DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 179 - Kecurigaan Sherly


__ADS_3

"Baiklah Smith, urus semuanya dengan baik ya". Ucap Bu Delli kepada Smith di sebrang telpon. Ia menelpon suaminya di depan Bu Inez.


Setelah berbincang tadi, Bu Inez menyetujui tentang kerjasama yang di buat Bu Delli. Tanpa menunggu persetujuan dari kedua putranya, Bu Inez mengambil keputusan besar yang mempertaruhkan perusahaan nya.


"Bagaimana Delli? Smith sudah mengurus semuanya?". Ucap Bu Inez penuh semangat saat melihat Bu Delli menutup telpon


"Iya Inez. Smith akan mengurus berkas berkas nya hari ini juga. Kita hanya tinggal menunggu beberapa hari lagi". Balas Bu Delli penuh senyuman


"Baiklah. Semoga ini akan lebih menguntungkan kita berdua". Gumam Bu Inez


"Wanita bodoh ini mudah sekali untuk di bohongi. Entah apa yang selama ini Jovanka lakukan sampai sampai selalu gagal. Padahal, Inez mudah sekali tertipu. Aku sudah tidak sabar menunggu waktu itu datang". Bu Delli membatin puas


Sementara Bu Inez tersenyum memikirkan keuntungan yang Delli janjikan.


......................


"Kerjakan semuanya dengan baik". Ucap seorang wanita yang tiba tiba datang dengan nada sombong nya


"Nyonya Sherly?". Berli terkejut saat mendapati kedatangan Sherly yang tiba tiba

__ADS_1


"Kenapa? Kau terkejut?". Ucap Sherly tersenyum menyeringai


"Saya akan bekerja dengan baik. Nyonya tenang saja". Balas Berli dengan senyuman.


"Sial. Aku bingung harus memulainya darimana". Sherly membatin. Karena Berli selalu membalas ucapan ketusnya dengan senyuman


"Em.. Jam tanganmu terlihat seperti jam mahal. Atau jam tangan kw yang di jual di pasaran itu?". Sherly kembali melihat jam tangan yang Berli kenakan. Ia ingat bahwa jam itu persis dengan yang Felix kenakan


"Ah ini. Ini jam tangan pemberian dari seseorang. Saya tidak tahu harganya. Yang jelas, jam tangan ini sangatlah berharga". Balas Berli tersenyum sambil menatap pergelangan tangan nya


"Siapa seseorang itu?". Sontak Sherly benar benar ingin tahu


"Maksudmu F.. ". Sherly terkejut dan frontal mengatakan itu. Namun ucapan nya terhenti saat tiba tiba seseorang datang di ambang pintu.


"Nona Sherly? Gelangmu terjatuh di koridor tadi". Ucap David sambil memberikan gelang itu kelada Sherly. Karena setelah bertabrakan tadi, ia tak menyadari bahwa gelang nya terjatuh.


"Baiklah. Terimakasih". Ucap Sherly sambil meraih gelang itu. Namun pikiran nya masih tertuju pada perkataan Berli tadi.


"Berli, ada yang ingin aku bicarakan. Ikutlah ke ruanganku". Ucap David ke arah Berli. Tentu membuat Berli gugup tak karuan

__ADS_1


"Baiklah Pak.. ". Ucap Berli hendak melenggang.


"Nyonya Sherly, saya permisi.. ". Berli berpamitan dan segera menyusul langkah David untuk menuju tempat tujuan nya


"Apa kekasihnya adalah Felix? Tunggu saja. Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi". Gumam Sherly dengan raut wajah penuh kebencian


......................


"Seperti yang kau tahu. Selama beberapa hari ini kau banyak mengambil cuti. Ada apa Lian? Apa ada masalah?". Ucap David profesional.


"Saya mohon maaf jika saya selalu mengambil cuti pak. Tetapi.. Saya mengalami sedikit kecelakaan jadi saya butuh waktu untuk beristirahat". Balas Berli segan. Ia duduk berhadapan dengan David


"Kau ke.. Maksudku, Berli.. kalau kau terlalu banyak mengambil cuti, ini akan menjadi masalah untukmu. Ku lihat jatah cuti mu hanya tinggal satu kali lagi. Kau tahu kan berapa batas minimal yang Bu Inez tentukan?". Ucap David pelan. Sebenarnya ia ingin sekali bertanya tentang apa yang Berli alami. Namun hal itu ia urungkan karena tentu akan membuat dirinya kembali mengkhawatirkan Berli.


"Baiklah Pak. Saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Sebisa mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi lagi. Sekali lagi, saya mohon maaf". Ucap Berli dengan nada penyesalan


"Baiklah. Kau bisa kembali". Ucap David tersenyum tipis


"Baik pak". Ucap Berli sambil melenggang meninggalkan ruangan David

__ADS_1


"Apa yang terjadi padanya akhir akhir ini? Apa ia sakit? Aku ingin sekali bertanya padanya. Aku ingin sekali memastikan bahwa ia baik baik saja. Tetapi apa daya, aku lemah". David membatin


__ADS_2