DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 264 - Video Call


__ADS_3

Setelah dua belas jam melakukan perjalanan dari Indonesia ke Turki, Felix dan Ozcan akhirnya sampai di bandar udara Istanbul ataturk.


"Akhirnya kita sudah sampai". Ucap Ozcan.


Felix mengitar pandang ke sekitarnya, sudah lama ia tak menapakkan kaki nya di tempat ini. "Jika Berli ada disini, ia pasti akan sangat menyukai nya".


Ozcan yang sadar ucapan nya tak di dengar, ia menyadarkan Felix. "Felix, kau mendengarku?".


Felix tersentak. "Apa yang kau katakan?. Maaf, aku sedang tidak fokus".


Ozcan terkekeh. Ia tahu persis Felix pasti sedang memikirkan Berli. "Lupakan".


Mereka melanjutkan perjalanan untuk sampai ke villa milik Ozcan. Felix akan tinggal disana untuk beberapa waktu. Untuk bisa sampai disana, membutuhkan waktu satu jam dari bandar udara. Mereka menaiki taksi untuk sampai ke Villa.


"Aku lupa mengabari Berli". Gumam Felix. Ia langsung meraih ponsel nya, untuk mengabari kekasih nya di Indonesia.

__ADS_1


~


Sudah lima hari Felix berada di Turki. Selama itu, ia selalu mengabari Berli di waktu senggang nya. Bahkan ia sering melakukan panggilan video kepada sang kekasih nya ini.


"Bagaimana hari ini, semua baik-baik saja kan?". Tanya Berli di sebrang telepon. Malam ini mereka memang tengah melakukan panggilan telepon.


"Semua berjalan lancar. Lalu bagaimana denganmu?. Jangan katakan bahwa David mengganggumu".


Berli terkekeh, dengan sikap Felix yang sedikit posesif. "Tidak sayang, aku baik-baik saja. Semua berjalan lancar. Aku sama sekali tidak bersama Pak David. Lagipula untuk apa aku seperti itu".


"Tapi aku masih merindukan mu". Berli mengerucutkan bibirnya. Rasanya ia baru sebentar berbincang dengan Felix.


"Tapi kau harus beristirahat, sayang". Felix tersenyum.


"Oh ya, Felix.. jangan lupa abadikan setiap moment disana. Kirim gambar gambar pemandangan disana ya. Aku ingin melihatnya. Disana pasti sangat indah, kan?". Ucap Berli antusias.

__ADS_1


Felix terkekeh. "Tentu saja, akan aku lakukan untukmu tuan putri. Sekarang, tidurlah.. Aku akan menghubungi mu lagi besok". Ucap Felix.


Setelah berbincang, akhirnya mereka mengakhiri panggilan video nya itu. Karena memang di Indonesia sudah malam, sedangkan di Turki masih jam enam sore.


"Aku akan membelikan kejutan untuk Berli. Ia pasti akan sangat suka". Gumam Felix. Ia berniat untuk membelikan sebuah kenang-kenangan untuk Berli.


"Disana pasti sangat indah dan menyenangkan, andai saja aku bisa pergi kesana". Gumam Berli. Ia menarik selimut dan menyimpan ponsel nya di nakas. Ia membayangkan bagaimana indah nya bisa menapakkan kaki di negeri kebab itu.


......................


"Ini saat nya, kita memisahkan wanita itu dari Felix, Tante". Ucap Lathesia menyeringai. Lathesia memang tengah berada di rumah Bu Inez untuk merencanakan sesuatu.


"Kita akan mempermainkan permainan ini besok. Semua harus berjalan dengan lancar". Ucap Bu Inez penuh keji.


"Rasa nya aku sudah tidak sabar, melihat kehancuran nya. Entah itu hubungan nya dengan Felix, ataupun pekerjaan nya. Dia akan kehilangan pekerjaan nya kan?". Lathesia semakin tak sabar.

__ADS_1


Bu Inez berjalan mendekat ke arah Lathesia dengan perasaan yang sama. "Tentu saja. Aku akan memecat nya setelah ini. Felix juga tidak akan membantahku. Setelah ini, dia pasti akan kebingungan dan pergi jauh dari putraku". Bu Inez begitu puas dengan rencana nya. Begitu juga Lathesia, yang sudah melupakan persahabatan nya demi merebut Felix.


__ADS_2