
"Felix, ini kita beneran disini?". Tanya Jovan yang kini sudah berada di depan penjual dimsum di ujung jalan. Ia menunggu Felix di tempat parkir yang begitu panas
"Jika kau mau ikut, ikutlah". Ujar Felix dingin sambil berlalu pergi
"Huh". Gerutu Jovan sambil mengikuti Felix dari belakang, tak lepas dari rasa kesal di hatinya
Semua pandangan tertuju pada Felix terutama kaum hawa. Bagaimana tidak, seolah mimpi di siang bolong, pria tampan dan gagah kini berada di tempat makanan yang di gandrungi banyak orang. Apalagi di ikuti dengan wanita cantik kebule bule an di belakang nya
"Apa sih liat liat". Gerutu Jovan risih . Namun Felix sama sekali tidak menghiruakan keadaan di sekitarnya, apalagi Jovanka.
Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Felix langsung berlalu untuk pulang ke rumah nya. Namun sebelum itu..
'Bruggg'. Seseorang terjatuh dan tidak sengaja menumpahkan minuman nya di pakaian Jovanka. Tentu pakaian Jovanka menjadi basah kuyup
"Jalan tuh liat liat. Liat baju saya jadi kotor!". Ucap Jovanka dengan kemarahan nya
"Maafkan saya kak, saya tidak sengaja". Ucap wanita itu sambil menunduk
"Baju saya ini baju mahal, kamu gabakal mampu ganti". Ucap Jovanka penuh kemarahan
"Jovan!". Bentak Felix kepada Jovanka yang berhasil mengejutkan keduanya
__ADS_1
Felix berlalu pergi karena merasa malu dengan kelakuan Jovanka. Tentu hal itu membuat Jovanka ikut berlalu pergi menyusul Felix
"Awas kau ya!". Ucap Jovan penuh penekanan kepada wanita yang menabrak nya tadi. Jovanka langsung bergegas pergi
"Felix tunggu... Lihat bajuku basahhh". Rengek Jovanka kepada Felix
"Pakai jaketku, dan jangan membuatku malu karena sikapmu". Ucap Felix memberikan jaket nya dengan kasar kepada Jovanka sambil berlalu pergi ke parkiran tempat motor nya terparkir
......................
"Lian, terimakasih sudah bersedia menemaniku makan siang hari ini". Ucap David yang kini sudah menyelesaikan makan siang nya bersama Berli.
"Aku harap ini akan tetap berlanjut". Ucap David penuh senyuman
"Maksud bapak?". Tanya Berli bingung
"Bukan apa apa". Ucap David penuh senyuman karena kebahagiaan di hatinya hari ini benar benar membuncah
"Baiklah pak, kalau begitu saya pamit kembali bekerja ya". Pamit Berli kepada David
"Baik lah, sampai nanti". Ucap David sambil tersenyum. Berli pun berlalu pergi untuk kembali bekerja
__ADS_1
"Haii biann". Sapa Berli saat melihat Bian tengah berjalan tak jauh dari tempat nya menapak kan kaki
"Ya". Jawab Bian sambil berlalu pergi, namun tiba tiba langkahnya tertahan sejenak
"Bian, tunggu aku ingin membicarakan sesuatu". Ucap Berli untuk menghentikan Bian
"Aku sibuk". Ucap Bian sambil berlalu pergi
"Bian kenapa, aku sama sekali tidak mengerti". Ujar Berli dalam hati
"Ah aku hampir lupa, aku harus membeli jus di luar. Mumpung masih waktu makan siang, aku harus beli dulu". Ucap Berli dalam hati. Karena ia selalu meminum jus buah setiap hari sebelum melanjutkan pekerjaan nya, agar tubuh nya vit dalam bekerja. Berli pun bergegas pergi untuk membeli jus di luar yang tak jauh dari tempat nya bekerja
......................
"Aku sangat merindukan nya, apa aku harus menemuinya hari ini?. Ah tapi Jovanka pasti akan menguntitku. Lebih baik aku ambil jalan lewat pabrik saja, aku benar benar merindukan apapun tentang dia. Begitu juga jalan tempat ku melihat keberadaannya". Ucap Felix dalam hati yang kini sudah melajukan motor nya di jalanan. Ia memutuskan untuk lewat jalan pabrik untuk mengingat kejadian indah bersama Berli
"Felix, apa ini masih jauh?. Ini sangat panas". Rengek Jovanka yang berada di belakang Felix
"Ya". Jawab Felix tanpa mempedulikan Jovanka
'Andai aku tidak memiliki tujuan serius, aku bahkan tidak akan pernah sudi dalam posisi ini'. Batin Jovanka kesal
__ADS_1