DIA TAKDIRKU

DIA TAKDIRKU
Episode 103 - Perlahan Melupakannya


__ADS_3

"Kak?, apa kakak baik baik saja? Kakak terlihat berbeda hari ini". Ucap Aditya yang kini berada di kantin. Namun sejak tadi Berli banyak terdiam


"Tidak Aditya, aku tidak apa apa". Jawab Berli tersenyum menyembunyikan perasaan nya


"Kakak tidak akan bisa berbohong kepadaku. Bukankah aku adikmu? Ayolah kak". Ucap Aditya


"Hmm Aditya... Apa kau pernah berharap kepada seseorang milik orang lain? Maksudku.... Bagaimana caranya aku menjelaskan kepadamu ya". Jawab Berli sungkan


"Maksud kakak berharap bisa bersama dengan orang yang sudah bersama orang lain?". Tanya Aditya


"Ya, aku tahu itu salah Aditya. Aku pikir aku harus menghilangkan perasaanku, tapi tidak bisa..". Jawab Berli


"Menurutku, setiap orang bebas saja menyukai siapapun, maksudku... Tidak ada yang melarang untuk kita menyukai seseorang, tetapi jika orang itu sudah menjadi milik orang lain, kita tidak bisa mengganggunya. Kita hanya bisa mencintainya dari jauh, dan perlahan melupakan nya". Jawab Aditya memberi saran


"Sulit sekali melupakan nya Aditya... ". Jawab Berli


"Aku mengerti kak, tapi perlahan kakak pasti bisa. Pasalnya, kita tidak boleh berharap pada harapan kosong yang belum tentu terjadi". Ucap Aditya


"Kau benar Aditya". Jawab Berli tersenyum


"Kalau aku boleh tahu, memang nya siapa pria yang sedang kita bicarakan ini hm?". Tanya Aditya tersenyum

__ADS_1


"Tidak Aditya... ". Jawab Berli tersipu malu


'Jadi ini yang Pak Felix tanyakan?. Apa ini ada hubungannya dengan nya?'. Batin Aditya


......................


"Lathesia sayang, kita cari pakaian untukmu disana ya..... Disana barang nya bagus bagus". Ucap Bu Yuni penuh senyuman. Mereka kini sudah berada di pusat perbelanjaan itu


"Iya ma..". Jawab Lathesia tersenyum


Bruggg,,, tiba tiba Lathesia menabrak seseorang dan membuat belanjaan orang itu berserakan di lantai


"Aduh.... Kau ini bagaimana? Apa kau tidak bisa melihat dan berjalan dengan benar? Lihat! Barang barangku jadi kotor karena terjatuh di lantai!". Ucap wanita itu penuh amarah


"Sudahlah, tidak berguna!". Ucap wanita itu sambil berlalu pergi.


Hati Lathesia kembali tersenyuh saat wanita itu berkata ia tak berguna. Saat ini ia memang sedang berusaha bangkit dari masalahnya. Seketika raut wajah nya kembali muram


'Kenapa rasanya sakit sekali saat orang itu berkata aku tak berguna. Aku tahu, dari segi apapun, aku memang tidaklah berguna'. Lathesia membatin


"Sayang, sudah. Jangan di pikirkan, dia tidak bermaksud menyinggung masalahmu". Ucap Bu Yuni menenangka Lathesia. Ia mengerti apa yang saat ini putrinya pikirkan

__ADS_1


"Hmm". Lathesia mengangguk sambil tersenyum, meskipun hatinya merasa sakit


......................


"Jadi bagaimana perkembangan penyelidikan polisi sekarang?". Tanya Romi yang kini sudah berada di taman halaman rumah Prianka. Sampai saat ini mereka memang masih mengobrol di rumah Prianka


"Mereka belum mengabariku lagi, mungkin memang masih dalam proses penyelidikan". Jawab Prianka


"Apa kau mencurigai seseorang?". Tanya Romi


"Aku tidak mencurigai siapa siapa Rom. Polisi bilang pelakunya adalah pria, aku tidak tahu itu siapa". Jawab Prianka


"Apa mungkin...?". Ucap Romi berandai andai


"Tidak Rom, aku tidak ingin menebak nebak seperti itu. Jika tebakan ku salah, sama saja dengan suudzon". Jawab Prianka


"Kau benar". Ucap Romi


"Lalu apa yang akan kau lakukan selama sepekan ini jika di skors Rom?". Tanya Prianka


"Aku tidak tahu, mungkin aku akan ikut Kak Felix ke pabrik". Jawab Romi

__ADS_1


"Itu bagus Rom, setidaknya kau bisa belajar mengelola perusahaan sebelum lulus". Ucap Prianka tersenyum


"Iya". Jawab Romi tersenyum tipis


__ADS_2