DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 46 - Air Terjun


__ADS_3

"Kenapa kakak mu ingin pulang?, apa yang terjadi?". Tanya Romi yang menyambut kedatangan Adelard ke tempat mereka berkumpul. Adelard


memang sudah sampai di restoran itu. Ia pergi mengatarkan Lathesia pulang dan kembali.


"Aku tidak tahu sampai kapan kakak akan seperti ini. Aku sudah berusaha menghiburnya, tapi dia selalu seperti itu. Dia lebih suka menyendiri dan merenungi nasib nya". Ucap Adelard penuh rasa iba


"Apa yang terjadi Rio?". Sahut Neel yang penasaran dengan keadaan Lathesia


"Dia mengalami masalah, yang entah aku tidak bisa membicarakan nya pada kalian. Yang jelas masalahnya benar benar serius. Dia sudah beberapa kali mencoba untuk mengakhiri hidupnya, tapi selalu berhasil di cegah. Tetap saja dia tidak bisa kembali seperti dulu. Dia sangat berbeda dengan keadaan nya sebelum pergi ke luar negeri". Ucap Adelard penuh kesedihan


"Kakak mu akan segera sembuh". Ucap Romi sambil menepuk pundak Adelard


"Jaga kakak mu Adelard, sungguh kau sangat beruntung. Di bandingkan aku, kakak kembar ku, bahkan aku tidak bisa melihatnya lagi di bumi ini". Ucap Neel yang entah terbawa suasana sehingga ia menceritakam tentang kehidupan pribadinya


"Kau, kau memiliki saudara kembar?". Tanya Romi terkejut. Adelard pun tak kalah terkejut karena sebelumnya Neel tidak pernah menceritakannya


"Iya, aku memiliki saudara kembar. Maaf aku tidak pernah membicarakan nya pada kalian". Ucap Neel kembali tersenyum

__ADS_1


"Tidak masalah, kemana kita sekarang?". Tanya Romi yang mulai jenuh duduk di tempat itu


"Terserah kalian saja, rencanaku tadi hanya ingin menuruti kemauan kakak ingin kemana. Tapi sekarang dia sudah pulang. Jadi terserah kalian saja". Ucap Adelard yang memang tujuan pertamanya hanya untuk menghibur Lathesia


"Baiklah, bagaimana jika kita ke air terjun yang sedang ramai di kunjungi orang saat ini. Itu pasti akan sangat menyenangkan bukan". Sahut Neel


"Ide bagus, setidaknya kita bisa menenangkan pikiran kita dari lelah nya kehidupan kota hahaha". Ucap Romi setuju


Tiga sejoli itu pun akhirnya bergegas pergi ke tempat itu. Tempat indah yang sejuk bernuansa alam itu akan membuat mereka melupakan sejenak rasa lelah kehidupan kota.


......................


"Aduhh bagaimana ini, saya harus menelpon tuan Felix". Ucap Bi Esin panik dan langsung menelpon Felix. Tetapi setelah menghubunginya beberapa kali ia tetap tak kunjung mendapat jawaban.


"Tuan Romi. Ya, tuan Romi pasti bisa". Bi Esin kembali menekan tombol panggilan pada nomor telpon Romi, namun ternyata ponsel Romi tidak aktif


"Saya harus segera bawa ibu ke rumah sakit". Setelah pemikiran nya buntu Bi Esin langsung memutuskan untuk membawa Bu Inez ke rumah sakit dengan di bantu sopir.

__ADS_1


......................


"Apa kita akan langsung pulang?". Tanya Felix yang kini kendaraan nya melaju sudah tak jauh dari tempat tinggal Berli


"Jika berkenan, apa kau ingin makan dulu di sana?. Kau pun pasti lapar kan?". Ucap Berli yang menunjuk sebuah rumah makan. Ia merasakan lapar dan mungkin Felix juga sama dengan nya


"Baik". Ucap Felix singkat. Hatinya benar benar senang karena hari ini ia menghabiskan waktunya dengan Berli sepanjang hari


Akhirnya kedua insan itu memutuskan untuk mampir ke sebuah rumah makan yang terkesan sederhana. Felix yang sedari tadi mengendarai motor dengan jarak jauh, di tambah keadaan yang lapar. Ia sama sekali tidak mengingat untuk mengecek ponsel nya, sehingga ia tidak bisa mengetahui bahwa sedari tadi Bi Esin menghubunginya


......................


"Benar benar tempat yang indah". Ucap Romi yang kini sudah berada di tempat wisata air terjun yang di kunjunginya bersama sahabat karib nya itu


"Benar kan, disini sangat tenang". Sahut Neel sambil mengedarkan pandangan nya ke sekeliling. Di sana terdapat banyak pohon pinus, air jernih yang mengalir begitu deras nya menambah suasana asri di tempat itu. Untung saja saat mereka datang, tidak begitu ramai pengunjung sehingga suasana tetap hening


"Tetapi aku tidak bisa mendapat sinyal disini". Ucap Adelard yang sedari tadi mengecek ponsel nya. Di tempat ini memanglah tidak bisa mendapat sinyal ponsel karena lokasi nya memang berada di dataran tinggi

__ADS_1


Memang sedari tadi Romi asyik dengan teman teman nya, sampai setibanya di tempat itu, ia tak sempat melihat ponsel nya, karena bahkan sinyal pun tak bisa di jangkau dari tempat itu.


"Sudahlah, kau ingin menghubungi siapa memang nya?. Biarlah kita tenang sejenak tanpa internet disini hahah". Ucap Romi yang benar benar menikmati suasana di tempat ini


__ADS_2