli yang membawa wanita itu duduk di sofa rumahnya


"Sebentar, aku akan bawakan air lagi.. ". Ucap Berli sambil bergegas ke dapur untuk mengambil air. Ia juga menyambar kotak P3K yang berada tak jauh dari ruang tengah


"Nyonya, ayo minumlah lagi. Sementara itu aku akan mengobati lukanya.. ". Ucap Berli sigap dan mulai mengobati luka wanita itu


Ia menuangkan obat merah di luka kepala dan kening wanita itu. Dengan telaten ia membersihkan lukanya dan mulai menutupnya dengan perban. Sementara wanita itu sepertinya sudah merasa lebih baik.


"Terimakasih.. Kau sudah menolongku". Ucap wanita itu tersenyum. Meskipun dalam keadaan lemah, wanita itu tetap terlihat cantik.


"Ini sudah lebih dari cukup. Kau sangat baik.. Aku berhutang budi padamu". Ucap wanita itu tersenyum


"Sudah kewajiban setiap orang untuk menolong sesama. Oh ya, perkenalkan. Namaku Berli.. Berliani..". Ucap Berli mengulurkan tangan memperkenalkan dirinya


"Namaku Lathesia Arrora.. Kau tidak perlu memanggilku Nyonya". Balas Lathesia mengulurkan tangan nya


"Nama yang cantik seperti orang nya". Ucap Berli memuji kecantikan Lathesia


"Kau juga sangat cantik. Dan baik hati. Padahal kau baru saja bertemu denganku". Ucap Lathesia tersenyum dengan nada lemas nya

__ADS_1


"Senang bertemu denganmu. Sekarang beristirahatlah. Setelah kau pulih, aku akan mengantarmu pulang". Ucap Berli ramah. Ia membawakan selimut dan bantal untuk Lathesia


"Maaf merepotkanmu.. ". Ucap Lathesia


"Tidak apa. Tenang saja". Jawab Berli tersenyum


Lathesia yang lemah itu langsung membaringkan tubuhnya di sofa rumah Berli dengan berbalut selimut tebal yang Berli pinjamkan untuknya


"Sepertinya Felix menghubungiku. Aku belum melihat ponselku. Aku juga harus mengabarinya bahwa aku tidak berangkat hari ini. Huh.. Tadinya aku ingin memberikan ia kejutan". Batin Berli yang langsung merogoh ponsel di sakunya


Ternyata benar saja, notifikasi dari Felix sudah menjadi yang paling atas di ponsel nya.


"Sayang bagaimana kabarmu? Maaf tadi malam aku tidak menghubungimu lagi. Apa kau akan berangkat? Aku akan menjemputmu".


Pesan singkat itu di kirim Felix untuk Berli. Pesan itu benar benar membuat hati Berli bahagia


"Ternyata es batu bisa sangat romantis". Gumam Berli terkekeh


Tok,, Tok,, Tok,, suara ketukan pintu terdengar tanda ada seseorang yang datang.


"Apa itu Felix? Ya. Itu pasti Felix". Dengan semangat Berli langsung membuka knop pintu. Ia melupakan Lathesia yang berbaring di sofa rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2