DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 163 - Hubungan


__ADS_3

"Bagaimana nak? Apa sudah ada kabar tentang kakakmu?". Tanya Bu Yuni penuh kecemasan. Sejak kemarin putri sulungnya pergi entah kemana. Hal ini benar benar membuatnya cemas


"Tidak ma. Kak Lathesia belum ada kabar". Jawab Adelard gundah


"Apa sebelum Lathesia pergi ia mengatakan sesuatu?". Tanya Pak Yudi yang sama sama cemas


"Tidak suamiku. Ia tak mengatakan apapun. Tetapi seingatku ia menceritakan tentang harapannya. Ya, putri kita mengharapkan sosok Felix itu kembali dalam hidupnya. Setelah itu, entah.. Ia pergi kemana". Jawab Bu Yuni sambil mengingat kejadian tempo hari


"Apa ini ada hubungannya dengan itu?". Tanya Pak Yudi penuh selidik


"Ma, pah, sudah. daripada kita saling tebak menebak tanpa hasil, aku akan mencarinya saja. Biar hari ini aku izin tidak pergi ke kampus". Ucap Adelard mencairkan suasana


"Itu bagus sayang. Kau harus menemukan kakakmu". Ucap Bu Yuni penuh cemas sambil berlinang air mata


"Aku akan berusaha". Ucap Adelard sambil berlalu pergi untuk bersiap


"Tenanglah ma. Adelard akan menemukannya". Ucap Pak Yudi menenangkan Bu Yuni yang menangis


......................


"Felix.. Kau datang?". Ucap Berli tersenyum manis saat menyambut pujaan hatinya di ambang pintu


"Mengapa kau sulit sekali di hubungi hmm?". Ucap Felix tersenyum sambil mencubit dagu lancip Berli.


"Aww.. Felix.. ". Berli tertawa renyah sambil menyiku tangan Felix


"Dengan siapa ia bicara?". Gumam Lathesia yang terjaga dari tidurnya yang belum lelap. Tanpa sengaja ia mendengar suara Felix dan Berli, namun ia sama sekali tak melihat ke arah pintu.

__ADS_1


"Jadi begini.. Tadi sebenarnya aku sudah berniat untuk berangkat bekerja. Tadinya aku ingin memberikan supprise untukmu. Ya.. Aku ingin mengejutkanmu dengan kedatanganku. Tetapi saat di jalan tadi.. Ada kejadian yang membuatku harus kembali. Ada wanita yang mengalami kecelakaan, dan aku membawanya kemari. Kasihan dia". Jawab Berli menjelaskan


"Kecelakaan? Lalu bagaiman dengan wanita itu?". Tanya Felix


"Aku membiarkannya beristirahat, setelah ia merasa baik, aku akan mengantarnya pulang". Jawab Berli ramah


"Kau mengantarnya, sementara kau juga baru saja mengalami kecelakaan sayang". Ucap Felix khawatir, namun ka tetap memperlakukan Berli dengan lembut.


"Tidak apa sayang.. Lagipula aku sudah merasa lebih baik". Jawab Berli tersenyum


"Kau memang wanita yang sangat baik". Ucap Felix tersenyum memuji Berli


"Oh ya, apa kau tidak akan masuk? Mungkin kau ingin menjenguknya juga?". Ucap Berli mengajak Felix untuk masuk ke rumahnya guna melihat keadaan wanita tadi


"Baiklah aku masuk". Ucap Felix tersenyum sambil melangkahkan kakinya


Kringg,,


"Ada apa mama menelpon?". Gumam Felix seraya meraih ponsel yang berada di dalam saku celananya. Ia membukanya lalu pergi keluar untuk mengangkat telpon. Felix sama sekali tak menyadari akan keberadaan Lathesia. Begitu juga dengannya.


"Dasar sibuk.. ". Gumam Berli tertawa renyah sambil kembali keluar untuk menemani kekasihnya itu. Lathesia yang masih dalam posisi berbaring, hanya diam tanpa menoleh sedikitpun ke arah Felix


"Baik. Felix akan kembali". Ucap Felix menutup telpon


"Ada apa hmm?". Tanya Berli yang baru saja datang menghampiri Felix


"Sayang, aku harus kembali. Dompetku tertinggal. Dan sepertinya aku juga harus segera berangkat ke pabrik. Jadi aku akan datang lagi setelah jam pulang nanti". Ucap Felix dengan berat hati. Sebenarnya ia masih ingin menemui kekasih hatinya itu

__ADS_1


"Tidak apa sayang. Kau pergilah. Datang jika pekerjaanmu sudah selesai ya..". Ucap Berli lembut sambil mengusap sekilas wajah tampan Felix


"Kau diam di rumah baik baik. Jangan terlalu lelah, dan jangan melakukan sesuatu yang membuatmu terbebani. Jika kau butuh sesuatu telpon aku". Ucap Felix mengusap lembut kepala Berli penuh kehangatan


"Baik bos". Ucap Berli terkekeh sambil memposisikan tangan hormat


"Baiklah cantik, aku pergi. Assalamualaikum.. ". Ucap Felix tersenyum manis dan berlalu pergi dengan motor maticnya


"Waalaikumsalam.. ". Balas Berli tersenyum penuh cinta. Ia menatap punggung Felix sampai tak terlihat oleh pandangan nya


"Baiklah. Sebaiknya aku menemani Lathesia. Ia pasti akan membutuhkan sesuatu". Gumam Berli sambil melenggangkan kakinya masuk ke dalam rumahnya


Ia masuk ke rumah dan langsung menutup pintu


"Kau wanita yang sangat beruntung.. ". Ucap Lathesia yang berhasil membuat Berli terkejut


"Lathesia kau bangun?". Ucap Berli yang sontak mendekati Lathesia. Ia khawatir dengan pergerakan Lathesia akan mempengaruhi kesehatannya


"Aku baik baik saja. Tadi itu kekasihmu ya?". Ucap Lathesia penuh senyuman


"Ah.. Itu.. Iya.. ". Jawab Berli gugup tersipu malu


"Dia sangat menyayangimu. Dia begitu perhatian padamu. Aku harap kau tidak akan menyianyiakan nya". Ucap Lathesia sambil mengingat wajah yang pernah ia buat kecewa


"Tentu tidak, karena aku juga sangat mencintainya". Jawab Berli tersenyum keindahan


"Aku doakan semoga hubungan kalian tetap terjaga. Kau orang baik, kekasihmu juga pasti sangat baik. Kalian pasangan yang serasi". Ucap Lathesia tanpa mengetahui siapa Pria itu

__ADS_1


"Aamiin.. Terimakasih banyak.. Doa baik untukmu juga". Ucap Berli tersenyum


__ADS_2