DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 68 - Pertemuan Aditya


__ADS_3

"Sudahlah Rom, ayo kita ke kantin". Ajak Adelard yang melihat Romi murung entah memikirkan apa


"Jangan mengatakan kau tiba tiba seperti ini karena Adelard membahas tentang Bryan". Ucap Neel sambil menatap tajam Romi


"Aku jadi menyesal sudah memberikan informasi yang belum tentu benar". Sahut Adelard


"Ah tidak seperti itu. Ayo". Ucap Romi yang langsung beranjak. Ia tidak ingin membuat teman teman nya menjadi badmood karena pikirannya


......................


"Syukurlah kita sampai sebelum aku mati kelelahan". Ucap David yang kini sudah sampai di bengkel itu. Ia benar benar kelelahan saat bahkan ia belum berangkat bekerja


"Kau berlebihan". Jawab Felix tersenyum di ujung bibirnya


"Pak tolong segera tangani motor ini". Pinta David kepada sang montir


Dengan sigap montir itu langsung menangani motor Felix


"Hallo Aditya". Ucap David kepada Aditya di sebrang telpon. Ia memang langsung mengecek ponsel nya dan menelpon balik Aditya


"Iya pak, bapak kemana saja..... Apa tidak masuk hari ini?". Tanya Aditya di sebrang telpon


"Tadinya aku akan masuk, tapi ada sedikit masalah. Tapi tidak perlu khawatir, aku sudah menyelesaikan nya. Dan sebentar lagi aku akan datang". Balas David


"Baiklah pak, tapi apa bapak tidak perlu bantuan?". Tanya Aditya


"Tidak. Itu tidak perlu, kerjakan saja pekerjaanmu. Aku segera datang". Ucap David sambil menutup telpon nya

__ADS_1


Felix hanya terkekeh melihat saingannya ini so sibuk dengan pekerjaan miliknya


......................


'Sebentar lagi makan siang, tapi kemana Felix?'. Gumam Berli dalam hati


"Berli... Ayo". Ucap Abian yang datang tiba tiba


"Ah iya. Laura ayo... ". Ucap Berli yang sudah tersadar dari lamunan nya dan langsung mengajak Laura untuk bergabung


Abian tersenyum bahagia, karena kini Berli sudah memaafkannya.


"Sudah, cepat tuangkan bensin nya ke mobilmu". Ucap Felix yang kini sudah sampai kembali di bengkel itu.


Setelah motor Felix selesai, mereka langsung bergegas membeli bahan bakar untuk mobil David. Namun apa daya, hari sudah menjelang siang. Mereka sudah melewatkan pekerjaan nya masing masing


Felix berlalu pergi. Ia tak mau pergi bersama David, karena bisa saja saat ia masuk bersama David ke pabrik, David akan dengan mudah mengetahui identitasnya


'Aku pasti sudah melewatkan jam makan siangku bersama Berli karena si kutu itu'. Gerutu Felix saat melajukan motornya menuju tempat nya bertemu pujaan hatinya


"Pak, terimakasih banyak. Assalamualaikum". Ucap David berpamitan kepada sang montir. Di saat Felix sudah setengah jalan, David memang baru saja melajukan kendaraannya.


......................


"Ani, kenapa tidak di makan?". Tanya Laura yang melihat sahabatnya hanya terdiam dan tidak menyentuh makanan nya sama sekali


"Ah iya, aku makan". Ucap Berli yang langsung menghilangkan lamunan nya. Tak lepas dari tatapan Abian

__ADS_1


"Apa kau masih sakit hati karena kata kata ku tempo hari?". Ucap Abian yang merasa sikap Berli menjadi berubah


"Tidak Bian, itu sama sekali tidak benar. Aku makan, kalian tenang saja oke?". Ucap Berli meyakinkan kedua teman nya ini


"Apa aku boleh bergabung?". Ucap Aditya yang tiba tiba datang ke bangku Berli


"Aditya, ayo duduk. Aku akan memperkenalkan mu pada teman temanku". Ucap Berli antusias saat melihat sosok yang ia anggap sebagai adiknya


Laura dan Abian terdiam bingung dengan orang asing di depannya ini. Namun Abian tidaklah asing bagi Aditya


"Abian, Laura.. Perkenalkan, ini Aditya. Dia pekerja disini juga. Dia ku anggap sebagai adikku. Karena ia sangat mirip dengan adikku". Ucap Berli memperkenalkan Aditya


"Aku Laura..". Laura memperkenalkan diri ramah


"Perkenalkan kak, aku Aditya". Balas Aditya ramah


"Aku Abian". Ucap Abian memperkenalkan diri. Begitupun Aditya.


"Kau sudah pesan makanan Aditya?". Tanya Berli


"Sudah kak". Jawab Aditya


"Aditya, aku minta maaf. Aku sudah salah faham terhadapmu, aku menuduh mu sebagai laki laki yang Berli dekati". Ucap Abian yang tiba tiba suaranya mengejutkan mereka. Terlihat penyesalan di ufuk matanya


"Tidak apa apa kak, kami memang dekat. Tapi sebagai adik kakak. Dan itu tidak lebih, karena umur kami memang berbeda". Jawab Aditya tersenyum


Berli pun tersenyum melihat perubahan Abian

__ADS_1


__ADS_2