DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 166 - Tahanan


__ADS_3

"Kau akan pulang sekarang? Tinggallah beberapa saat lagi". Ucap Berli saat Lathesia hendak pulang. Lathesia memutuskan untuk menghubungi ibu dan ayah nya untuk menjemput. Ia tak ingin merepotkan Berli dengan mengantarnya pulang ke rumah.


"Iya. Aku benar benar tidak enak padamu. Aku sudah banyak merepotkanmu. Dan juga mengacaukan harimu". Jawab Lathesia kembali penuh rasa bersalah


"Sudah. Jangan begitu terus. Aku senang bertemu denganmu. Ya sudah, lain kali kau datanglah lagi kemari. Kita akan belajar memasak ya". Ucap Berli ramah


"Tentu saja. Aku pasti akan datang lagi. Pertemuan yang tidak di duga ini benar benar membuatku memiliki teman. Meskipun cara kita bertemu bukanlah yang kita harapkan". Ucap Lathesia lembut


"Ya, mungkin inilah cara kita bertemu". Balas Berli sambil mengusap lengan Lathesia


"Oh ya. Apa itu ayahmu? Sepertinya ia sudah datang". Ucap Berli yang melihat mobil dari kejauhan menghampiri kediamannya


"Ah iya. Ayahku sudah datang". Ucap Lathesia melangkah terpogoh pogoh menghampiri ambang pintu


"Hati hati.. Mari ku bantu". Ucap Berli sambil memapah Lathesia


"Nak kau baik baik saja?". Ucap Pak Yudi yang bergegas turun dari mobilnya dan langsung menghampiri Lathesia. Tak lepas dari wanita paruh baya di belakangnya yang tak lain adalah Bu Yuni. Kedua orangtua Lathesia datang untuk menjemputnya.

__ADS_1


"Aku baik baik saja. Berli sudah banyak membantuku.. ". Jawab Lathesia sambil memegang pundak Berli


"Perkenalkan Pak, Bu.. Saya Berli.. ". Ucap Berlu ramah memperkenalkan diri


"Nak Berli.. Terimakasih banyak sudah membantu Lathesia. Semoga kau selalu dalam lindungan Nya". Ucap Bu Yuni penuh haru


"Aamiin.. Sudah kewajibanku untuk menolong bu". Jawab Berli


"Ah iya. Pak, Bu.. Ayo.. Masuklah dulu". Tambah Berli mempersilahkan mereka masuk


"Lain kali saja kami mampir nak. Kami akan memeriksakan Lathesia ke dokter terlebih dahulu.". Jawab Bu Yuni penuh senyuman


"Tentu saja. Lathesia pasti akan sering mengunjungimu. Kau begitu baik nak". Sahut Pak Yudi. Berli membalas dengan senyuman


"Kalau begitu aku pamit pulang. Terimakasih banyak sudah mau menjadi temanku Berli". Ucap Lathesia sambil memeluk Berli. Pak Yudi dan Bu Yuni begitu terharu melihat pemandangan di depannya


"Terimakasih kembali. Ya sudah. Kau harus cepat sembuh ya". Balas Berli sambil memeluk Lathesia kembali

__ADS_1


"Kami pamit ya nak. Assalamualaikum.. ". Ucap Bu Yuni berpamitan


"Waalaikumsalam". Jawab Berli.


Merekapun akhirnya pergi dari kediaman Berli. Pertemuan yang tak di sangka sangka itu kini berujung manis. Lathesia kini memiliki teman baik yaitu Berli.


"Indahnya memiliki keluarga yang utuh". Gumam Berli tersenyum haru saat melihat keluarga itu berlalu pergi. Tanpa disadari, cairan bening itu berhasil lolos dari ufuk matanya.


......................


"Apa ini? Aku tidak melakukan apapun. Aku tidak tahu bagaimana bisa barang haram itu ada di tas ku". Bantah Romi saat inspektur itu memutuskan untuk menahannya di sel


"Lalu jika bukan milikmu mengapa barang itu bisa berada di tas mu?. Dasar anak muda zaman sekarang. Banyak sekali berbohong". Ketus inspektur itu


"Tapi bapak sudah tahu bukan? Bahwa hasil tes urine nya negatif. Itu artinya Romi tidak pernah menggunakan barang haram itu". Sahut Neel penuh penekanan membela


"Itu sama sekali tidak menutup kemungkinan bahwa saudara Romi bukanlah pengedar narkoba. Untuk saat ini biarkan kami mengerjakan tugas kami. Saudara kami tahan". Ucap inspektur sambil mengerahkan rekan nya untuk memborgol Romi dan membawanya ke tahanan

__ADS_1


"Ini salah. Aku tidak tahu apa apa". Teriak Romi meronta


"Sabarlah Rom. Aku akan mencari solusinya". Ucap Neel resah. Ia merogoh ponsel di sakunya untuk menghubungi seseorang


__ADS_2