DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 181 - Kenyataan


__ADS_3

"Aku tidak mengerti kenapa Prianka tiba tiba menghilang begitu saja. Kemana dia sebenarnya?". Ucap Romi dengan pikiran nya yang benar benar kalut.


Setelah jam pelajaran selesai, ketiga sejoli itu memutuskan untuk mendatangi rumah Prianka. Karena, sejak tadi Romi tak mendapatkan jawaban apapun dari Prianka.


"Apa mungkin Prianka mendatangi kerabat jauh nya? Mungkin saja ia ada urusan mendesak". Sahut Neel


"Iya. Neel benar. Tetapi apa ia memang tidak biasa mengabarimu Rom?". Tanya Adelard


"Ini semua salahku. Aku terlalu sibuk dengan masalahku sampai sampai aku melupakan Prianka. Prianka maafkan aku.. ". Ucap Romi penuh gundah


"Permisi, Tuan tuan muda mencari siapa? Ada yang bisa saya bantu?". Ucap seorang wanita paruh baya yang tiba tiba datang. Wanita itu tampak nya penduduk sekitar rumah Prianka.


"Begini Bu, saya sedang mencari wanita yang tinggal disini. Namanya Prianka, kami tidak tahu kemana ia pergi". Jawab Romi


"Ohh.. Nona yang tinggal disini?. Kalau saya tidak salah lihat, malam itu Nona pergi bersama seorang Pria. Saya tidak tahu kemana, dan siapa Pria itu. Saya hanya melihatnya dari kejauhan. Atau mungkin Pria itu kerabatnya?". Ucap wanita paruh baya itu memberikan informasi yang ia lihat.


"Dengan siapa Prianka pergi". Gumam Romi yang pikiran nya benar benar kalut


"Baiklah. Terimakasih atas informasi nya Bu". Ucap Neel yang mewakili Romi. Ia melihat Romi begitu cemas sampai ia melupakan berterimakasih kepada Ibu itu.


"Baiklah. Kalau begitu saya pamit". Ucap Ibu dan berlalu pergi


"Rom kau tenanglah, kita akan mencarinya". Ucap Adelard menepis pundak Romi untuk menenangkan nya.

__ADS_1


"Entah apa yang terjadi padaku. Masalahku selalu datang bertubi-tubi". Gumam Romi penuh putus asa


"Kau tidak boleh seperti itu Rom. Sebisa mungkin kita akan menemukan Prianka kembali. Kau harus berpikir positif". Sahut Neel penuh senyuman


......................


"Baiklah Inez. Sepertinya aku harus pulang. Hari juga sudah mulai siang, Jovanka pasti mencariku". Ucap Bu Delli hendak berpamitan dengan hati yang begitu puas


"Baiklah Delli. Terimakasih untuk semuanya. Oh ya, jangan lupa kabari aku untuk setiap perkembangan nya ya. Aku tidak sabar untuk segera meresmikan kerjasama itu". Balas Bu Ine penuh senyuman bahagia


"Tentu saja Inez. Aku akan mengabarimu setiap waktu. Kau tenang saja, semua akan berjalan dengan lancar". Ucap Bu Delli


"Syukurlah kalau begitu". Bu Inez benar benar sumringah


"Baiklah. Aku pulang. Sampai nanti.. ". Ucap Bu Delli hendak berpamitan dan berlalu pergi


"Bagus Inez. Kau melalukan apa yang ku inginkan. Sebentar lagi, semua hartamu akan menjadi milikku". Gumam Bu Delli penuh kepuasan saat sudah berada di mobil Pribadinya. Ia menatap puas rumah besar itu.


......................


"Felix. Apa kau tahu?. Aku bingung kenapa Laura tidak kembali bekerja. Maksudku, akhir akhir ini Laura selalu pulang dan pergi ke Bandung. Entah apa yang ia lakukan. Awalnya ia pergi karena paman nya meninggal dunia, tetapi kali ini.. Aneh sekali, ia pergi dan meninggalkan pekerjaan tanpa alasan". Ucap Berli saat kini mereka tengah makan siang di kantin tempatnya bekerja. Felix sengaja memilih tempat yang tertutup dan tak terlalu banyak di lalui orang orang.


"Apa Laura mempunyai pekerjaan lain disana? Bisa jadi ia membuka usaha sendiri kan?". Balas Felix

__ADS_1


"Kau benar juga. Aku harus menanyakan hal ini padanya". Gumam Berli


"Temui saja dia. Bisa jadi dia sedang membutuhkan teman mengobrol. Aku akan mengantarmu menemuinya jika kau mau". Ucap Felix penuh kelembutan


"Benarkan? Aku boleh menghabiskan waktu ku bersama temanku dan melewatkan waktu bersamamu?". Berli terkekeh penuh pertanyaan. Sebenarnya ia hanya bertujuan untuk menggoda Felix


"Ya. Tentu saja. Kenapa tidak? Aku tidak ingin mengekangmu. Kau punya hak atas hidupmu". Balas Felix penuh pasti


"Emm.. Kau benar benar Pria idaman". Berli terkekeh


"Berli. Apa kau tahu? Aku sangat mencintaimu dan tidak ingin berpisah denganmu". Ucap Felix dengan raut wajah serius. Entah mengapa tiba tiba Felix membuka obrolan serius


"Aku tahu. Dan aku pun begitu. Memangnya kenapa hm?". Berli kembali bertanya dengan lembut


"Apa kau akan menjauhiku setelah kau tahu siapa aku?". Tanya Felix


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti". Berli tak begitu paham dengan apa yang Felix tanyakan


"Sudahlah, lupakan. Ayo makan, agar kau semakin chubby". Ucap Felix mengalihkan pembicaraan dengan penuh senyuman


"Felix, katakan saja. Ayo.". Berli masih ingin mendengar maksud pertanyaan Felix


"Tidak ada sayang. Aku akan mengatakan nya nanti. Sekarang, ayo kita makan". Ucap Felix sambil meraih makanan yang ada di depan nya

__ADS_1


"Aneh sekali". Gumam Berli


"Maaf Berli. Pada kenyataan nya aku belum siap mengatakan siapa diriku sebenarnya. Aku takut kau akan pergi setelah kau tahu bahwa ibuku adalah wanita yang paling membencimu". Felix membatin


__ADS_2