DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 106 - Pergi Bersama


__ADS_3

Abian? Ada apa?". Tanya Berli yang kini sudah berada di luar tempat nya bekerja. Saat ini ia memang sudah memasuki waktu pulang


"Ayo, naiklah". Ucap Abian mempersilahkan Berli naik ke motor miliknya


Ternyata moment itu tak lepas dari tatapan tajam seseorang tanpa mereka sadari. Sedari tadi Felix memang tengah memperhatikan mereka yang akan pulang bersama, ia menatap setiap inchi dari kebersamaan mereka.


"Apa seseorang yang Berli harapkan adalah Abian? Kemana mereka berdua akan pergi? Apa ini alasan Berli menghindariku? ". Gumam Felix menahan gemuruh di hatinya.


"Abian, ada apa? Maksudku.... Aku pikir kau bisa mengatakannya juga disini kan? Kenapa harus mengatakannya di rumahku?". Tanya Berli yang kini berada di atas motor Abian. Mereka hendak pulang ke rumah Berli


"Aku tidak akan macam-macam. Kau sabar saja". Jawab Abian tersenyum tipis


"Baiklah". Jawab Berli yang pikiran nya kalut karena masih memikirkan Felix


'Apa Felix tidak mencariku? Ah iya, dia tidak akan mencariku lagi. Untuk apa aku mengharapkan kekasih orang lain? Semoga kau selalu bahagia Felix'. Batin Berli menahan sendu di hatinya

__ADS_1


......................


"Prianka, ini sudah sore. Sepertinya aku harus pulang, aku akan kembali malam ini untuk ikut dalam pengajian disini, aku juga akan mengajak ibuku untuk ikut". Pamit Romi


"Baiklah, terimakasih sudah membantuku hari ini Rom, aku akan senang jika tante akan ikut mendoakan mendiang ayahku. Kau sangat baik Rom, semoga kau di beri kemudahan untuk menyelesaikan semua masalahmu". Jawab Prianka penuh senyuman


"Bukan apa apa, Aamiin... Terimakasih sudah mendoakan aku. Ya sudah, aku pulang. Assalamualaikum.....". Ucap Romi penuh senyuman


"Baiklah, waalaikumsalam.... ". Jawab Prianka tersenyum


......................


"Pak... Em.... Maksud saya... Kak?. Kenapa belum pulang?". Tanya Aditya yang melihat Felix tengah duduk di bangku koridor pabrik seorang diri. Ia terlihat sedang murung dan melamun


"Aditya, kau...?". Jawab Felix yang sontak mengarahkan pandangannya ke arah Aditya

__ADS_1


"Iya kak, kenapa kakak belum pulang?". Tanya Aditya yang ikut bergabung duduk di bangku itu


"Tidak, aku tidak apa apa.... Sebentar lagi aku akan pulang". Jawab Felix mengalihkan pandangan ke sembarang arah menutupi perasaannya


"Apa tentang Kak Berli? Katakan saja.. ". Ucap Aditya penuh pengertian


"Dia pergi bersama Abian. Apa mungkin orang yang Berli maksud adalah dia? Setelah apa yang terjadi, kenapa Berli malah mengharapkannya?". Jawab Felix yang pikirannya benar benar kalut


"Menurutku, maksudku..... Saya, ini bukan gara gara Kak Abian, mungkin mereka hanya pulang bersama dan tidak ada apa apa. Saya rasa tidak mungkin.. ". Jawab Aditya bingung


"Kau tidak perlu formal seperti itu, kau anggap saja aku kakakmu sama seperti kau menganggap Berli. Kau sudah banyak membantuku. Lalu siapa menurutmu?". Jawab Felix tersenyum tipis sambil menepis pundak Aditya sekejap


"Baiklah kak, tapi aku pikir memang bukan Kak Abian orangnya, aku benar benar yakin bahwa dugaan kakak akan salah". Ucap Aditya


"Iya, aku juga tidak bisa menebak nebak seperti ini. Ya sudah, aku harus pulang... Sampai nanti.. ". Ucap Felix tersenyum dan mulai melenggangkan kakinya untuk pulang dengan perasaannya yang tidak karuan

__ADS_1


"Kasihan sekali kak Felix, aku harus membantu masalahnya". Gumam Aditya menatap kepergian Felix


__ADS_2