
"Kenapa sama sekali tidak ada angkutan umum?. Huh padahal ini sudah mulai petang". Gumam Berli.
Sejak tadi ia memang tengah menunggu angkutan yang lewat, namun tak kunjung datang. Entah mengapa hari ini tidak ada satupun orang yang bisa ia tumpangi. Terlebih Aditya, entah dimana ia berada. David pergi begitu saja. Begitupun Felix, ia sudah berada di rumah nya sejak tadi karena permintaan ibunya.
Tiiiiiddddd,,, tiba tiba sebuah mobil menyerempet Berli begitu saja. Sontak Berli terpental ke arah samping.
'Brugg'. Suara benturan tubuh ke aspal itu mendominasi
"Astahfirullah.. Sakitnya.. ". Ucap Berli kesakitan. Tubuhnya masih tergeletak di tanah
Mobil itu tiba tiba melarikan diri begitu saja tanpa menolong Berli sedikitpun
Orang orang yang berada di sekitar tempat itu beramai ramai menolong Berli
"Sepertinya terjadi kecelakaan disana. Aku harus membantunya". Ucap seorang pria berperawakan tinggi bak orang Turki. Mata biru, kulit putih, tubuh yang kekar, benar benar membuatnya terlihat seperti pria timur tengah.
__ADS_1
Sontak ia turun dari mobil dan mendekati kerumunan itu
"Ayo angkat. Biar aku yang membawanya ke rumah sakit". Ucap Pria itu pada kerumunan orang yang hendak menolong Berli
"Tidak. Aku baik baik saja.. Bantu aku berdiri saja. Ini hanya luka kecil". Ucap Berli sambil meringis kesakitan menahan kaki kanan nya yang terluka
"Baiklah. Tolong bantu ia untuk menepi". Ucap pria itu sambil menunjuk ke arah bangku yang berada di sekitar tempat itu.
Berli kini sudah duduk di bangku itu di temani pria tadi. Pria itu mengobatinya dengan obat luka seadanya yang ia bawa di kotak P3K miliknya.
"Apa kau yakin? Apa kau tidak membutuhkan bantuan medis? Aku akan mengantarmu ke rumah sakit jika kau belum merasa baik". Ucap Pria itu
"Tidak. Saya baik baik saja. Sekali lagi terimakasih banyak.. Saya pamit tuan, Assalamualaikum.. ". Ucap Berli yang hampir melenggangkan kakinya. Ia hendak pergi dengan kakinya yang terpogoh pogoh
"Tunggu. Aku akan mengantarmu.. ". Ucap Pria itu menghentikan Berli. Ia merasa iba melihatnya
__ADS_1
"Tidak perlu tuan. Saya tidak ingin merepotkan tuan lagi. Sekali lagi terimakasih banyak. Saya tidak tahu bagaimana caranya membalas jasa tuan". Ucap Berli tersenyum
"Tidak. Aku akan mengantarmu. Jangan takut.. Aku tidak mempunyai niat jahat sedikitpun. Jangan tolak tawaranku. Kau membutuhkannya sekarang". Ucap Pria itu yang berhasil meluluhkan hati Berli
"Baiklah tuan.. ". Ucap Berli mengangguk sambil tersenyum
......................
"Apa yang mama katakan itu benar? Apa mama pernah melenyapkan seseorang hanya karena demi harta? Aku benar benar tidak mengerti". Ucap Felix yang kini tengah bergelut dengan pikirannya sendiri. Ia berada di kamarnya untuk menenangkan diri
"Berli.. Aku harus melindungi nya. Mungkin mama bisa berbuat nekat. Aku tidak ingin mengambil risiko apapun untuk nya. Berli.... Apa kita akan bisa bersama saat bahkan ibuku sendiri membencimu tanpa alasan?. Apa cintaku salah? Kenapa harus serumit ini?". Ucap Felix yang kegusaran nya benar benar membuncah. Pikiran nya benar benar kalut.
......................
"Inez bodoh. Kau membuka rahasia yang kau tutup selama bertahun tahun lamanya dalam waktu sepersekian menit. Bagaimana jika anak ku mengetahui semuanya?. Tidak. Anak ku tidak akan pernah membenciku. Dan anak ku tidak akan pernah tahu apa rahasia yang ku simpan selama ini". Gumam Bu Inez sambil mengacak apa saja yang ada di hadapan nya. Setelah tanpa sengaja mengatakan rahasia besarnya tadi, ia langsung pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri.
__ADS_1
"Semua karena gadis itu. Andai Felix tidak mengenalnya. Hal ini tidak akan pernah terjadi". Kembali Bu Inez menggerutuki Berli dengan penuh kebencian