DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 72 - Kedatangan Bram


__ADS_3

"Apa yang ingin kau bicarakan Inez?". Ucap Pak Bram yang kini sudah sampai di rumah kakak nya. Sekarang memang sudah malam, dan Pak Bram baru saja sampai di rumah ini


"Aku ingin mengambil sejumlah uang untuk menambah modal pabrik ku yang ada disini". Jawab Bu Inez


"Tapi untuk apa?". Tanya Pak Bram


"Assalamualaikum". Ucap seseorang di ambang pintu membuat pembicaraan mereka terjeda


"Om Bram?, kapan Om datang?". Ucap Felix langsung menghampiri Om nya yang sudah lama tak di jumpai nya ini


"Baru saja nak. Bagaimana kabarmu?". Tanya Pak Bram sambil tersenyum


"Aku baik baik saja om. Tapi kenapa om mendadak datang?, bahkan jika om memberitahu terlebih dahulu, mungkin aku akan bersiap". Ucap Felix


"Ada masalah yang harus mama bicarakan dengan om mu ini nak, ayo duduklah". Sahut Bu Inez. Felix pun langsung menduduki sofa di samping ibunya itu


"Dimana Romi?". Tanya Pak Bram

__ADS_1


"Dia pasti sedang bersama teman temannya, sebentar lagi pasti pulang". Jawab Felix tersenyum


"Aku mencium bau bau hati yang sedang berbunga bunga". Ucap Pak Bram yang melihat kebahagiaan di mata Felix


"Kau bisa saja om". Jawab Felix tersenyum. Disusul oleh senyuman Bu Inez


......................


"Benarkah?, ini rasanya seperti mimpi. Hari ini, aku sangat bahagiaaaaaaa..... Aku tidak salah kan?, jam ini couple dengan Felix. Jadi kalau aku mengenakannya?, ahhh ini akan serasi dengan miliknya". Ucap Berli yang asyik menatap benda yang melingkar di pergelangan tangan nya itu.


Sedari tadi ia memang sudah sampai si rumahnya. Dan ia langsung bergegas ke kamar nya untuk memecahkan kebahagiaan nya hari ini.


"Lauraaaaaaaaaa.....". Teriak Berli kegirangan saat mendapat telpon dari sahabatnya ini


"Ada apa?, sepertinya kau senang sekali... Apa yang Felix lakukan padamu hm?". Jawab Laura di sebrang telpon sambil terkekeh


"Laura, apa kau tahu?, ah pasti kau tidak akan percaya. Felix memberi ku jam tangan couple dengannya". Ucap Berli kegirangan

__ADS_1


"Waw... Amazing, hebattt... Awal yang baik sudah datang ternyata. Sepertinya tak lama lagi aku akan mendapat undangan haha". Jawab Laura menggoda Berli


"Ya, doakan saja". Ucap Berli sambil mengelus ngelus jam tangan yang masih melingkar di tangan nya


"Apa?, wahh tadi kau membantah saat aku mengatakan kau pacarnya. Sekarang kau berdoa untuk bersamanya. Tapi tidak apa, kau tidak bisa menyembunyikan apapun dari sahabatmu ini anak muda haha". Jawab Laura


"Hahah iya iya, doakan saja. Ah iya, ada apa kau menelpoku sayang?". Ucap Berli tertawa kecil


"Wah wahh, kau merasa sedang menelpon Felix ya, sampai sampai menyebutku sayang haha". Ucap Laura


"Baiklah baiklah.. Ada apa Laurakuu?". Tanya Berli kembali


"Begini, besok aku tidak akan masuk bekerja. Paman ku yang tinggal di Bandung sakit, ya.. Cukup parah. Jadi sekarang juga aku akan berangkat kesana. Berli, tolong bantu aku mengatakannya pada Pak David ya. Tadi aku mengirim nya pesan tapi Pak David tidak aktiv. Aku takut Pak David tidak aktiv sampai besok". Ucap Laura


"Paman mu sakit?, ya allah semoga paman mu secepatnya di berikan kesembuhan. Maaf aku tidak bisa ikut kesana La, tolong titipkan salam kepada keluarga mu di Bandung khusus nya paman mu ya. Masalah pekerjaan dan izin, biar aku yang mengurus. Kau hati hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan". Jawab Berli


"Iya Ani, terimakasih banyak ya. Kalau begitu aku tutup telpon nya ya, aku harus segera pergi. Assalamualaikum". Ucap Laura di sebrang telpon

__ADS_1


"Waalaikumsalam". Jawab Berli


__ADS_2